{"id":2947,"date":"2026-10-08T09:00:37","date_gmt":"2026-10-08T02:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?p=2947"},"modified":"2026-10-08T13:16:04","modified_gmt":"2026-10-08T06:16:04","slug":"apa-itu-prosa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa","title":{"rendered":"Prosa: Ciri-Ciri, Jenis, Contoh, dan Bedanya dengan Puisi"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/faefe9ab-212a-4933-88cb-e11df319344f.png\" alt=\"prosa\" width=\"820\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa merupakan karya sastra dalam bentuk cerita dengan bahasa yang lugas dan sederhana. Yuk, ketahui ciri-ciri, jenis, contoh, dan perbedaannya dengan puisi!<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kamu pernah membaca novel, cerpen, atau dongeng? Karya-karya ini merupakan contoh dari prosa. Apa yang dimaksud dengan prosa? Yuk, simak penjelasan lengkapnya!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Prosa<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa adalah karya sastra atau tulisan yang disusun dalam bentuk cerita dan ditulis menggunakan bahasa sehari-hari. Prosa tidak terikat dengan aturan seperti rima, irama, atau jumlah baris seperti puisi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam prosa, penulis bisa menyampaikan cerita melalui narasi, dialog, atau monolog. Melalui tokoh-tokoh dalam cerita, penulis mengungkapkan gagasan, perasaan, dan pandangannya kepada pembaca.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasa yang digunakan dalam prosa biasanya bersifat denotatif atau menggunakan makna sebenarnya. Tapi, penulis juga bisa menggunakan bahasa kiasan agar cerita jadi lebih menarik dan Indah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.brainacademy.id\/blog\/jenis-dan-contoh-konjungsihttps:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/paragraf\"><b>Paragraf: Pengertian, Jenis, Ciri, Unsur, Syarat, dan Contoh<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Ciri-Ciri Prosa<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ciri-ciri prosa:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Bentuk Bebas<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa tidak terikat aturan seperti bait, baris, atau rima. Bentuk prosa biasanya berupa kalimat-kalimat dan paragraf. Contohnya dongeng dan hikayat.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Bahasa<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahasa yang digunakan dalam prosa biasanya mudah dipahami dan bisa dipengaruhi oleh berbagai bahasa seperti bahasa Melayu, bahasa Inggris, atau bahasa lainnya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Memiliki Tema<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa juga memiliki tema atau pokok bahasan tertentu yang menjadi dasar cerita atau pembahasan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Mengalami Perkembangan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa bisa berkembang mengikuti perkembangan zaman dan masyarakat yang statis maupun dinamis.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Memiliki Pengarang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa selalu memiliki pengarang. Tapi, pada beberapa prosa lama, biasanya identitas pengarang tidak diketahui.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Cara Penyajian<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa dapat disampaikan dalam bentuk tulisan maupun diceritakan secara lisan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Memiliki Alur<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa memiliki rangkaian peristiwa yang tersusun dalam alur cerita. Alur ini bisa berupa alur maju, mundur, atau campuran.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Memiliki Tokoh<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam prosa, ada tokoh yang berperan dalam cerita. Tokoh ini bisa berupa manusia, hewan, atau tumbuhan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>9. Memiliki Setting atau Latar<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa memiliki latar yang menjelaskan waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>10. Nama Pengarang tidak Selalu Dicantumkan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski prosa memiliki pengarang, tidak semua karya mencantumkan nama pengarangnya, terutama karya-karya lama.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>11. Amanat<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa biasanya memiliki amanat atau pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/kata-tanya\"><b>Macam-Macam Kata Tanya dan Contohnya dalam Kalimat<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Prosa\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis-jenis prosa bisa dibagi berdasarkan periode waktu serta isi dan tujuannya. Berikut penjelasannya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>A. Berdasarkan Periode Waktu\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>1. Prosa Lama<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa lama adalah karya sastra yang berkembang sebelum pengaruh barat masuk. Jenis prosa ini biasanya berisi cerita rakyat, nasihat, atau kisah-kisah zaman dahulu. Contoh prosa lama antara lain dongeng, mitos, fabel, legenda, dan hikayat.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>2. Prosa Baru<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa baru adalah karya sastra yang sudah dipengaruhi budaya atau sastra barat. Prosa baru biasanya berbentuk tulisan, menggunakan bahasa yang lebih modern, dan nama pengarangnya diketahui. Contoh prosa baru adalah novel, cerpen, biografi, dan esai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>B.Berdasarkan Isi dan Tujuan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan isi dan tujuannya, prosa terdiri atas lima jenis, yaitu prosa eksposisi, deskripsi, argumentasi, persuasi, dan narasi. Berikut penjelasannya:\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>1. Prosa Eksposisi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa eksposisi adalah prosa yang bertujuan memberi informasi atau pengetahuan kepada pembaca. Penulis memaparkan suatu topik secara jelas dan diikuti fakta atau data, tapi jenis prosa ini tidak bermaksud memengaruhi pendapat pembaca.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>2. Prosa Deskripsi<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa deskripsi adalah prosa yang menggambarkan suatu objek, tempat, suasana, atau peristiwa dengan sangat detail, sehingga pembaca seolah-olah bisa melihat, mendengar, atau merasakannya secara langsung.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>3. Prosa Argumentasi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa argumentasi adalah prosa yang berisi pendapat atau gagasan penulis serta didukung fakta dan data. Tujuannya adalah meyakinkan pembaca agar setuju dengan pendapat yang disampaikan.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>4. Prosa Persuasi <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai namanya, prosa persuasi adalah prosa yang bertujuan mengajak atau memengaruhi pembaca untuk melakukan sesuatu sesuai harapan penulis.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>5. Prosa Narasi\u00a0<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prosa narasi adalah prosa yang menceritakan suatu peristiwa atau rangkaian kehadiran dalam urutan waktu tertentu. Di dalamnya biasanya ada tokoh, alur cerita, dan konflik. Prosa narasi bisa berupa cerita fiksi (sugestif) maupu non-fiksi (ekspositoris).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Baca juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/contoh-kalimat-spok\"><b>Contoh Kalimat SPOK dan Strukturnya, Belajar Yuk!<\/b><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Perbedaan Puisi dan Prosa\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puisi dan prosa merupakan karya sastra, namun keduanya memiliki beberapa perbedaan, antara lain:\u00a0<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Prosa<\/b><\/td>\n<td><b>Puisi<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Merupakan karya sastra yang disusun dalam bentuk cerita dengan bahasa yang lebih bebas.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Merupakan karya sastra yang mengutamakan keindahan bahasa dan ungkapan perasaan.\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Terdiri atas kalimat dan paragraf.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Terdiri atas baris dan bait.\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan bahasa yang lugas, jelas, dan mudah dipahami.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan bahasa yang indah, padat, dan bersifat kiasan.\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak terikat oleh aturan rima, irama, atau jumlah baris.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Memperhatikan rima, irama, dan pilihan kata.\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Makna disampaikan secara langsung.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Makna disampaikan secara tidak langsung.\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan lebih panjang dan rinci.\u00a0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan lebih singkat dan padat.\u00a0<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Contoh Prosa<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui apa itu prosa, ciri-ciri, jenis, serta perbedaanya dengan puisi, yuk simak contoh-contoh prosa berikut ini!<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Cerita Hikayat Jaka Tarub<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu malam, Jaka Tarub yang sedang menjaga ladang pamannya merasa kehausan. Kemudian dia pun berniat mencari sungai untuk mencari minum. Ketika hendak mengambil air di sebuah sungai, dia melihat tujuh bidadari yang sedang mandi dan melepaskan selendang mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jaka Tarub yang terpesona pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengambil selendang. Ternyata, selendang yang ia ambil milik bidadari bungsu bernama Nawangwulan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat para bidadari hendak naik kembali ke kayangan, Nawangwulan masih belum bisa menemukan selendangnya. Kemudian Jaka Tarub melihat Nawangwulan menangis dan menawarkan sang bidadari tinggal di rumahnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dikarenakan mereka tinggal satu rumah dan sering bertemu, maka mereka pun jatuh cinta lalu menikah. Sayangnya, Jaka Tarub yang gemar berjudi itu jarang pulang dan membuat Nawangwulan sedih bahkan suaminya itu juga enggan mendengarkan nasihat dari istrinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hari Nawangwulan sedang mencari barang dan dia tidak sengaja menemukan selendang yang disembunyikan Jaka Tarub. Kemudian Nawangwulan menyuruh seseorang untuk meminta Jaka Tarub pulang jika ingin bertemu dengannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menunggu cukup lama, Jaka Tarub tidak kunjung datang. Akhirnya Nawangwulan memutuskan kembali ke kayangan tanpa memberitahu suaminya. Ketika Jaka Tarub mengetahui bahwa istrinya telah pergi ia pun menyesal dan bersedih.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Roman: Pria Misterius dan Pelayan Kedai<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Malam ini, seperti biasanya sang wanita pelayan kedai itu tetap curi-curi pandang pada seorang pria yang duduk di pojok kedai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sang pelayan ingin berkenalan dengan pria itu, tetapi sangat malu untuk berbincang langsung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Menyanyilah. Kuputarkan mesin karaoke. Semua pengunjung di kedai kecil ini pasti akan memperhatikanmu, termasuk dia,&#8221; kata seorang rekannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dia pun menyetujuinya dan segera mengambil mikrofon. Benar saja, semua pengunjung kedai memperhatikan sang wanita saat menyanyi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semua merasa terhibur, kecuali si pria misterius itu. Dia masih saja sibuk dengan laptop dan buku di atas mejanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hari-hari berikutnya pun masih sama, sang pria tetap tidak memperhatikan si wanita bernyanyi secara merdu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga suatu hari, seorang teman pria itu datang. Si wanita memperhatikan keduanya. Ternyata, keduanya berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Sang wanita kini tahu kenapa si pria tidak memperhatikannya saat bernyanyi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merasa jatuh cinta, sang wanita pun mempelajari bahasa isyarat itu selama beberapa minggu. Dia membeli beberapa buku dan menonton video berisi pelajaran bahasa isyarat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, suatu malam, dia kembali bernyanyi untuk pengunjung kedai. Namun, rekan si pelayan sengaja membuat lampu padam. Hanya ada dua lampu sorot yang menyorot pria misterius itu dan si wanita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sorot cahaya lampu membuat perhatian pria misterius itu teralihkan. Kini, pandangannya tidak hanya tertuju pada laptop yang berada di atas meja, tetapi juga pada sang wanita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sang wanita kini tidak hanya bernyanyi, tetapi juga menerjemahkan setiap liriknya ke dalam bahasa isyarat. Jari-jarinya mulai menari untuk memberi tahu si pria soal perasaannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Dirimu buatku selalu penasaran. Terkadang menjauh, terkadang buatku tersipu malu manisnya ucapanmu, membuatku tak menentu, ku tak tahu harus bagaimana. Sungguh kau buatku bertanya-tanya dengan teka-teki teka-tekimu&#8230;&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah senandung yang dinyanyikan si wanita sambil menggerakkan jari jemarinya. Pria misterius itu lalu tersenyum, lalu mengundang si wanita ke mejanya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Fabel: Kisah Gajah dan Semut<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gajah dikenal sebagai binatang yang besar. Suatu hari, kawanan gajah yang besar datang ke hutan untuk mencari makan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehadiran gajah ini mengganggu kawanan semut yang tinggal di sana. Banyak rumah semut hancur karena diinjak gajah yang mencari makan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Pergilah dari sini, gajah! Ini daerah tempat kami tinggal,&#8221; kata salah satu semut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar ucapan itu, gajah hanya tertawa. Ia tak peduli dan menganggap semut adalah binatang kecil yang tidak berbahaya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kawanan semut merasa kesal dan berencana untuk mengusir gajah-gajah itu dari hutan tempat mereka tinggal. Keesokan harinya, semut-semut mencoba bicara pada kawanan gajah dan meminta mereka meninggalkan hutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gajah menolak untuk meninggalkan hutan dan hal ini membuat kawanan semut semakin marah. Semut-semut itu pun menyerang kawasan gajah dengan menggigit kulit dan masuk ke dalam telinga hingga gajah-gajah terjatuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kawanan gajah akhirnya menyerah dan meninggalkan hutan. Mereka sadar bahwa semut-semut itu tidak bisa diremehkan hanya karena memiliki badan kecil.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Dongeng: Batu Menangis<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di sebuah desa terpencil, hiduplah seorang janda tua bersama putrinya yang cantik bernama Darmi. Mereka tinggal di sebuah gubuk di pinggir desa. Darmi memang memiliki kecantikan yang mempesona, tetapi sikapnya sangat buruk dan tidak menyenangkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap hari, Darmi menghabiskan waktu di kamarnya untuk berdandan dan tidak pernah membantu ibunya mengurus rumah. Kamarnya selalu berantakan, namun Darmi tidak peduli, yang penting baginya adalah penampilannya yang selalu sempurna.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, ibunya yang sudah tua terus bekerja keras untuk mendapatkan uang dengan melakukan berbagai pekerjaan halal demi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Semua usaha tersebut hanya untuk Darmi, anak satu-satunya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Darmi sering memperlakukan ibunya seperti seorang pembantu. Ketika ditanya siapa yang selalu bersamanya, Darmi sering menyebut ibunya sebagai \u201cbudaknya.\u201d Mendengar perlakuan tersebut, ibunya merasa sangat sakit hati dan berdoa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlahan, Darmi berubah menjadi batu, terus-menerus menangis dan meminta maaf kepada ibunya, namun semua itu sudah terlambat. Kini, tubuhnya telah menjadi batu yang terus mengeluarkan air mata.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Esai: Sampah, Ancaman di Balik Kemajuan Teknologi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan teknologi membuat manusia semakin bergantung pada satelit untuk komunikasi, navigasi, transaksi keuangan, dan berbagai kebutuhan lainnya. Namun, peluncuran satelit dan roket ke luar angkasa juga menghasilkan sampah antariksa berupa bagian roket, satelit yang sudah tidak aktif, serta pecahan-pecahan material lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah sampah antariksa yang terus bertambah menimbulkan risiko tabrakan di orbit bumi. Tabrakan ini dapat menghasilkan lebih banyak serpihan yang memicu tabrakan berikutnya, sebuah kondisi yang dikenal sebagai <\/span><b>Sindrom Kessler<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Jika tidak ditangani, kepadatan sampah antariksa dapat mengganggu peluncuran satelit dan misi luar angkasa di masa depan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Para ilmuwan dan lembaga antariksa saat ini sedang mencari cara untuk mengurangi sampah antariksa, termasuk mengembalikan satelit yang sudah tidak berfungsi ke bumi. Namun, hingga kini belum ditemukan solusi yang benar-benar efektif. Karena itu, sampah antariksa menjadi salah satu tantangan global yang perlu mendapat perhatian seiring semakin pesatnya perkembangan teknologi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah pembahasan tentang prosa, mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, dan contohnya. Semoga membantumu memahami materi ini dengan baik, ya! Kalau mau belajar berbagai mata pelajaran dengan pendekatan dan metode belajar yang seru, yuk belajar di <\/span><a href=\"http:\/\/altaglobalschool.com\/\"><b>Alta Global School<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"> <a href=\"https:\/\/form.jotform.com\/260962823741461?channel=blog-ags&amp;subchannel1=article&amp;source=ags\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8f335b78-3dbf-4413-9ebf-faccfe12d155.png\" alt=\"free trial\" width=\"1024\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Sumber:<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Deepublish. 2021. Apa Itu Prosa? Kenali Ciri-Ciri, Jenis, dan Contoh Lengkapnya [daring]. Tautan: https:\/\/penerbitdeepublish.com\/dasar-menulis\/apa-itu-prosa\/#Jenis-jenis_Prosa\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumparan. 2023. Ketahui Ciri-Ciri Prosa, Jenis, beserta Contohnya [daring]. Tautan: https:\/\/m.kumparan.com\/ragam-info\/ketahui-ciri-ciri-prosa-jenis-beserta-contohnya-20w1MBLGAaU\/full<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sitoningrum, Niken D. 2024. 5 Contoh Prosa Berbagai Jenis, Mulai dari Cerpen hingga Dongeng [daring]. Tautan: https:\/\/www.detik.com\/sulsel\/berita\/d-7230688\/5-contoh-prosa-berbagai-jenis-mulai-dari-cerpen-hingga-dongeng<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses 30 Mei 2026)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prosa merupakan karya sastra dalam bentuk cerita dengan bahasa yang lugas dan sederhana. Yuk, ketahui ciri-ciri, jenis, contoh, dan perbedaannya dengan puisi! \u2014 Apakah kamu pernah membaca novel, cerpen, atau dongeng? Karya-karya ini merupakan contoh dari prosa. Apa yang dimaksud dengan prosa? Yuk, simak penjelasan lengkapnya! &nbsp; Pengertian Prosa Prosa adalah karya sastra atau tulisan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":43,"featured_media":2947,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1791440023:10"],"_edit_last":["10"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/faefe9ab-212a-4933-88cb-e11df319344f.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["prosa"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Prosa merupakan karya sastra dalam bentuk cerita dengan bahasa yang lugas dan sederhana. Yuk, ketahui ciri-ciri, jenis, contoh, dan perbedaannya dengan puisi!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["76"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["9"]},"categories":[1],"tags":[4],"class_list":["post-2947","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-edukasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Prosa: Ciri-Ciri, Jenis, Contoh, dan Bedanya dengan Puisi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Prosa merupakan karya sastra dalam bentuk cerita dengan bahasa yang lugas dan sederhana. Yuk, ketahui ciri-ciri, jenis, contoh, dan perbedaannya dengan puisi!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Prosa: Ciri-Ciri, Jenis, Contoh, dan Bedanya dengan Puisi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Prosa merupakan karya sastra dalam bentuk cerita dengan bahasa yang lugas dan sederhana. Yuk, ketahui ciri-ciri, jenis, contoh, dan perbedaannya dengan puisi!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-08T02:00:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-08T06:16:04+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Devi Lianovanda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa\",\"name\":\"Prosa: Ciri-Ciri, Jenis, Contoh, dan Bedanya dengan Puisi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/faefe9ab-212a-4933-88cb-e11df319344f.png\",\"datePublished\":\"2026-10-08T02:00:37+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-08T06:16:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/6dcd20383b39caa2c9674d08b39fc6ac\"},\"description\":\"Prosa merupakan karya sastra dalam bentuk cerita dengan bahasa yang lugas dan sederhana. Yuk, ketahui ciri-ciri, jenis, contoh, dan perbedaannya dengan puisi!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/faefe9ab-212a-4933-88cb-e11df319344f.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/faefe9ab-212a-4933-88cb-e11df319344f.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Prosa: Ciri-Ciri, Jenis, Contoh, dan Bedanya dengan Puisi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/6dcd20383b39caa2c9674d08b39fc6ac\",\"name\":\"Devi Lianovanda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a9ca0e620f8e70168b31d6ee1335470844b915acc41b0e5e6211181acd871e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a9ca0e620f8e70168b31d6ee1335470844b915acc41b0e5e6211181acd871e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Devi Lianovanda\"},\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/devi-lianovanda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Prosa: Ciri-Ciri, Jenis, Contoh, dan Bedanya dengan Puisi","description":"Prosa merupakan karya sastra dalam bentuk cerita dengan bahasa yang lugas dan sederhana. Yuk, ketahui ciri-ciri, jenis, contoh, dan perbedaannya dengan puisi!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Prosa: Ciri-Ciri, Jenis, Contoh, dan Bedanya dengan Puisi","og_description":"Prosa merupakan karya sastra dalam bentuk cerita dengan bahasa yang lugas dan sederhana. Yuk, ketahui ciri-ciri, jenis, contoh, dan perbedaannya dengan puisi!","og_url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa","og_site_name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","article_published_time":"2026-10-08T02:00:37+00:00","article_modified_time":"2026-10-08T06:16:04+00:00","author":"Devi Lianovanda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Devi Lianovanda","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa","name":"Prosa: Ciri-Ciri, Jenis, Contoh, dan Bedanya dengan Puisi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/faefe9ab-212a-4933-88cb-e11df319344f.png","datePublished":"2026-10-08T02:00:37+00:00","dateModified":"2026-10-08T06:16:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/6dcd20383b39caa2c9674d08b39fc6ac"},"description":"Prosa merupakan karya sastra dalam bentuk cerita dengan bahasa yang lugas dan sederhana. Yuk, ketahui ciri-ciri, jenis, contoh, dan perbedaannya dengan puisi!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/faefe9ab-212a-4933-88cb-e11df319344f.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/faefe9ab-212a-4933-88cb-e11df319344f.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-prosa#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Prosa: Ciri-Ciri, Jenis, Contoh, dan Bedanya dengan Puisi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/","name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/6dcd20383b39caa2c9674d08b39fc6ac","name":"Devi Lianovanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a9ca0e620f8e70168b31d6ee1335470844b915acc41b0e5e6211181acd871e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/51a9ca0e620f8e70168b31d6ee1335470844b915acc41b0e5e6211181acd871e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Devi Lianovanda"},"url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/devi-lianovanda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2947","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/43"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2947"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2947\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2949,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2947\/revisions\/2949"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2947"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2947"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2947"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2947"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}