[AGS] Sidebar Banner Blog - School Admission

Teorema Pythagoras: Pengertian, Rumus, & Contoh Soal

teorema pythagoras

Sudah belajar macam-macam segitiga khususnya siku-siku? Waktunya kamu belajar Teorema Pythagoras! Yuk, kenali Teorema Pythagoras lengkap di sini!

—

Bayangkan dirimu berada di dalam kelas ketika guru meminta semua murid untuk mengukur ketinggian papan tulis tanpa alat ukur. Salah satu temanmu terlihat kebingungan, beberapa ada yang mencoba memperkirakan, sementara yang lain mulai mengukur dengan penggaris kecil yang jelas tidak memadai. 

Kemudian, gurumu menjelaskan, “Kalian sebenarnya dapat menentukan ketinggian papan tulis ini hanya dengan mengetahui panjang sisi-sisi segitiga yang terbentuk di lantai.” Sejurus kemudian, seluruh kelas terdiam dan saling memandang—apa hubungannya segitiga dengan ketinggian papan tulis?

Nah, saat-saat seperti itu seringkali muncul di kelas delapan. Tanpa kita sadari, Teorema Pythagoras sesungguhnya ada di banyak keadaan nyata: mulai dari mengukur tinggi objek, menghitung jarak diagonal, hingga mendapatkan panjang sisi yang tidak dapat dijangkau secara langsung. 

Artikel ini akan membantu kamu memahami apa itu Teorema Pythagoras, sejarah, rumus, hingga contoh soalnya agar kamu lebih paham. Yuk, simak dengan saksama!

 

Profil Pythagoras

Pythagoras dilahirkan di pulau Aegean bagian Timur dari kepulauan Samos, Yunani pada tahun 570 SM. Ibu Pythagoras, yang dikenal sebagai Pythias, merupakan penduduk lokal pulau tersebut, sedangkan ayahnya, Mnesarchus, adalah seorang pedagang perhiasan asal Tirus (Lebanon). Pythagoras juga memiliki dua atau tiga saudara. 

Selain diakui sebagai seorang filsuf, Pythagoras juga dikenal sebagai pelopor dalam dunia matematika. Sebagai pendiri komunitas Pythagorean, ia menyampaikan ajaran bahwa angka merupakan fondasi dari segala hal di jagad raya, sebuah ide yang mendasari banyak penemuan dalam matematika.

 

Awal Mula Teorema Pythagoras

Teorema Pythagoras adalah salah satu prinsip paling kuno dalam sejarah ilmu matematika. Sebelum eksistensi Pythagoras, hubungan antar sisi-sisi segitiga siku-siku sudah dipahami oleh masyarakat Babilonia serta peradaban Mesir kuno. Contohnya, para insinyur Mesir kuno memanfaatkan konsep ini dalam membangun piramida agar sudut-sudutnya benar-benar tegak.

Menurut catatan kuno, penemu Pythagoras yaitu seorang matematikawan dan pemikir bernama Pythagoras. Namun, penerapan rumus pada teorema ini pertama kali dilakukan oleh masyarakat di India dan Babilonia sekitar tahun 1900-1600 SM.

Baca juga: Kenali Macam-Macam Segi Empat, Rumus, serta Contoh Soalnya!

 

Pengertian Teorema Phythagoras

Teorema Pythagoras merupakan konsep dasar dalam geometri Euclidean yang menyatakan dalam sebuah segitiga siku-siku, kuadrat dari panjang sisi miring (hipotenusa), setara dengan total dari kuadrat panjang kedua sisi yang lain.

Bunyi utama teorema ini adalah jumlah luas persegi yang dibangun pada kaki-kaki segitiga siku-siku sama dengan luas persegi pada hipotenusanya. Secara matematis, dinyatakan sebagai rumus c2 = a2 + b2, di mana c  adalah hipotenusa (sisi terpanjang berlawanan sudut siku-siku), sedangkan a dan b adalah panjang kaki-kakinya.

Berikut merupakan segitiga phythagoras.

Ilustrasi segitiga dari teorema pythagoras

Sumber: id.wikipedia.co.id

 

Tripel Pythagoras

Tripel Pythagoras merupakan sekumpulan bilangan bulat positif di mana kuadrat dari bilangan terbesar sama dengan jumlah kuadrat dari dua bilangan lainnya. Selain itu, tripel Pythagoras juga dapat diartikan sebagai tiga bilangan asli yang dengan tepat mewakili sisi-sisi dari segitiga siku-siku.

Bunyi dari tripel pythagoras adalah “kuadrat dari bilangan paling besar sama dengan total kuadrat dari dua bilangan lainnya”.

Tripel pythagoras dimanfaatkan untuk menentukan tiga kali lipat atau sekelompok tiga angka yang memenuhi rumus teorema pythagoras. Secara sederhana, tripel pythagoras adalah sekumpulan angka (yang terdiri dari tiga nilai) yang sesuai dengan aturan pythagoras.

Rumus tripel pythagoras adalah sebagai berikut:

Jika a lebih besar dari b dan b lebih besar dari c, di mana a, b, serta c adalah bilangan asli dan memenuhi persamaan a² = b² + c², maka a, b, dan c dikenal sebagai tripel Pythagoras.

Adapun contoh tripel phythagoras yaitu sebagai berikut:

  • 3, 4, 5 dan kelipatannya 
  • 5, 12, 13 dan kelipatannya 
  • 7, 24, 25 dan kelipatannya 
  • 8, 15, 17 dan kelipatannya 
  • 9, 40, 41 dan kelipatannya

 

Tabel Tripel Phythagoras

Sisi a Sisi b Sisi c
3 4 5
5 12 13
6 8 10
7 24 24
8 15 17
9 40 41
11 60 61
12 35 37
13 84 85
15 112 113
16 63 65
17 144 145
19 180 181
20 21 29
20 99 101
21 220 221
23 264 265
24 143 145
25 312 313
27 364 365
28 45 53
28 195 197
29 420 421
31 480 481
32 255 257
33 56 65
35 544 545
36 77 85
36 323 325
37 684 685
39 80 89
39 760 761
40 399 401
41 840 841
43 924 925
44 117 125
44 483 485
48 55 73
48 575 577
51 140 149
52 165 173
52 675 677
56 783 785
57 176 185
60 91 109
60 221 229
60 889 901
65 72 97
68 285 293
69 260 269
75 308 317
76 357 365
84 187 205
84 437 445
85 132 157
87 416 425
88 105 137
92 525 533
93 476 485
95 168 193
96 247 265
100 621 629

Sumber tabel: pulpent.com

 

Baca juga: Mengenal Segitiga: Jenis, Sifat, Rumus Luas dan Kelilingnya

 

Contoh Soal Pythagoras

Agar pemahamanmu lebih mantap, yuk simak contoh-contoh soal teorema pythagoras berikut!

Soal 1

Sebuah tangga bersandar pada dinding membentuk segitiga siku-siku dengan alas 8 m dan tinggi 15 m. Berapakah panjang tangga tersebut?

Penyelesaian:

Gunakan rumus Teorema Pythagoras: c^2 = a^2 + b^2, di mana a=8 m, b=15 m.

c2 = 82 + 152 = 64 + 225 = 289

c = √289 = 17 m

Jawaban: 17 m.

 

Soal 2

Pada segitiga siku-siku ABC dengan sudut siku-siku di C, panjang AB (hipotenusa) adalah 13 cm dan AC = 5 cm. Berapakah panjang BC?​

Penyelesaian:

BC^2 = AB2 – AC2 = 132 – 52 = 169 – 25 = 144

BC = √144 = 12 cm

Jawaban: 12 cm.

 

Soal 3

Tentukan nilai p sehingga (p, 15, 17) merupakan tripel Pythagoras!​

Penyelesaian:

p2 + 152 = 172

p2 + 225 = 289

p2 = 289 – 225

p2 = 64

p = √64

p = 8 (ambil nilai positif)

Verifikasi: 82 + 152 = 64 + 225 + 289 = 172 

Jawaban: p = 8.

—

Sekarang kamu sudah tahu bahwa Teorema Pythagoras bukan sekadar rumus yang harus dihafal, tetapi alat penting untuk memahami bentuk dan jarak di dunia nyata. Mulai dari menyelesaikan soal kelas 8 hingga membantu aktivitas sehari-hari, konsep ini akan terus kamu gunakan di jenjang berikutnya.

Yuk, perkaya pengetahuan matematikamu dengan bergabung bersama Alta Global School! Alta Global School menyediakan sistem blended learning, gabungan pembelajaran daring dan luring, mulai dari preschool sampai high school, dengan Champions Curriculum yang menggabungkan kurikulum internasional dan nasional. Yuk, daftar sekarang juga!

free trial

Referensi:

ruangguru.com/blog/teorema-pythagoras

akupintar.id/info-pintar/-/blogs/mengenal-teorema-pythagoras-mulai-dari-sejarah-pengertian-rumus-dan-contoh-soal 

detik.com/edu/detikpedia/d-6830190/rumus-pythagoras-contoh-soal-serta-sejarahnya 

pulpent.com/tabel-triple-pythagoras-dan-contoh-soalnya/

katadata.co.id/lifestyle/edukasi/655af6552bf79/pengertian-rumus-dan-contoh-soal-tripel-pythagoras

Want the Best for Your Child?
We are Here to help!

Get free consultation and discover a hybrid international-standard learning experience for your child. Fill out the form now!

Jotform Alta Global School Jotform Alta Global School
Elvina Sarah Nur Alvia

Have enthusiasm in writing and sharing good things to people. :)