{"id":870,"date":"2026-03-05T09:00:43","date_gmt":"2026-03-05T02:00:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.altaschool.id\/blog\/?p=870"},"modified":"2026-03-06T09:32:53","modified_gmt":"2026-03-06T02:32:53","slug":"sistem-gerak-pada-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia","title":{"rendered":"Sistem Gerak Manusia: Organ, Fungsi, dan Gangguannya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0384d5c5-8231-4c21-a63f-3c4c9a9a9113.png\" alt=\"sistem gerak manusia\" width=\"820\" height=\"410\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti apa pengertian, organ, fungsi, maupun kelainan dan gangguan yang dapat menyerang sistem gerak pada manusia? Berikut uraiannya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa manusia bisa bergerak? Jawabannya adalah karena manusia memiliki sistem gerak, yang terdiri atas berbagai organ yang memungkinkan manusia untuk melakukan pergerakan, mulai dari gerakan sederhana, hingga gerakan yang rumit. Apa itu sistem gerak pada manusia? Yuk, kita bahas lebih lanjut!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Sistem Gerak Manusia<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Sistem gerak adalah<\/strong> kesatuan pada tubuh yang membuat manusia bisa bergerak seperti yang dikehendaki. Fungsi sistem gerak adalah untuk memungkinkan manusia bergerak bebas dan berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem gerak pada manusia terdiri atas:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Alat gerak aktif<\/strong>, yaitu otot-otot yang menempel pada tulang dan rangka<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Alat gerak pasif<\/strong>, yaitu sekumpulan tulang yang membentuk rangka manusia<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Persendian<\/strong>, yang berfungsi sebagai penghubung antar tulang<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Organ Sistem Gerak Manusia dan Fungsinya<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah disebutkan di atas, organ atau komponen yang termasuk dalam sistem gerak manusia adalah otot, rangka, dan persendian. Apa fungsi dari masing-masing organ sistem gerak manusia ini?<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Otot<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kehidupan sehari-hari, otot disebut juga sebagai daging. Tulang-tulang yang menyusun kerangka tubuh manusia tertutup oleh otot-otot. Dengan adanya kerja otot, maka tubuh dapat digerakkan. Oleh sebab itu, otot disebut sebagai alat gerak aktif, sedangkan rangka atau tulang disebut sebagai alat gerak pasif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan jenisnya, otot dibagi menjadi tiga, yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung. Secara umum, fungsi otot antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai penggerak tulang-tulang sehingga menghasilkan sebuah gerakan sesuai yang diinginkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memberikan bentuk luar tubuh bersama dengan rangka.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/hewan-inverterbrata\">Hewan Invertebrata, Pengertian, Ciri, Peran dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Rangka<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rangka tubuh manusia tersusun oleh 206 potong tulang yang saling berhubungan. Fungsi rangka antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menegakkan tubuh<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menentukan bentuk tubuh<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pelindung pada organ yang sifatnya lunak<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai tempat melekatnya otot<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai tempat pembentukan sel darah merah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai alat gerak pasif<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tulang-tulang yang menyusun rangka terdiri atas 3 kelompok besar yaitu tengkorak, badan, dan anggota gerak. Tulang anggota gerak pada manusia terdiri atas tulang anggota gerak atas, yang bersambungan dengan gelang bahu, serta tulang anggota gerak bawah, yang bersambungan dengan gelang pinggul.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>a. Rangka anggota gerak bagian atas<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tulang anggota gerak bagian atas terdiri atas gelang bahu, dua tulang lengan atas, dua tulang pengumpil, dua tulang hasta, enam belas tulang pergelangan tangan, sepuluh tulang telapak tangan, dan 28 tulang jari tangan. Tulang hasta dan tulang pengumpil merupakan tulang lengan bawah. Tulang hasta letaknya searah dengan sisi kelingking, sedangkan tulang pengumpil letaknya searah dengan ibu jari. Tulang pengumpil dapat digerakkan di atas tulang hasta (memutar).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/d63e004b-4c68-4fa7-ab32-86546240a7b7.png\" alt=\"Gambar rangka anggota gerak bagian atas dan bagian bawah\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar rangka anggota gerak bagian atas dan bagian bawah (Sumber: brainly.co.id)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>b. Rangka anggota gerak bagian bawah<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tulang anggota gerak bagian bawah terdiri atas gelang panggul, dua tulang paha, dua tulang tempurung lutut, dua tulang kering, dua tulang betis, empat belas tulang pergelangan kaki, sepuluh tulang telapak kaki, dan 28 tulang jari kaki. Kaki atau tungkai memiliki fungsi utama untuk menopang berat tubuh dan mengatur gerak tubuh ketika berjalan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Persendian (Sendi)<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sendi adalah tempat bertemunya dua buah tulang. Sendi diikat oleh ligamen dan tendon. Berdasarkan kemampuannya dalam bergerak, sendi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sendi dengan gerakan bebas (diartrosis), sendi dengan gerakan terbatas (amfiartrosis), dan sendi yang tidak dapat bergerak (sinartrosis).<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>a. Sendi Gerak (Diartrosis)<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sendi gerak atau diartrosis adalah persendian dengan gerakan bebas dan mobilitasnya cukup besar. Persendian ini umumnya ditemukan pada hubungan antara tulang-tulang panjang. Persendian ini dibedakan menjadi lima, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Sendi Engsel<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, merupakan sendi yang memungkinkan pergerakan tulang pada satu arah. Contoh sendi engsel yaitu sendi pada lutut dan siku.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Sendi Pelana<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, merupakan sendi di mana salah satu tulang bisa digerakkan menuju dua arah. Contoh sendi pelana yaitu sendi yang menghubungkan ruas jari dengan telapak tangan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Sendi Geser<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, merupakan sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan pergeseran pada tulang. Contoh sendi geser yaitu sendi-sendi pada ruas tulang belakang.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Sendi Putar<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, merupakan sendi di mana salah satu tulang dapat bergerak karena mempunyai poros pada tulang yang lain. Contoh sendi putar yaitu sendi yang menghubungkan tulang hasta dan tulang pengumpil.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Sendi Peluru<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, merupakan sendi di mana salah satu tulang berbentuk bonggol, sehingga tulang itu dapat bergerak ke segala arah. Contoh sendi peluru yaitu sendi yang menghubungkan tulang lengan dengan tulang gelang bahu serta tulang paha dan tulang gelang panggul.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>b. Sendi Kaku (Amfiartrosis)<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sendi kaku atau amfiartrosis merupakan persendian yang memiliki gerakan terbatas. Persendian ini dibedakan menjadi dua, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Simfisis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, yakni amfiartrosis di mana antar tulang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang berbentuk seperti cakram. Contohnya adalah hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Sindesmosis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, yakni amfiartrosis di mana antar tulang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Contohnya adalah persendian antara fibula dan tibia.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 12pt;\"><b>c. Sendi Mati (Sinartrosis)<\/b><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sendi mati atau sinartrosis merupakan sendi yang tidak bisa bergerak dan hanya bisa diam. Persendian ini dibedakan menjadi dua, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Sinartrosis sinfibrosis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, yakni sinartrosis yang tulangnya dihubungkan jaringan ikat fibrosa. Contoh: persendian tulang tengkorak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Sinartrosis sinkondrosis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, yakni sinartrosis yang dihubungkan oleh tulang rawan. Contoh: hubungan antar segmen pada tulang belakang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Komponen Sistem Gerak Manusia Lainnya<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain ketiga komponen di atas, ada juga komponen lainnya yang juga berperan dalam sistem gerak pada manusia. Di antaranya yaitu:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Tendon<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tendon adalah jaringan keras yang berfungsi menghubungkan otot ke tulang. Jaringan ini sebagian besar terdiri atas kolagen.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Ligamen<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ligamen adalah jaringan keras yang mengelilingi sendi dan turut membantu sendi dalam menghubungkan tulang yang satu dengan tulang yang lain. Ligamen tersusun atas kolagen dan serat-serat elastik, sehingga masih dapat meregang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/hewan-vertebrata\">Hewan Vertebrata, Pengertian, Ciri, Klasifikasi &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Tulang Rawan<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tulang rawan adalah tulang lunak yang mengelilingi ujung dari dua tulang yang membentuk sendi. Tulang rawan yang normal memiliki tekstur yang lebih halus tetapi padat. Fungsi tulang rawan adalah untuk menyerap tekanan serta gesekan berlebih ketika tubuh bergerak.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Saraf<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada sistem gerak manusia, saraf berfungsi untuk mengontrol kontraksi otot skeletal serta menginterpretasikan informasi rangsangan. Secara umum, saraf juga berfungsi untuk mengkoordinasi aktivitas yang ada pada sistem organ di tubuh.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Bursae<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bursae adalah suatu kantong berisi cairan yang bertindak sebagai bantalan dan mengurangi gesekan di permukaan organ tubuh yang bergerak, seperti tulang, otot, tendon, dan kulit.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Gangguan dan Kelainan pada Sistem Gerak Manusia<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelainan dan gangguan pada sistem gerak manusia juga dapat terjadi, sama halnya dengan sistem lainnya pada tubuh manusia, seperti <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-peredaran-darah-manusia\">sistem peredaran darah<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-pernapasan-manusia\">sistem pernapasan manusia<\/a><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">. Gangguan dan kelainan ini dapat menghambat gerakan manusia saat melakukan aktivitas sehari-hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kelainan atau gangguan pada sistem gerak manusia yang umum terjadi, antara lain:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Osteoporosis<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Osteoporosis adalah kondisi yang menyebabkan tulang menjadi keropos dan rapuh karena kekurangan kalsium, maupun produksi hormon, sehingga tulang akan mudah patah. Patah tulang akibat osteoporosis sering terjadi pada pinggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang. Dalam beberapa kasus, tulang kering juga dapat mengalami osteoporosis yang membuatnya rentan mengalami patah tulang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. Artritis<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Artritis adalah peradangan pada satu atau lebih sendi, yang menyebabkan kekakuan dan rasa nyeri yang dapat memburuk seiring pertambahan usia. Artritis dapat terjadi akibat penyebab yang berbeda-beda, termasuk keausan, infeksi, serta penyakit lain yang mendasarinya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. Kifosis, Lordosis, dan Skoliosis<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kifosis, lordosis, dan skoliosis adalah kelainan pada tulang punggung. Kifosis merupakan kelainan di mana tulang punggung terlalu membengkok ke belakang. Lordosis merupakan kelainan di mana tulang punggung terlalu membengkok ke depan. Sementara itu, skoliosis merupakan kelainan di mana tulang punggung terlalu membengkok ke kanan atau ke kiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f72cabe0-d4d8-4d2d-98ac-35658427c356.jpg\" alt=\"Gambar kifosis, lordosis, dan skoliosis\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Gambar kifosis, lordosis, dan skoliosis (Sumber: jogja.tribunnews.com)<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga kelainan ini dapat dipicu oleh posisi duduk yang tidak benar. Selain itu, bisa juga dipicu oleh kebiasaan mengangkat beban terlalu berat pada salah satu sisi bahu, sehingga membuat posisi tulang punggung tidak lurus dan tidak seimbang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. Polio\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Polio adalah kelainan yang disebabkan adanya infeksi virus polio. Penderita polio akan mengalami kondisi tulang yang kian lama kian mengecil sehingga berujung pada kelumpuhan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. Rakhitis\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rakhitis adalah kelainan yang terjadi akibat kekurangan asupan vitamin D, sehingga tulang kaki berbentuk menyerupai huruf X atau huruf O.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-meningkatkan-iq-anak-orang-tua-wajib-tahu\">Cara Meningkatkan IQ Anak dan Faktor yang Mempengaruhinya<\/a>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. Tetanus\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tetanus adalah kelainan pada otot yang dikarenakan oleh infeksi bakteri, sehingga kondisi otot terus menegang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. Atrofi\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Atrofi merupakan kondisi otot yang terus mengecil. Biasanya kelainan ini beriringan dengan adanya infeksi virus polio. Karena otot tidak digerakkan, maka otot akan menyusut dan mengecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. Kram dan Kejang Otot\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kram dan kejang otot merupakan gangguan yang terjadi akibat kegiatan otot yang berlebih. Biasanya, gangguan ini terjadi pada atlet olahraga yang banyak menggunakan tubuhnya untuk bergerak saat latihan atau lomba.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekian pembahasan mengenai sistem gerak pada manusia, yang meliputi pengertian, organ dan komponen sistem gerak manusia, hingga gangguan dan kelainan pada sistem gerak manusia. Kamu sudah paham, belum?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mau belajar berbagai topik menarik lainnya? Yuk, belajar di\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/\">Alta Global School<\/a><\/strong>!\u00a0AGS adalah sekolah dengan metode pembelajaran\u00a0<em>blended-learning<\/em>\u00a0untuk jenjang Pre-K hingga Kelas 12, yang dirancang untuk mempersiapkan siswa mendapatkan beasiswa ke universitas terkemuka di Indonesia dan dunia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">kompas.com\/skola\/read\/2022\/10\/22\/080000469\/sistem-gerak-manusia&#8211;pengertian-dan-komponennya?page=all&amp;lgn_method=google<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">health.detik.com\/kebugaran\/d-6500870\/mengenal-sistem-gerak-pada-manusia-beserta-fungsinya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">gramedia.com\/literasi\/sistem-gerak-manusia\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Diakses: 25 Februari 2024)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seperti apa pengertian, organ, fungsi, maupun kelainan dan gangguan yang dapat menyerang sistem gerak pada manusia? Berikut uraiannya! &#8212; Mengapa manusia bisa bergerak? Jawabannya adalah karena manusia memiliki sistem gerak, yang terdiri atas berbagai organ yang memungkinkan manusia untuk melakukan pergerakan, mulai dari gerakan sederhana, hingga gerakan yang rumit. Apa itu sistem gerak pada manusia? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":870,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1772764237:1"],"_edit_last":["1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Seperti apa pengertian, organ, fungsi, maupun kelainan dan gangguan yang dapat menyerang sistem gerak pada manusia? Berikut uraiannya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0384d5c5-8231-4c21-a63f-3c4c9a9a9113.png"],"_wp_old_date":["2024-03-06","2025-03-06"],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["sistem gerak manusia"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Seperti apa pengertian, organ, fungsi, maupun kelainan dan gangguan yang dapat menyerang sistem gerak pada manusia? Berikut uraiannya!"],"_yoast_wpseo_linkdex":["82"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["7"],"_linker_next_update":["1769392873"]},"categories":[1],"tags":[4],"class_list":["post-870","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-edukasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sistem Gerak Manusia: Organ, Fungsi, dan Gangguannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Seperti apa pengertian, organ, fungsi, maupun kelainan dan gangguan yang dapat menyerang sistem gerak pada manusia? Berikut uraiannya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sistem Gerak Manusia: Organ, Fungsi, dan Gangguannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Seperti apa pengertian, organ, fungsi, maupun kelainan dan gangguan yang dapat menyerang sistem gerak pada manusia? Berikut uraiannya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-05T02:00:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-06T02:32:53+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia\",\"name\":\"Sistem Gerak Manusia: Organ, Fungsi, dan Gangguannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0384d5c5-8231-4c21-a63f-3c4c9a9a9113.png\",\"datePublished\":\"2026-03-05T02:00:43+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-06T02:32:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/ec07dc48bd3f7b1b0a859f2e6b39dfe4\"},\"description\":\"Seperti apa pengertian, organ, fungsi, maupun kelainan dan gangguan yang dapat menyerang sistem gerak pada manusia? Berikut uraiannya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0384d5c5-8231-4c21-a63f-3c4c9a9a9113.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0384d5c5-8231-4c21-a63f-3c4c9a9a9113.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sistem Gerak Manusia: Organ, Fungsi, dan Gangguannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/ec07dc48bd3f7b1b0a859f2e6b39dfe4\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f5152af1744ccff8f9a866690d57ca2a936b6b97ab958a1da22815a6fd62ef48?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f5152af1744ccff8f9a866690d57ca2a936b6b97ab958a1da22815a6fd62ef48?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sistem Gerak Manusia: Organ, Fungsi, dan Gangguannya","description":"Seperti apa pengertian, organ, fungsi, maupun kelainan dan gangguan yang dapat menyerang sistem gerak pada manusia? Berikut uraiannya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sistem Gerak Manusia: Organ, Fungsi, dan Gangguannya","og_description":"Seperti apa pengertian, organ, fungsi, maupun kelainan dan gangguan yang dapat menyerang sistem gerak pada manusia? Berikut uraiannya!","og_url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia","og_site_name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","article_published_time":"2026-03-05T02:00:43+00:00","article_modified_time":"2026-03-06T02:32:53+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia","name":"Sistem Gerak Manusia: Organ, Fungsi, dan Gangguannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0384d5c5-8231-4c21-a63f-3c4c9a9a9113.png","datePublished":"2026-03-05T02:00:43+00:00","dateModified":"2026-03-06T02:32:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/ec07dc48bd3f7b1b0a859f2e6b39dfe4"},"description":"Seperti apa pengertian, organ, fungsi, maupun kelainan dan gangguan yang dapat menyerang sistem gerak pada manusia? Berikut uraiannya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0384d5c5-8231-4c21-a63f-3c4c9a9a9113.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/0384d5c5-8231-4c21-a63f-3c4c9a9a9113.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/sistem-gerak-pada-manusia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sistem Gerak Manusia: Organ, Fungsi, dan Gangguannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/","name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/ec07dc48bd3f7b1b0a859f2e6b39dfe4","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f5152af1744ccff8f9a866690d57ca2a936b6b97ab958a1da22815a6fd62ef48?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f5152af1744ccff8f9a866690d57ca2a936b6b97ab958a1da22815a6fd62ef48?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/870","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=870"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/870\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2545,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/870\/revisions\/2545"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/870"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}