{"id":94,"date":"2025-09-18T09:00:09","date_gmt":"2025-09-18T02:00:09","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=94"},"modified":"2026-04-25T18:02:51","modified_gmt":"2026-04-25T11:02:51","slug":"penyakit-disleksia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia","title":{"rendered":"Disleksia pada Anak, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c9e0a2bf-e335-4404-9f72-6678b38cb106.png\" alt=\"disleksia pada anak\" \/><\/em><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Apakah anak mengalami kesulitan membaca, menulis dan mengeja? Bisa jadi hal itu termasuk ciri-ciri disleksia.\u00a0<\/em><em>Apa itu disleksia? Yuk simak di artikel berikut ini!<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Halo Ayah Bunda!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dalam mempelajari berbagai hal, termasuk membaca, menulis, dan mengeja. Akan tetapi, Ayah dan Bunda harus waspada mengenai gangguan belajar yang bisa saja dialami oleh anak. Dalam dunia medis, terdapat jenis-jenis gangguan belajar, lho. Sebut saja disleksia, dispraksia, hingga disgrafia. Mungkin istilah tadi masih asing di telinga, ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, alangkah baiknya jika Ayah dan Bunda bisa mengenali tanda-tanda serta penanganan yang tepat untuk mengatasi gangguan belajar, khususnya disleksia. Nah, di artikel ini, kita bakal membahas lebih lanjut mengenai penyakit disleksia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Pengertian Disleksia<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>\u201cApa sih disleksia itu?\u201d<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disleksia adalah gangguan yang berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam membaca, menulis dan mengeja. Biasanya, penderita disleksia mengalami kendala dalam membedakan huruf atau angka. Misalnya, huruf g dibaca sebagai angka 9.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak-anak yang menderita disleksia juga susah memahami bunyi abjad, sehingga sulit mempelajari kata-kata baru meskipun sudah menghapal beberapa macam kosakata. Perlu diketahui,\u00a0Disleksia tidak berkaitan dengan kecacatan pada indera penglihatan, melainkan adanya disfungsi dari suatu bagian di otak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penelitian menyebutkan bahwa 1 dari 5 anak yang kesulitan belajar menderita disleksia.\u00a0Sayangnya, hal ini tidak dapat diketahui oleh para orang tua hingga anak memasuki\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/usia-ideal-anak-belajar-calistung\" rel=\"noopener\">usia belajar calistung<\/a><\/strong>. Namun, Ayah Bunda tak perlu khawatir, sebab disleksia tidak berbanding lurus dengan kecerdasan sang buah hati.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Perbedaan Disleksia dengan Speech Delay<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagian orang masih keliru membedakan disleksia dengan speech delay. Jika penderita disleksia memiliki kesulitan dalam membaca, speech delay merupakan gangguan berkomunikasi atau berbicara.\u00a0Namun, terdapat riset yang menyebutkan bahwa penderita disleksia juga dapat mengalami\u00a0<em>speech delay<\/em>\u00a0meskipun tidak semua anak yang mengalami disleksia demikian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/apa-itu-speech-delay-yuk-kenali-tandanya-pada-anak-dan-cara-mengatasinya\" rel=\"noopener\">Tanda Anak Terkena Speech Delay dan Cara Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Penyebab Disleksia<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belum diketahui secara pasti apa penyebab dari penyakit disleksia pada anak. Sejumlah penelitian mengatakan disleksia dapat dipengaruhi oleh\u00a0genetik atau riwayat keluarga. Kelahiran prematur, infeksi pada janin saat berada di dalam kandungan, serta paparan zat nikotin, alkohol, maupun NAPZA juga meningkatkan resiko anak menderita disleksia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Gejala Disleksia<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak yang mengidap gangguan disleksia umumnya menunjukkan tanda atau ciri-ciri sebagai berikut:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Kesulitan mempelajari nama dan bunyi huruf<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biasanya anak dapat mempelajari bunyi huruf yang mirip dengan mudah. Misalnya huruf \u201cp\u201d dan \u201cq\u201d, huruf \u201cb\u201d dan \u201cd\u201d, atau huruf \u201cs\u201d dan \u201cz\u201d. Namun bagi penderita disleksia hal ini merupakan sebuah kendala. Bila\u00a0dilihat dari tulisan yang dibuatnya, orang tua atau pengajar dapat melihat\u00a0kesalahan penulisan huruf yang berulang-ulang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Kesulitan mengeja kata<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain huruf, anak yang mengalami disleksia juga kesulitan mengeja kata yang memiliki rima yang sama. Misalnya,\u00a0\u00a0kata \u201c<em>pagar<\/em>\u201d dan \u201c<em>pasar<\/em>\u201d, kata \u201c<em>kotak<\/em>\u201d dan \u201c<em>katak<\/em>\u201d, dan berbagai macam kata lainnya. Jika Ayah Bunda mendapati anak kesulitan membedakan kata-kata yang serupa, maka bisa jadi mereka mengalami disleksia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Kesulitan menulis angka dan huruf<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya huruf, angka juga menjadi kendala yang dihadapi oleh penderita disleksia.\u00a0Misalnya dalam menuliskan kata \u201c<em>pergi<\/em>\u201d, bisa jadi malah ditulis, \u201c<em>per9i<\/em>\u201d, \u201c<em>kaki<\/em>\u201d menjadi \u201c<em>kak1<\/em>\u201d, dan sebagainya. Bagi mereka, bentuk huruf dan angka yang serupa hampir tidak dapat dibedakan, sehingga penulisannya bisa jadi tertukar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Sulit membedakan kanan dan kiri<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu kendala yang dihadapi oleh penderita disleksia adalah membedakan kanan dan kiri.\u00a0Hal ini berhubungan dengan sulitnya menerima informasi baru atau mengolah memori jangka pendek. Itu sebabnya, mereka membutuhkan informasi yang berulang-ulang untuk memahami instruksi arah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika anak mendengar petunjuk arah, seperti \u201c<em>Setelah lampu merah, belok kanan sampai bertemu pertigaan, kemudian belok kiri dan berhenti di pos polisi.\u201d\u00a0<\/em>Penggalan informasi ini tidak dapat langsung dimengerti oleh penderita disleksia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/tips-efektif-mengajarkan-anak-membaca\" rel=\"noopener\">Cara Mudah Mengajarkan Anak Membaca di Rumah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Cara Mengatasi Anak yang Mengalami Disleksia<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memiliki anak dengan disleksia pasti membuat Ayah dan Bunda merasa khawatir tentang masa depannya. Berikut tips yang bisa Ayah Bunda lakukan untuk mengatasi disleksia pada anak:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Bicara kepada anak mengenai kondisinya<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketidakmampuan anak dalam menulis dan membaca berpengaruh terhadap kepercayaan diri mereka, terlebih jika anak sudah memasuki usia sekolah. Alangkah baiknya, jika Ayah dan Bunda\u00a0bicara dari hati ke hati tentang kondisi yang mereka alami.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jelaskan bahwa disleksia bukanlah tanda mereka tak pintar, melainkan rintangan yang perlu dihadapi dengan sabar. Ayah dan Bunda juga bisa berkonsultasi dahulu dengan psikolog anak atau guru sebelum berbicara pada si kecil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Gunakan elemen visual dalam pembelajaran<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak dengan gangguan disleksia sulit membedakan bentuk dan bunyi dari abjad maupun angka. Nah, untuk membantu mereka belajar, orang tua atau guru bisa\u00a0menggunakan elemen visual berupa gambar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum mengajarkan kata dan angka, ajarkan mereka melalui gambar terlebih dahulu. Misalnya, tunjukkan kepada anak gambar ayam berulang-ulang sebelum meminta mereka menulis kata \u201c<em>ayam<\/em>\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Gunakan metode kinestetik<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kinestetik adalah\u00a0cara belajar dengan melibatkan gerakan tubuh.\u00a0Selain mengantisipasi rasa bosan, kinestetik juga membantu penderita disleksia untuk memahami pelajaran, khususnya yang berhubungan dengan angka dan hitung-hitungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh, ajak anak untuk berhitung jumlah kue di atas meja. Anda bisa menambah atau mengurangi jumlah kue tersebut sambil mengajarkan anak matematika. Cara ini akan memudahkan anak yang menderita disleksia karena tubuh mereka akan ikut \u2018menghapal\u2019 angka-angka dan instruksi singkat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>4. Meminta bantuan kepada terapis bahasa<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disleksia adalah salah satu kesulitan di bidang bahasa, khususnya fonologis. Penderita disleksia kesusahan menerima informasi bunyi huruf dari kata yang mereka baca, tulis, atau yang baru dipelajari. Nah, Ayah dan Bunda bisa\u00a0meminta bantuan pada terapis bahasa untuk mengajarkan anak mengenali bunyi dengan baik. Terapi bahasa dapat dilakukan oleh psikolog atau ahli patologi wicara-bahasa yang berfokus pada kemampuan belajar anak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Kelebihan Anak Disleksia<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski kesulitan dalam membaca dan mengenali bunyi abjad, nyatanya anak dengan gangguan disleksia memiliki keunggulan dibanding anak-anak seusianya, seperti:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>1. Mempunyai kecerdasan spasial<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kecerdasan spasial adalah kemampuan individu dalam memahami, membayangkan, mengingat, ataupun berpikir secara visual. Mereka memiliki memori yang lebih kuat terhadap gambar dibanding tulisan. Itu sebabnya, beberapa desainer busana terkenal di dunia mengidap disleksia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Imajinatif<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anak disleksia berusaha mengolah dan memahami informasi dengan membayangkan sebuah gambar. Mereka mengidentifikasi huruf dan angka melalui imajinasi di kepalanya. Dari keterbatasan yang dimiliki, anak disleksia senantiasa melatih daya fokus dan memusatkan perhatian mereka terhadap visual.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>3. Empati Tinggi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelebihan yang tak kalah penting dimiliki oleh anak disleksia adalah empati. Tumbuh dengan perbedaan kemampuan membuat mereka menghargai kondisi yang dialami oleh orang lain. Empati sendiri dibutuhkan dalam membangun hubungan antar sesama.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u2014<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu tadi penjelasan lengkap mengenai disleksia. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Ayah Bunda, ya! Nah, agar kemampuan membaca dan menulis anak semakin terasah, Ayah Bunda bisa lho mendaftarakan mereka ke\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/web.archive.org\/web\/20251109160856\/https:\/\/www.altaglobalschool.com\/\">Alta Global School<\/a><\/strong>. Melalui metode pembelajaran\u00a0<em>blended-learning<\/em>\u00a0dari Pre-K hingga Kelas 12, anak-anak dibimbing untuk siap meraih beasiswa ke universitas terbaik di Indonesia dan dunia. Yuk, mulai daftar sekarang!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Masih ragu? Coba kelas gratisnya dengan klik gambar di bawah ini!<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/form.jotform.com\/250607704125450\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8f335b78-3dbf-4413-9ebf-faccfe12d155.png\" alt=\"free trial\" width=\"1024\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bates, Michael. ND. Directional Dyslexia. [Daring] https:\/\/www.dyslexia-reading-well.com\/directional-dyslexia.html.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Major, Sarah. 2022. 8 Secrets for Teaching Children With Dyslexia. [Daring] https:\/\/child1st.com\/blogs\/dyslexia\/113549575-8-secrets-for-teaching-children-with-dyslexia. (Accessed: 14 January 2023)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Martinelli, Katherine. ND. Understanding Dyslexia. [Daring] https:\/\/childmind.org\/article\/understanding-dyslexia\/.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orami. 2019. Tanda-Tanda Disleksia Anak Usia Sekolah. [Daring]. https:\/\/www.orami.co.id\/magazine\/tanda-tanda-disleksia-anak-usia-sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orami. 2022. Ketahui Disleksia pada Anak, Gangguan Belajar yang Ditandai Sulit Membaca, Menulis, dan Bicara. [Daring] https:\/\/www.orami.co.id\/magazine\/disleksia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pittara. 2022. Disleksia. [Daring] https:\/\/www.alodokter.com\/disleksia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim Promkes. 2022. Mengenal Disleksia. [Daring] https:\/\/yankes.kemkes.go.id\/view_artikel\/1434\/mengenal-disleksia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dyslexia Help. 2022 [Daring]. http:\/\/dyslexiahelp.umich.edu\/dyslexics\/learn-about-dyslexia\/what-is-dyslexia\/the-many-strengths-of-dyslexics<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber Gambar:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Elemen visual untuk disleksia. [Daring].\u00a0https:\/\/unsplash.com\/photos\/jemgmDw4LJ4<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Diakses 14 Januari 2023.\u00a0<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah anak mengalami kesulitan membaca, menulis dan mengeja? Bisa jadi hal itu termasuk ciri-ciri disleksia.\u00a0Apa itu disleksia? Yuk simak di artikel berikut ini! \u2014 Halo Ayah Bunda! Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dalam mempelajari berbagai hal, termasuk membaca, menulis, dan mengeja. Akan tetapi, Ayah dan Bunda harus waspada mengenai gangguan belajar yang bisa saja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":94,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c9e0a2bf-e335-4404-9f72-6678b38cb106.png"],"_edit_lock":["1777114910:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2023-01-25","2024-09-06"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Disleksia adalah kesulitan dalam mengenal bunyi dan bentuk pada abjad serta angka. Kenali gejala, faktor, dan cara mengobatinya sebelum terlambat."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_linker_next_update":["1769354624"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Disleksia adalah kesulitan dalam mengenal bunyi dan bentuk pada abjad serta angka. Kenali gejala, faktor, dan cara mengobatinya sebelum terlambat."],"_yoast_wpseo_primary_category":[""],"_yoast_wpseo_focuskw":["disleksia anak"],"_yoast_wpseo_linkdex":["77"],"_yoast_wpseo_content_score":["90"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["6"]},"categories":[1],"tags":[10],"class_list":["post-94","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pengasuhan-anak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Disleksia pada Anak, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Disleksia adalah kesulitan dalam mengenal bunyi dan bentuk pada abjad serta angka. Kenali gejala, faktor, dan cara mengobatinya sebelum terlambat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Disleksia pada Anak, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Disleksia adalah kesulitan dalam mengenal bunyi dan bentuk pada abjad serta angka. Kenali gejala, faktor, dan cara mengobatinya sebelum terlambat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-18T02:00:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-25T11:02:51+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhammad Azka Rais\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhammad Azka Rais\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia\",\"name\":\"Disleksia pada Anak, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c9e0a2bf-e335-4404-9f72-6678b38cb106.png\",\"datePublished\":\"2025-09-18T02:00:09+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-25T11:02:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/0501d87c990caa6ab33a84fe0c79e9bd\"},\"description\":\"Disleksia adalah kesulitan dalam mengenal bunyi dan bentuk pada abjad serta angka. Kenali gejala, faktor, dan cara mengobatinya sebelum terlambat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c9e0a2bf-e335-4404-9f72-6678b38cb106.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c9e0a2bf-e335-4404-9f72-6678b38cb106.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Disleksia pada Anak, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/\",\"name\":\"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/0501d87c990caa6ab33a84fe0c79e9bd\",\"name\":\"Muhammad Azka Rais\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Muhammad Azka Rais\"},\"url\":\"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/muhammad-azka-rais\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Disleksia pada Anak, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?","description":"Disleksia adalah kesulitan dalam mengenal bunyi dan bentuk pada abjad serta angka. Kenali gejala, faktor, dan cara mengobatinya sebelum terlambat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Disleksia pada Anak, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?","og_description":"Disleksia adalah kesulitan dalam mengenal bunyi dan bentuk pada abjad serta angka. Kenali gejala, faktor, dan cara mengobatinya sebelum terlambat.","og_url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia","og_site_name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","article_published_time":"2025-09-18T02:00:09+00:00","article_modified_time":"2026-04-25T11:02:51+00:00","author":"Muhammad Azka Rais","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Muhammad Azka Rais","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia","name":"Disleksia pada Anak, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c9e0a2bf-e335-4404-9f72-6678b38cb106.png","datePublished":"2025-09-18T02:00:09+00:00","dateModified":"2026-04-25T11:02:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/0501d87c990caa6ab33a84fe0c79e9bd"},"description":"Disleksia adalah kesulitan dalam mengenal bunyi dan bentuk pada abjad serta angka. Kenali gejala, faktor, dan cara mengobatinya sebelum terlambat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c9e0a2bf-e335-4404-9f72-6678b38cb106.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/c9e0a2bf-e335-4404-9f72-6678b38cb106.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/penyakit-disleksia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Disleksia pada Anak, Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/","name":"Informasi Seputar Pengasuhan dan Pendidikan Anak Usia Dini","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/0501d87c990caa6ab33a84fe0c79e9bd","name":"Muhammad Azka Rais","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhammad Azka Rais"},"url":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/author\/muhammad-azka-rais"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2619,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94\/revisions\/2619"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.altaglobalschool.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}