{"id":2954,"date":"2026-10-15T09:00:19","date_gmt":"2026-10-15T02:00:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?p=2954"},"modified":"2026-10-16T10:40:41","modified_gmt":"2026-10-16T03:40:41","slug":"zat-aditif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif","title":{"rendered":"12 Contoh Zat Aditif pada Makanan dan Dampaknya untuk Kesehatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/9a82d394-28f4-4988-889a-a48f18a91c10.png\" alt=\"zat aditif\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini membahas seputar zat aditif pada makanan, mulai dari jenis dan contoh zat aditif alami dan buatan dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan<\/span><\/i><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa nasi kuning warnanya bisa menjadi kuning?\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa kue klepon warnanya hijau?\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa kue tradisional bisa punya aroma wangi pandan?\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kok bisa ya, setiap makanan yang kita makan punya warna dan aroma yang berbeda, unik, dan menarik? Nah, ternyata ada peran besar bernama <\/span><b>zat aditif!\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa itu zat aditif dan bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh kita?\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artikel ini akan membahas lebih lengkap seputar zat aditif. Lebih lanjut, ternyata ada 12 contoh dari zat aditif yang masuk ke golongan alami dan buatan juga. Makin penasaran? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Let\u2019s go, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">simak penjelasannya berikut ini!\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Apa Itu Zat Aditif?\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan bingung ya, zat aditif dan zat adiktif itu <\/span><b>tidak sama. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Zat aditif adalah sesuatu yang berkaitan dengan makanan dan minuman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, pengertian dari zat aditif adalah bahan tambahan pangan yang ditambahkan secara sengaja ke dalam produk makanan atau minuman, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, pemrosesan, dan pengemasan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari definisi tersebut dapat disimpulkan jika zat aditif <\/span><b>bukan bahan utama <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">dalam resep masakan. Zat aditif akan ditambahkan dalam jumlah kecil dengan tujuan berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memperbaiki cita rasa, aroma, dan penampilan makanan atau minuman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memperpanjang daya simpan dan memperlambat proses pembusukan dari bakteri dan jamur.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mempertahankan tekstur dan nilai gizi, seperti vitamin dan mineral.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengurangi biaya produksi, misalnya penggunaan pemanis buatan secara harga lebih terjangkau dibandingkan menggunakan gula pasir asli.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di Indonesia, makanan dan minuman yang mengandung zat aditif wajib mengantongi izin edar dan memenuhi ambang batas aman yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>3 Jenis Zat Aditif<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">World Health Organization <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(WHO), jenis zat aditif dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) karakteristik utama:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Zat Perasa Makanan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada umumnya, zat aditif digunakan untuk zat perisa makanan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Flavouring agents<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) untuk menambah atau mengubah aroma dan rasa pada makanan atau minuman. Perisa makanan dapat berasal dari sumber alami (Hewan atau tumbuhan), atau kimia\/sintetis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa contoh makanan atau minuman yang mengandung perisa makanan bisa ditemukan pada makanan atau minuman ringan, seperti kue, sereal, yogurt, hingga permen.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Preparat Enzim<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis zat aditif ini mengandung enzim yang berasal dari protein alami yang didapat dari ekstraksi tanaman, produk hewan, dan mikroorganisme seperti bakteri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi preparat enzim sebagai zat aditif terlihat pada beberapa produk makanan dan minuman, seperti pada anggur dan alkohol untuk meningkatkan fermentasi. Selain itu ada pada keju untuk meningkatkan pembentukan dadih. Bukan hanya itu, kue saja menggunakan preparat enzim ini untuk memperbaiki adonan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Zat Aditif Lainnya<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis zat aditif ini dimanfaatkan untuk pengawetan agar dapat memperlambat pembusukan dan menjaga kualitas makanan, pewarnaan, serta pemanisan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada konteks tambahan pemanis buatan, WHO mengeluarkan larangan untuk menambah pemanis non-gula karena tidak memberi manfaat jangka panjang dalam pemeliharaan berat badan, dan tetap berisiko pada penyakit tidak menular seperti diabetes.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Macam-macam Zat Aditif pada Makanan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, zat aditif pada makanan dan minuman yang sering kita konsumsi nggak jauh dari bahan-bahan alami dan juga buatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Zat Aditif Alami<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zat aditif alami adalah bahan tambahan makanan dan minuman yang berasal dari alam tanpa melibatkan proses sitesis atau kimia. Zat aditif alami digunakan untuk pengawet, pewarna, dan penyedap rasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Zat Aditif Buatan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zat aditif buatan adalah bahan tambahan sintetis yang ditambahkan pada makanan dan minuman melalui proses kimiawi untuk menggantikan zat aditif alami. Zat aditif buatan boleh digunakan, asal sesuai batas yang dianjurkan oleh BPOM.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>12 Contoh Zat Aditif pada Makanan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini adalah contoh zat aditif pada makanan berdasarkan kategori contoh zat aditif alami dan buatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Kunyit<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kunyit adalah salah satu contoh zat aditif alami yang digunakan sebagai pewarna alami. Kalau kamu suka makan nasi kuning, warna kuning berasal dari si kunyit ini!\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa kunyit bisa menghasilkan warna kuning? Karena berkat senyawa kurkumin! Senyawa kurkunin memberi warna kuning pada makanan atau minuman, seperti gulai hingga jamu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain jadi pewarna makanan alami, kunyit berperan juga sebagai antioksidan alami supaya makanan atau minuman nggak tengik.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Daun Pandan dan Suji<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yup, daun pandan dan daun suji berperan memberi warna hijau alami pada makanan atau minuman. Daun suji biasanya digunakan untuk pembuatan <\/span><b>es cendol.\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, daun pandan dan daun suji punya aroma yang khas juga, lho! Banyak banget makanan tradisional yang pakai daun ini sebagai zat aditif alami, seperti klepon, kue mangkok, kue talam, cenil, dan lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Gula Aren dan Madu<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau gula aren dan madu sih, pasti udah nggak asing lagi ya. Soalnya, gula aren dan madu sering digunakan sebagai pengganti gula pasir, tetapi mereka masuk ke dalam golongan zat aditif alami. Rasa manis yang diberikan juga cukup khas dari gula aren dan madu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Garam Dapur<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain memberi rasa asin alami, garam dapur juga bisa menjadi pengawet alami pada daging dan ikan. Prosesnya disebut juga sebagai penggaraman yang menyerap kadar air untuk mencegah pertumbuhan bakteri pembusuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh makanan dengan zat aditif alami menggunakan garam dapur sebagai pengawet adalah ikan asin, telur asin, dendeng, sosis.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Kuning Telur<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa sangka kalau kuning telur bisa jadi zat aditif alami untuk makanan?\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, mayonnaise yang suka ada pada burger dan salad favorit kamu itu terbuat dari kuning telur sebagai emulsifier. Adonan kue menggunakan banyak kuning telur supaya adonan dapat mengembang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahu kue nastar yang bulat dan mengkilap? Kilauan pada kue nastar juga berkat kuning telur!\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Kayu Manis dan Cengkeh<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tahu kalau kayu manis dan cengkeh termasuk ke dalam rempah alami untuk penyedap rasa. Namun, kayu manis yang mengandung sinamaldehida dan cengkeh mengandung eugenol punya peran sebagai antiseptik untuk merusak sel kuman pada makanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. MSG<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenal sama istilah <\/span><b>micin? <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Yup, dia adalah nama gaul-nya MSG atau <\/span><b>Monosodium Glutamat. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai zat aditif buatan, MSG yang mengandung garam dan asam glutamat membuat rasa makanan jadi lebih gurih atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">umami.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Natrium Benzoat dan Azam Benzoat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai zat aditif buatan, Natrium Benzoat dan Asam Benzoat berfungsi sebagai pengawet untuk menghambat pertumbuhan jamur dan ragi pada makanan kemasan, seperti jus buah, saus, dan makanan ringan lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>9. Aspartam dan Sakarin<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keduanya masuk ke dalam contoh zat aditif buatan yang berperan sebagai pemanis buatan. Banyak banget deh kandungan ini di minuman kemasan, dan salah satu ciri minuman kemasannya pasti berwarna.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, aspartam dan sakarin ini juga banyak ditemukan di minuman diet yang rendah kalori, biasanya khusus untuk penderita diabetes.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>10. Tartrazine dan Brilliant Blue FCF\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua zat ini adalah pewarna sintetis pada makanan dan minuman ringan. Kalau Tartrazine memberi warna kuning, Brillian Blue FCF memberi warna biru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain kedua zat aditif ini, masih ada lagi pewarna sitetis lainnya, seperti Erythrosine, Carmoisine, Indigotin, Allura Red, Fast Green FCF, Chocolate Brown HT.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>11. Natrium Nitrit\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan daging olahan seperti sosis, kornet, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bacon, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nugget umumnya mengandung Natrium Nitrit atau Natrium Nitrat. Tujuannya supaya daging tetap segar, mencegah kontaminasi bakteri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Clostridium botulinum, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sampai mempertahankan warna merah pada daging.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>12. Amil Asetat<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amil Asetat termasuk ke dalam zat aditif buatan untuk memberikan aroma tambahan, misalnya pada pisang ambon. Selain itu, ada juga Metil Antranilat yang memberi aroma anggur pada minuman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Efek Samping Zat Aditif Buatan<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Zat aditif buatan yang melibatkan proses kimia ini punya efek samping terhadap kesehatan jika dikonsumsi melebihi batas.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Siklamat <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">punya efek samping pada penyakit kanker.<\/span><\/li>\n<li><b>Sakarin <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">efek sampingnya pada infeksi dan kanker kantong kemih.<\/span><\/li>\n<li><b>Aspartam <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">efek sampingnya pada gangguan saraf dan tumor otak.<\/span><\/li>\n<li><b>MSG <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yang dikonsumsi berlebihan menyebabkan hipertensi, gangguan hati, mual dan muntah, sampai penuaan dini.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Poin-poin di atas adalah efek samping zat aditif buatan yang masih aman untuk dikonsumsi. BPOM melarang penggunaan zat aditif berikut ini:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Boraks<\/b><\/li>\n<li><b>Formalin<\/b><\/li>\n<li><b>Rhodamin B <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">(Pewarna tekstil yang umumnya digunakan pada makanan)<\/span><\/li>\n<li><b>Methanil Yellow <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">(Pewarna tekstil)<\/span><\/li>\n<li><b>Asam Asidat<\/b><\/li>\n<li><b>Amarant<\/b><\/li>\n<li><b>Dulsin<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, masih banyak pedagang yang curang menggunakan zat aditif di atas untuk makanan dan minuman. Efek samping pada kesehatan justru memicu kanker, kerusakan pada ginjal dan hati, hingga menyebabkan kematian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, apa yang dimaksud dengan zat aditif adalah sesuatu yang ditambahkan pada makanan dan minuman untuk menambah rasa, membuat makanan lebih awet, dan menjadikan tampilan makanan dan minuman menjadi lebih menarik. Ada zat aditif alami dan buatan, dan pastikan ketahui batas konsumsinya supaya terhidndar dari potensi keracunan, penyakit kronis, hingga kematian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penjelasan zat aditif lainnya bisa kamu akses di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/\">Alta Global School by Ruangguru<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Sistemnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">blended learning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">offline <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">buat kamu bisa belajar di mana saja! Dengan kurikulum internasional dan pengajar yang seru, proses belajar jadi makin mantap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/popup-lp-ags-oh-tc?referralCookiesId=7bae6898-a656-4f38-9439-8d1d2db4f6ac&amp;referrer=https%253A%252F%252Fwww.altaglobalschool.com%252F&amp;clientTimestamp=2026-08-17T08%3A14%3A30.348Z&amp;cookiesId=7bae6898-a656-4f38-9439-8d1d2db4f6ac&amp;sessionId=ba27c74d-6c6d-4e96-9d05-34c049fc3ccb&amp;clientDevice=Chrome+150+on+Windows+10&amp;clientOS=Windows&amp;clientOSVersion=10\">Coba kelas GRATIS sekarang<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> di Alta Global School buat pengalaman belajar yang lebih seru.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/form.jotform.com\/260962823741461?channel=blog-ags&amp;subchannel1=article&amp;source=ags\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8f335b78-3dbf-4413-9ebf-faccfe12d155.png\" alt=\"free trial\" width=\"1024\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Referensi:\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ismiati, Asyura, S., Kesumawati, &amp; Novianti. (2024). Sosialisasi penggunaan zat aditif pada makanan dan minuman serta dampak bagi kesehatan siswa. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jurnal Pengabdian Masyarakat (Kesehatan)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">6<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(2), 148\u2013152.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumparan. (2024). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">12 Contoh zat aditif alami dan buatan pada makanan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kumparan. https:\/\/kumparan.com\/ragam-info\/12-contoh-zat-aditif-alami-dan-buatan-pada-makanan-227XHWgHkUd<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puskesmas Sesela. (2021). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis zat aditif pada makanan, kegunaan, dan efek sampingnya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat. https:\/\/puskesmassesela-dikes.lombokbaratkab.go.id\/artikel\/jenis-zat-aditif-pada-makanan-kegunaan-dan-efek-sampingnya\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ruangguru. (2022). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Apa sih zat aditif itu? (Jenis, contoh, &amp; dampaknya)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ruangguru. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-sih-zat-aditif-itu<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">World Health Organization. (2023). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Food additives<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. World Health Organization. https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/food-additives<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yakes Telkom. (2022). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Zat aditif<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Yayasan Kesehatan Telkom. https:\/\/yakestelkom.or.id\/serba-serbi-kesehatan\/zat-aditif<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Amir, H., Amida, N., &amp; Nurhamidah. (2021). Sosialisasi pengenalan tentang bahan aditif tambahan pada makanan dan minuman. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ANDROMEDA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Rafflesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">1<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(1), 22\u201331.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel ini membahas seputar zat aditif pada makanan, mulai dari jenis dan contoh zat aditif alami dan buatan dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan \u2014 Kenapa nasi kuning warnanya bisa menjadi kuning?\u00a0 Kenapa kue klepon warnanya hijau?\u00a0 Kenapa kue tradisional bisa punya aroma wangi pandan?\u00a0 Kok bisa ya, setiap makanan yang kita makan punya warna dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":51,"featured_media":2954,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1792121900:10"],"_edit_last":["10"],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/9a82d394-28f4-4988-889a-a48f18a91c10.png"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["zat aditif makanan"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Artikel ini membahas seputar zat aditif pada makanan, mulai dari jenis dan contoh alami dan buatan dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan."],"_yoast_wpseo_linkdex":["84"],"_yoast_wpseo_content_score":["30"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"],"_wp_old_date":["2026-10-16"]},"categories":[1],"tags":[4],"class_list":["post-2954","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-edukasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>12 Contoh Zat Aditif pada Makanan dan Dampaknya untuk Kesehatan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel ini membahas seputar zat aditif pada makanan, mulai dari jenis dan contoh alami dan buatan dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"12 Contoh Zat Aditif pada Makanan dan Dampaknya untuk Kesehatan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini membahas seputar zat aditif pada makanan, mulai dari jenis dan contoh alami dan buatan dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-15T02:00:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-16T03:40:41+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kusariani Dinda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kusariani Dinda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif\",\"name\":\"12 Contoh Zat Aditif pada Makanan dan Dampaknya untuk Kesehatan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/9a82d394-28f4-4988-889a-a48f18a91c10.png\",\"datePublished\":\"2026-10-15T02:00:19+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-16T03:40:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/0e31bcaca98d60f5d4a44cfff6ba52c5\"},\"description\":\"Artikel ini membahas seputar zat aditif pada makanan, mulai dari jenis dan contoh alami dan buatan dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/9a82d394-28f4-4988-889a-a48f18a91c10.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/9a82d394-28f4-4988-889a-a48f18a91c10.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"12 Contoh Zat Aditif pada Makanan dan Dampaknya untuk Kesehatan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/0e31bcaca98d60f5d4a44cfff6ba52c5\",\"name\":\"Kusariani Dinda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bf829a091809bc2fce06a7a7b09f09dd7096a9fee139f2df25731a8c1e0e85db?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bf829a091809bc2fce06a7a7b09f09dd7096a9fee139f2df25731a8c1e0e85db?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kusariani Dinda\"},\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/kusariani-adinda\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"12 Contoh Zat Aditif pada Makanan dan Dampaknya untuk Kesehatan","description":"Artikel ini membahas seputar zat aditif pada makanan, mulai dari jenis dan contoh alami dan buatan dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"12 Contoh Zat Aditif pada Makanan dan Dampaknya untuk Kesehatan","og_description":"Artikel ini membahas seputar zat aditif pada makanan, mulai dari jenis dan contoh alami dan buatan dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan.","og_url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif","og_site_name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","article_published_time":"2026-10-15T02:00:19+00:00","article_modified_time":"2026-10-16T03:40:41+00:00","author":"Kusariani Dinda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Kusariani Dinda","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif","name":"12 Contoh Zat Aditif pada Makanan dan Dampaknya untuk Kesehatan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/9a82d394-28f4-4988-889a-a48f18a91c10.png","datePublished":"2026-10-15T02:00:19+00:00","dateModified":"2026-10-16T03:40:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/0e31bcaca98d60f5d4a44cfff6ba52c5"},"description":"Artikel ini membahas seputar zat aditif pada makanan, mulai dari jenis dan contoh alami dan buatan dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/9a82d394-28f4-4988-889a-a48f18a91c10.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/9a82d394-28f4-4988-889a-a48f18a91c10.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/zat-aditif#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"12 Contoh Zat Aditif pada Makanan dan Dampaknya untuk Kesehatan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/","name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/0e31bcaca98d60f5d4a44cfff6ba52c5","name":"Kusariani Dinda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bf829a091809bc2fce06a7a7b09f09dd7096a9fee139f2df25731a8c1e0e85db?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bf829a091809bc2fce06a7a7b09f09dd7096a9fee139f2df25731a8c1e0e85db?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kusariani Dinda"},"url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/kusariani-adinda"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2954","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/51"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2954"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2954\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2957,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2954\/revisions\/2957"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2954"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}