Fungi/Jamur: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, hingga Contoh

Apa itu fungi atau jamur? Yuk, cari tahu selengkapnya, mulai dari pengertian, ciri-ciri, klasifikasi, fungsi, hingga manfaatnya berikut ini.
—
Pernah melihat benda yang tumbuh di roti yang basi? Atau pernah lihat pula yang tumbuh di sekitar pohon? Mungkin kalian lebih familiar yang bentuknya seperti payung. Kalian biasanya menyebut benda ini sebagai jamur.
Pernah tidak kita penasaran, jamur ini termasuk tumbuhan atau bukan, ya? Dia bahkan tumbuh di tempat-tempat tidak terduga, seperti di tempe misalnya. Normalnya tumbuhan hidup di tanah.
Ternyata, jamur bukan termasuk tumbuhan, ya. Jamur tergolong ke dalam kingdom fungi. Contoh kingdom fungi meliputi berbagai macam jamur, kapang, khamir, serta makhluk lainnya yang menyerupai jamur. Nah, ciri-ciri kingdom fungi antara lain tidak memiliki klorofil, bereproduksi secara seksual dan aseksual, serta tubuhnya terdiri dari hifa.
Supaya kamu lebih paham, mari mengenal lebih jauh tentang fungi!
Pengertian Fungi/Jamur
Fungi adalah bahasa Latin dari Jamur. Ia merupakan jenis organisme eukariotik. Jamur dapat berkembak biak dengan cara seksual (melalui perkawinan) atau aseksual (tanpa perkawinan). Fungi/jamur tidak termasuk tumbuhan karena ia tidak memiliki klorofil, sehingga tidak bisa membuat makanan sendiri sebagaimana tumbuhan pada umumnya.
Jamur dapat berkembang di lingkungan yang basah, air tawar atau air laut, lokasi yang bersifat asam, dan dapat menjalin simbiosis dengan ganggang sehingga membentuk lumut. Jamur bersifat heterotrof, artinya jamur tidak mampu memproduksi makanan sendiri.
Kita sering melihat macam-macam jamur dengan bentuk berbeda. Ternyata, jamur atau fungi jenisnya memang banyak, bahkan hingga 100.000 spesies. Jadi, tidak heran bila kita banyak menjumpai jamur.
Ciri-Ciri Jamur
Ciri-ciri fungi atau jamur antara lain:
- Bersifat uniseluler atau multiseluler.
- Memiliki sel yang berinti jelas (eukariotik).
- Tidak memiliki klorofil sehingga tidak bisa fotosintesis, bersifat heterotrof (mendapatkan makanan dari zat organik).
- Tubuh berbentuk talus dan belum memiliki akar, batang, dan daun.
- Umumnya memiliki dinding sel yang tersusun dari zat kitin dan selulosa.
- Bersifat parasit, saprofit, atau simbiosis mutualisme dalam mendapatkan makanan.
- Memiliki struktur benang halus yang disebut hifa, dan kumpulan hifa disebut miselium.
- Reproduksi terjadi secara seksual (misalnya konjugasi) dan aseksual (seperti pembentukan spora).
- Bentuk tubuh dan ukuran bisa bervariasi dari mikroskopis hingga makroskopis.
Klasifikasi Fungi/Jamur
Kingdom Fungi dibagi ke dalam empat Filum berdasarkan spora seksual yang diproduksi, yakni Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycota, dan Deuteromycota.
1. Zygomycota
Salah satu jenis jamur yang paling dikenal dalam kategori ini adalah jamur hitam yang ditemukan pada roti, yang dikenal sebagai Rhizopus stolonifer. Sebagian besar anggota Zygomycota berkembang di lingkungan darat. Banyak dari mereka hidup sebagai saprofit. Struktur tubuhnya terdiri dari sel-sel yang berjumlah banyak, berbentuk serat atau hifa yang tidak tersegmentasi, dan tidak menghasilkan spora yang memiliki flagela. Proses reproduksi pada Zygomycota terjadi baik secara aseksual maupun seksual.
Pada proses reproduksi seksual, jamur ini memproduksi zigospora. Sementara itu, reproduksi aseksualnya terjadi melalui proses perkecambahan (germinasi) spora. Spora-spora ini tersimpan di dalam sporangium (wadah spora). Ketika spora mencapai kematangan, sporangium akan mengalami keretakan, sehingga spora akan tersebar terbawa angin. Jika spora tersebut mendarat di tempat yang tepat, maka spora tersebut akan berkembang menjadi hifa baru.
Contoh Zygomycota antara lain Rhizopus stolonifer (tumbuh di roti) dan Rhizophus oryzae (tumbuh di tempe).
2. Ascomycota
Ascomycota merupakan jamur yang melakukan reproduksi seksual dengan memproduksi askospora di dalam askus (ascus = kantung atau pundi-pundi). Askus berfungsi sebagai sporangium yang memproduksi askospora. Serangkaian askus sering membentuk kelompok yang menyatu membentuk struktur buah yang dikenal sebagai askorkarp atau askoma. Askomata dapat memiliki bentuk seperti mangkuk, botol, atau mirip balon.
Beberapa contoh dari Ascomycota yaitu sebagai berikut.
- Aspergillus oryzae, yang sering dimanfaatkan untuk melembutkan adonan roti.
- Penicillium notatum, yaitu jenis jamur yang dipakai dalam produksi antibiotik penisilin.
- Candida albicans, jamur yang dapat menyebabkan infeksi di kulit, mulut, dan kuku.
3. Basidiomycota
Divisi jamur ini sangat mudah diidentifikasi karena biasanya memiliki bentuk tubuh seperti telinga atau payung. Jamur yang terlihat besar ini bereproduksi secara aseksual dengan menghasilkan spora di atas sel-selnya. Divisi Basidiomycota terdiri dari kurang lebih 25.000 jenis. Berbagai macam Basidiomycota lainnya juga berpotensi merugikan flora, seperti dapat mengakibatkan kematian pada tanaman pertanian. Namun, beberapa jamur ini juga bisa dikonsumsi.
Contoh dari Basidiomycota umumnya dikonsumsi yaitu jamur shitake, jamur tiram, jamur enoki, dan juga jamur kancing.
Struktur Jamur
Struktur dasar dari jamur umumnya terdiri dari filamen-filamen halus yang dikenal sebagai hifa. Hifa-hifa ini mengumpul membentuk jalinan yang disebut miselium, yang menjadi bagian utama dari jamur. Dinding sel jamur terbuat dari kitin, sebuah polisakarida yang tahan lama dan elastis.
Ada dua tipe hifa berdasarkan keberadaan atau ketiadaan sekat di dalamnya: hifa aseptat (senositik) yang tidak memiliki sekat sehingga memperbolehkan perpindahan nukleus dan organel secara bebas, dan hifa yang memiliki sekat yang terdiri dari sel-sel yang terpisah. Miselium memiliki peran untuk mengambil nutrisi dari sekitarnya.
Pada jamur yang terdiri dari banyak sel, miselium dapat berkembang menjadi struktur berbuah yang berfungsi sebagai organ untuk reproduksi dengan memproduksi spora. Selain itu, jamur memiliki dinding sel pembatas (septum) yang mengatur distribusi sitoplasma dan organel di antara sel hifa.
Berikut sejumlah elemen penting dalam struktur jamur:
- Hifa: Komponen dasar berupa serat tipis yang membangun struktur jamur.
- Miselium: Jaringan hifa yang menyusun keseluruhan tubuh jamur.
- Dinding sel: Terdiri dari kitin yang berfungsi memberikan perlindungan serta kekuatan.
- Septum: Dinding penghalang dalam hifa yang mengontrol pergerakan isi sel.
- Tubuh buah: Struktur tertentu yang bertugas menghasilkan spora untuk proses reproduksi.
Fungsi Fungi/Jamur
Jamur atau fungi memiliki peranan yang sangat signifikan dalam kehidupan manusia serta ekosistem. Peranan utama dari fungi antara lain:
- Pengurai: Jamur berfungsi menguraikan sisa-sisa organisme yang telah mati, seperti tumbuhan dan hewan, menjadi senyawa sederhana yang bisa digunakan kembali oleh tanaman. Hal ini berkontribusi pada pemeliharaan keseimbangan ekosistem serta meningkatkan kesuburan tanah.
- Simbiosis: Sebagian jamur menjalin hubungan simbiosis dengan akar tanaman (mikoriza) untuk membantu tanaman dalam mendapatkan air dan unsur mineral, terutama fosfor.
- Produksi makanan dan fermentasi: Jamur dimanfaatkan dalam proses fermentasi, contohnya dalam pembuatan roti, tempe, tape, dan bir, serta dijadikan sumber makanan secara langsung seperti pada jamur tiram dan jamur kancing.
- Sumber obat-obatan: Jamur memproduksi metabolit sekunder, termasuk antibiotik (misalnya: penisilin yang dihasilkan oleh Penicillium notatum), obat pengurang kolesterol, dan imunosupresan yang bermanfaat dalam sektor kesehatan.
- Bioremediasi: Jamur dapat dimanfaatkan untuk mengatasi pencemaran berbahaya dalam lingkungan, termasuk di tanah dan air.
- Peran lain termasuk sebagai parasit dan patogen yang berpengaruh pada tanaman, hewan, dan manusia.
Manfaat Fungi/Jamur
Keberadaan fungi atau jamur memiliki banyak keuntungan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk:
- Sumber makanan: Jenis-jenis jamur seperti jamur tiram, jamur merang, dan jamur shiitake mengandung banyak protein, vitamin, dan mineral yang sering dikonsumsi oleh manusia.
- Bahan obat-obatan: Jamur memproduksi antibiotik seperti penisilin, bersamaan dengan senyawa yang memiliki sifat anti-inflamasi, anti-penuaan, serta zat yang bermanfaat untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan menghindari kanker.
- Dekomposer: Jamur memiliki fungsi untuk memecah bahan organik yang telah mati menjadi nutrisi yang bisa diserap kembali oleh tanaman, membantu menjaga keseimbangan sistem ekologi dan kesuburan tanah.
—
Setelah mempelajari fungi, wawasanmu di bidang sains bertambah. Kamu sudah paham apa itu jamur, jenis-jenis jamur, hingga manfaat jamur. Yuk, perkaya lagi wawasan sainsmu bersama Alta Global School by Ruangguru. Alta Global School by Ruangguru menyediakan sistem blended learning, gabungan pembelajaran daring dan luring, mulai dari preschool sampai high school, dengan Champions Curriculum yang menggabungkan kurikulum internasional dan nasional. Yuk, daftar sekarang juga!
Want the Best for Your Child?
We are Here to help!
Get free consultation and discover a hybrid international-standard learning experience for your child. Fill out the form now!

