{"id":145,"date":"2025-09-19T09:00:00","date_gmt":"2025-09-19T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=145"},"modified":"2026-04-25T18:18:39","modified_gmt":"2026-04-25T11:18:39","slug":"perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak","title":{"rendered":"Toxic Parenting: Ciri-Ciri, Penyebab &#038; Cara Menghindarinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><em><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1a9e3748-cb99-4481-a284-ebf8f1219693.png\" alt=\"toxic parenting\" \/><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Toxic parenting adalah pola asuh orang tua yang berdampak buruk pada perkembangan fisik dan mental anak. Kenali penyebab, cara menghadapi, dan tanda-tandanya sebelum terlambat!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>\u2014<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang tua memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengasuh dan mendidik anak. Namun, tidak jarang, ada orang tua yang tidak menyadari bahwa pola pengasuhan mereka memiliki dampak buruk terhadap anak. Nah, hal seperti ini dikenal dengan\u00a0<em>toxic parenting.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah Anda sudah pernah mendengar istilah<em>\u00a0toxic parenting<\/em>? Jika belum, mari kita simak definisi, ciri-ciri, penyebab, dan cara mengatasinya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Apa itu Toxic Parenting?<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Toxic parenting\u00a0<\/em>adalah<\/strong>\u00a0suatu pola pengasuhan yang keliru dan tanpa sadar bisa melukai psikologis anak. Pola pengasuhan ini seringkali\u00a0<strong>dilakukan oleh orang tua yang umumnya kasar, kurang dewasa, atau mempunyai gangguan mental.<\/strong>\u00a0Orang tua yang melakukan hal tersebut, biasanya dulu juga mengalami\u00a0<em>toxic parenting<\/em>, atau pola pengasuhan yang salah dari orang tuanya. Akan tetapi, ada juga\u00a0<em>toxic parenting\u00a0<\/em>yang dilakukan oleh orang tua normal, yang tanpa sadar telah menjadi \u2018racun\u2019 untuk psikologi anaknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disamping itu, ada juga yang mengartikan\u00a0<em>toxic parenting\u00a0<\/em>sebagai bentuk perilaku orang tua yang tidak memperlakukan anaknya dengan baik, yang mana dapat menyebabkan anak merasa ketakutan, bersalah, atau juga merasa harus berperilaku yang sangat patuh pada orang tuanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-mengembangkan-sosial-emosional-anak\">Tahap Perkembangan Sosial Emosional Anak dan Tips Mengajarkannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Tanda atau Ciri Ciri Toxic Parenting<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, setelah Anda paham dengan\u00a0<em>toxic parenting,\u00a0<\/em>selanjutnya ada 5 perilaku\u00a0<em>toxic parenting\u00a0<\/em>yang dapat berbahaya untuk masa depan anak.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Memberikan Pujian yang Berlebih<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memberikan pujian pada anak memanglah suatu hal yang harus Anda lakukan, agar anak merasa diakui atas usaha dan pencapaiannya. Memberikan pujian dapat membantu meningkatkan motivasi anak untuk berusaha lebih maksimal. Namun, memberikan pujian terus menerus yang terkesan berlebihan, seperti memuji meski hasil pekerjaan anak sangat sederhana, ini bukanlah hal yang baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak-anak yang terbiasa mendapatkan pujian hanya atas prestasi yang Ia dapatkan, bukan karena usahanya, bisa membuat Ia menghalalkan segala cara untuk mengembangkan keberhasilan, seperti dengan menipu, berbohong, dan bahkan mencuri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Melindungi Anak dengan Berlebihan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terlalu melindungi anak dari segala sesuatu, dapat memberikan efek buruk di masa depannya. Memang, pada dasarnya tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya susah, kesakitan ataupun gagal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, anak yang kurang pengalaman dalam menghadapi masalah dan kegagalan, bisa mendapatkan kesulitan ketika menghadapi tantangan di usia remaja dan dewasa. Ia mungkin dapat menghindar atau menyuruh orang lain untuk menyelesaikan masalah yang Ia alami. Nah, terlalu sering menghindari masalah, nantinya\u00a0 dapat juga memicu depresi, dan kecemasan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Memberikan Tanggung Jawab Tidak Sesuai Usia Anak<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak orang tua yang ingin mengajarkan anaknya tentang tanggung jawab. Namun, Anda perlu berhati-hati dalam hal tersebut. Sebab, memberikan tanggung jawab haruslah sesuai usia dan kemampuan anak. Jika tidak, ini bisa memberikan efek buruk terhadap perkembangan anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak-anak sebaiknya jangan diberi tanggung jawab atas pengambilan keputusan, atau tugas lain yang seharusnya menjadi milik orang dewasa, seperti hal yang berkaitan dengan finansial, atau pekerjaan rumah tangga yang berat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda memaksa memberikan tanggung jawab yang tidak sesuai dengan kemampuan anak, maka anak kurang percaya kepada orang tua dan bisa menunjukkan rasa tidak aman yang signifikan pada orang tuanya. Selain itu, pemberian tanggung jawab yang tidak sesuai dengan usia, dapat membuat anak memiliki rasa takut, kecemasan, dan juga anak dapat mempertanyakan kemampuan figur otoritas untuk memimpin.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Menuntut Anak Mewujudkan Cita-Cita Orang Tuanya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini cukup sering terjadi, di mana beberapa orang tua merasa dulu pernah merelakan mimpinya karena berbagai faktor. Lalu, mereka berusaha untuk kembali mewujudkan mimpi tersebut melalui anak-anaknya. Meskipun ini bertujuan untuk memberikan masa depan yang baik untuk anak, namun bukan berarti mimpi tersebut sesuai dengan keinginan anak, dan bukan kewajiban anak untuk mewujudkan mimpi orang tuanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun kadang beberapa anak ada yang akhirnya tertarik dan menjalani cita-cita orang tuanya, namun tidak jarang ada juga anak yang akhirnya tidak dapat menerima identitas dirinya, serta kesulitan dalam mencapai keinginannya. Hal terburuknya, anak juga dapat kehilangan impiannya di masa muda, seperti yang telah dialami oleh orangtuanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>5. Mengancam Anak<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat anak tidak patuh dan menuruti perintah orang tua, kadang Anda tidak sadar tergoda untuk mengatakan hal-hal yang mengancam, seperti \u201cJika kamu tidak menurut, kamu akan mama tinggalkan\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memberikan ancaman pada anak, seperti menakut-nakuti atau rasa malu, bisa menjadi hal yang berbahaya. Jika anak tumbuh dengan ketakutan dan ancaman, Ia bisa mengalami kesulitan untuk berpikir sehat dan bermoral. Daripada membuat keputusan sesuai kompas moral yang berdasarkan kebenaran, anak justru lebih cenderung mengikuti pilihan orang lain. sebab, ia merasa takut dengan pilihannya, yang Ia pikir mungkin bisa memberikan efek buruk suatu saat nanti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sex-education-untuk-anak\">Pentingnya Mengajarkan Otoritas Tubuh pada Anak Usia Dini<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Penyebab Toxic Parent<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Toxic parenting<\/i>\u00a0dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang berbeda, namun semuanya memiliki dampak yang merugikan pada perkembangan anak. Berikut di antaranya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Gangguan Mental atau Trauma Orang Tua<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pola asuh\u00a0<i>toxic parenting<\/i>\u00a0ini sering kali dipicu oleh gangguan mental atau trauma orang tua di masa lalu. Penyebab yang paling umum adalah pengalaman pribadi yang traumatis atau masalah pribadi tertentu yang dialami oleh orang tua, seperti kecemasan, depresi, atau gangguan kepribadian. Orang tua yang mengalami hal ini mungkin sulit untuk mengelola emosi dan perilaku mereka dengan efektif, sehingga mereka bisa menjadi orang tua yang toksik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, masa kecil orang tua yang mendapatkan pola asuh tidak benar dari orang tuanya dahulu. Orang tua jadi memiliki traumatis yang dibawanya sampai sekarang. Luka lama yang belum sembuh tersebut bisa memicu pola asuh\u00a0<i>toxic<\/i>\u00a0yang diterapkan mereka pada anaknya sekarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Walaupun dengan dalih kasih sayang dan cinta, namun perilaku<i>\u00a0toxic parenting\u00a0<\/i>ini tidak baik untuk dilakukan. Hal ini akan menyebabkan anak terluka secara mental dan emosional serta dapat mempengaruhi karakter mereka di masa depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Trauma masa lalu, seperti kekerasan atau pelecehan seksual, juga dapat menjadi penyebab\u00a0<i>toxic parenting<\/i>. Orang tua yang pernah mengalami trauma seperti ini mungkin kesulitan untuk mengelola emosi mereka dan dapat mengekspresikannya dengan cara yang tidak sehat terhadap anak-anak mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Kurangnya Dukung Sosial bagi Orang Tua<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kurangnya dukungan sosial juga dapat memengaruhi cara orang tua membesarkan anak-anak mereka. Orang tua yang merasa terisolasi atau tidak memiliki dukungan sosial yang memadai mungkin merasa stres atau tertekan, dan hal ini dapat memengaruhi cara mereka membesarkan anak-anak mereka dengan cara yang tidak sehat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Harapan yang Tidak Realistis<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Harapan yang tidak realistis juga bisa menjadi penyebab\u00a0<i>toxic parenting<\/i>. Orang tua yang memiliki harapan yang tidak realistis terhadap anak-anak mereka, seperti mengharapkan mereka untuk menjadi sempurna atau mencapai standar yang terlalu tinggi, mungkin menempatkan tekanan yang tidak sehat pada anak-anak mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika orang tua berperilaku\u00a0<i>toxic<\/i>, hal ini dapat berdampak negatif pada perkembangan emosional dan psikologis anak-anak mereka. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk menyadari perilaku mereka dan berusaha untuk memperbaikinya agar dapat memberikan lingkungan yang sehat dan positif bagi anak-anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/metode-montessori\">Mengenal Metode Montessori, Membebaskan Anak untuk Memilih Minat dan Bakatnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Cara Menghadapi Toxic Parent<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menghadapi kenyataan bahwa Anda sebagai orang tua yang mungkin telah melakukan perilaku\u00a0<i>toxic<\/i>\u00a0terhadap anak-anak bisa sangat sulit, namun ada beberapa cara yang dapat membantu dalam mengatasi situasi ini:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Akui dan terima<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertama-tama, akui dan terima bahwa ada masalah perilaku yang perlu diubah. Hal ini akan membantu Anda untuk memulai proses perbaikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Cari bantuan profesional<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meminta bantuan dari seorang profesional seperti terapis atau konselor dapat membantu Anda memahami perilaku Anda dan cara memperbaikinya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Berbicara dengan anak-anak<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cobalah untuk membicarakan situasi ini dengan anak-anak Anda dan meminta maaf atas perilaku yang mungkin telah merugikan mereka. Berbicara dengan mereka tentang apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki situasi juga bisa membantu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Mempelajari cara baru<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belajar cara yang lebih sehat dan efektif dalam membesarkan anak-anak Anda dapat membantu dalam mengubah perilaku\u00a0<i>toxic parenting<\/i>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Berkomitmen untuk perubahan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terakhir, berkomitmen untuk melakukan perubahan yang positif dan mengikuti saran dari profesional dapat membantu Anda dalam mencapai hasil yang diinginkan dan memperbaiki hubungan dengan anak-anak Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2013-<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itulah perilaku\u00a0<i>toxic parenting,\u00a0<\/i>penyebab, hingga cara mengatasi yang harus Anda perhatikan\u00a0dalam mendidik dan mengasuh anak. Agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik, cobalah untuk terus mempelajari tentang cara\u00a0<i>parenting\u00a0<\/i>yang baik untuk anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, di samping\u00a0<i>parenting\u00a0<\/i>yang Anda lakukan sendiri, Anda juga bisa membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, dengan mendaftarkannya pada\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/\">Alta Global School<\/a><\/strong>. Melalui metode pembelajaran\u00a0<em>blended-learning<\/em>\u00a0dari Pre-K hingga Kelas 12, anak-anak dibimbing untuk siap meraih beasiswa ke universitas terbaik di Indonesia dan dunia. Yuk, mulai daftar sekarang!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Masih ragu? Coba kelas gratisnya dengan klik gambar di bawah ini!<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/form.jotform.com\/250607704125450\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8f335b78-3dbf-4413-9ebf-faccfe12d155.png\" alt=\"free trial\" width=\"1024\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Amicis. (2021), \u2018Toxic Parenting: Pengertian, dan Ciri-Ciri yang Menjelaskannya\u2019,\u00a0<em>Prenagen.com,\u00a0<\/em>[daring] Available at: https:\/\/www.prenagen.com\/id\/apa-itu-toxic-parenting<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Garnistia. E. (2021), \u2018Kenali Toxic Parenting dan Tanda-Tanda yang Membahayakan Anak\u2019,\u00a0<em>Brainacademy.id,\u00a0<\/em>26 Januari 2021 [daring] Available at:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-toxic-parenting-dan-tanda-tanda-yang-membahayakan-anak?referralCookiesId=0897fc5a-c9e9-4447-b0e1-bcfb6cd2765f\">https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/kenali-toxic-parenting-dan-tanda-tanda-yang-membahayakan-anak<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rompies, J.K. (2021), \u20189 Perilaku Toxic Parenting yang Mengancam Masa Depan Anak\u2019,\u00a0<em>Popmama.com,\u00a0<\/em>28 November 2021 [daring] Available at: https:\/\/www.popmama.com\/big-kid\/6-9-years-old\/jemima\/perilaku-toxic-parenting-yang-dapat-diwariskan-pada-anak\/8<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber Gambar:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang Tua Memarahi Anak [daring]. Available at: https:\/\/doktersehat.com\/psikologi\/ciri-ciri-toxic-parents-yang-berdampak-buruk-bagi-mental-anak\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang Tua Melindungi Anak Berlebih [daring]. Available at: https:\/\/tirto.id\/kebiasaan-untuk-membangun-kedekatan-dengan-anak-peluk-dengarkan-ewDG<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang Tua Memaksa Anak [daring]. Available at: https:\/\/www.orami.co.id\/magazine\/apa-yang-harus-dilakukan-ketika-anak-melawan-perkataan-moms\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Toxic parenting adalah pola asuh orang tua yang berdampak buruk pada perkembangan fisik dan mental anak. Kenali penyebab, cara menghadapi, dan tanda-tandanya sebelum terlambat! \u2014 Orang tua memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengasuh dan mendidik anak. Namun, tidak jarang, ada orang tua yang tidak menyadari bahwa pola pengasuhan mereka memiliki dampak buruk terhadap anak. Nah, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":145,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1a9e3748-cb99-4481-a284-ebf8f1219693.png"],"_edit_lock":["1777116426:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-11-18","2023-05-21","2024-09-04"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Toxic parenting adalah pola asuh yang berbahaya bagi fisik dan mental anak. Kenali ciri-ciri, penyebab, dan cara menghadapinya. Penting banget loh!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_linker_next_update":["1769385678"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Toxic parenting adalah pola asuh yang berbahaya bagi fisik dan mental anak. Kenali ciri-ciri, penyebab, dan cara menghadapinya. Penting banget loh!"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["toxic parenting"],"_yoast_wpseo_linkdex":["88"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"]},"categories":[1],"tags":[10],"class_list":["post-145","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pengasuhan-anak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Toxic Parenting: Ciri-Ciri, Penyebab &amp; Cara Menghindarinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Toxic parenting adalah pola asuh yang berbahaya bagi fisik dan mental anak. Kenali ciri-ciri, penyebab, dan cara menghadapinya. Penting banget loh!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Toxic Parenting: Ciri-Ciri, Penyebab &amp; Cara Menghindarinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Toxic parenting adalah pola asuh yang berbahaya bagi fisik dan mental anak. Kenali ciri-ciri, penyebab, dan cara menghadapinya. Penting banget loh!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-19T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-25T11:18:39+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Adya Rosyada Yonas\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Adya Rosyada Yonas\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak\",\"name\":\"Toxic Parenting: Ciri-Ciri, Penyebab & Cara Menghindarinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1a9e3748-cb99-4481-a284-ebf8f1219693.png\",\"datePublished\":\"2025-09-19T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-25T11:18:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/850b7e1d71501916e6cba4c26483b280\"},\"description\":\"Toxic parenting adalah pola asuh yang berbahaya bagi fisik dan mental anak. Kenali ciri-ciri, penyebab, dan cara menghadapinya. Penting banget loh!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1a9e3748-cb99-4481-a284-ebf8f1219693.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1a9e3748-cb99-4481-a284-ebf8f1219693.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Toxic Parenting: Ciri-Ciri, Penyebab &#038; Cara Menghindarinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/850b7e1d71501916e6cba4c26483b280\",\"name\":\"Adya Rosyada Yonas\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Adya Rosyada Yonas\"},\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/adya-rosyada-yonas\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Toxic Parenting: Ciri-Ciri, Penyebab & Cara Menghindarinya","description":"Toxic parenting adalah pola asuh yang berbahaya bagi fisik dan mental anak. Kenali ciri-ciri, penyebab, dan cara menghadapinya. Penting banget loh!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Toxic Parenting: Ciri-Ciri, Penyebab & Cara Menghindarinya","og_description":"Toxic parenting adalah pola asuh yang berbahaya bagi fisik dan mental anak. Kenali ciri-ciri, penyebab, dan cara menghadapinya. Penting banget loh!","og_url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak","og_site_name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","article_published_time":"2025-09-19T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2026-04-25T11:18:39+00:00","author":"Adya Rosyada Yonas","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Adya Rosyada Yonas","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak","name":"Toxic Parenting: Ciri-Ciri, Penyebab & Cara Menghindarinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1a9e3748-cb99-4481-a284-ebf8f1219693.png","datePublished":"2025-09-19T02:00:00+00:00","dateModified":"2026-04-25T11:18:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/850b7e1d71501916e6cba4c26483b280"},"description":"Toxic parenting adalah pola asuh yang berbahaya bagi fisik dan mental anak. Kenali ciri-ciri, penyebab, dan cara menghadapinya. Penting banget loh!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1a9e3748-cb99-4481-a284-ebf8f1219693.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1a9e3748-cb99-4481-a284-ebf8f1219693.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/perilaku-toxic-parenting-yang-berbahaya-untuk-masa-depan-anak#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Toxic Parenting: Ciri-Ciri, Penyebab &#038; Cara Menghindarinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/","name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/850b7e1d71501916e6cba4c26483b280","name":"Adya Rosyada Yonas","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Adya Rosyada Yonas"},"url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/adya-rosyada-yonas"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=145"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":578,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145\/revisions\/578"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}