[AGS] Sidebar Banner Blog - School Admission

Prosa: Ciri-Ciri, Jenis, Contoh, dan Bedanya dengan Puisi

prosa

Prosa merupakan karya sastra dalam bentuk cerita dengan bahasa yang lugas dan sederhana. Yuk, ketahui ciri-ciri, jenis, contoh, dan perbedaannya dengan puisi!

—

Apakah kamu pernah membaca novel, cerpen, atau dongeng? Karya-karya ini merupakan contoh dari prosa. Apa yang dimaksud dengan prosa? Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

 

Pengertian Prosa

Prosa adalah karya sastra atau tulisan yang disusun dalam bentuk cerita dan ditulis menggunakan bahasa sehari-hari. Prosa tidak terikat dengan aturan seperti rima, irama, atau jumlah baris seperti puisi. 

Dalam prosa, penulis bisa menyampaikan cerita melalui narasi, dialog, atau monolog. Melalui tokoh-tokoh dalam cerita, penulis mengungkapkan gagasan, perasaan, dan pandangannya kepada pembaca.

Bahasa yang digunakan dalam prosa biasanya bersifat denotatif atau menggunakan makna sebenarnya. Tapi, penulis juga bisa menggunakan bahasa kiasan agar cerita jadi lebih menarik dan Indah.

Baca juga: Paragraf: Pengertian, Jenis, Ciri, Unsur, Syarat, dan Contoh

 

Ciri-Ciri Prosa

Berikut ciri-ciri prosa: 

1. Bentuk Bebas

Prosa tidak terikat aturan seperti bait, baris, atau rima. Bentuk prosa biasanya berupa kalimat-kalimat dan paragraf. Contohnya dongeng dan hikayat.

2. Bahasa 

Bahasa yang digunakan dalam prosa biasanya mudah dipahami dan bisa dipengaruhi oleh berbagai bahasa seperti bahasa Melayu, bahasa Inggris, atau bahasa lainnya.

3. Memiliki Tema 

Prosa juga memiliki tema atau pokok bahasan tertentu yang menjadi dasar cerita atau pembahasan.

4. Mengalami Perkembangan 

Prosa bisa berkembang mengikuti perkembangan zaman dan masyarakat yang statis maupun dinamis.

5. Memiliki Pengarang 

Prosa selalu memiliki pengarang. Tapi, pada beberapa prosa lama, biasanya identitas pengarang tidak diketahui.

6. Cara Penyajian 

Prosa dapat disampaikan dalam bentuk tulisan maupun diceritakan secara lisan.

7. Memiliki Alur

Prosa memiliki rangkaian peristiwa yang tersusun dalam alur cerita. Alur ini bisa berupa alur maju, mundur, atau campuran.

8. Memiliki Tokoh

Dalam prosa, ada tokoh yang berperan dalam cerita. Tokoh ini bisa berupa manusia, hewan, atau tumbuhan.

9. Memiliki Setting atau Latar 

Prosa memiliki latar yang menjelaskan waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.

10. Nama Pengarang tidak Selalu Dicantumkan

Meski prosa memiliki pengarang, tidak semua karya mencantumkan nama pengarangnya, terutama karya-karya lama.

11. Amanat 

Prosa biasanya memiliki amanat atau pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau pendengarnya.

Baca juga: Macam-Macam Kata Tanya dan Contohnya dalam Kalimat

 

Jenis-Jenis Prosa 

Jenis-jenis prosa bisa dibagi berdasarkan periode waktu serta isi dan tujuannya. Berikut penjelasannya: 

A. Berdasarkan Periode Waktu 

1. Prosa Lama

Prosa lama adalah karya sastra yang berkembang sebelum pengaruh barat masuk. Jenis prosa ini biasanya berisi cerita rakyat, nasihat, atau kisah-kisah zaman dahulu. Contoh prosa lama antara lain dongeng, mitos, fabel, legenda, dan hikayat.

2. Prosa Baru

Prosa baru adalah karya sastra yang sudah dipengaruhi budaya atau sastra barat. Prosa baru biasanya berbentuk tulisan, menggunakan bahasa yang lebih modern, dan nama pengarangnya diketahui. Contoh prosa baru adalah novel, cerpen, biografi, dan esai. 

 

B.Berdasarkan Isi dan Tujuan 

Berdasarkan isi dan tujuannya, prosa terdiri atas lima jenis, yaitu prosa eksposisi, deskripsi, argumentasi, persuasi, dan narasi. Berikut penjelasannya: 

1. Prosa Eksposisi 

Prosa eksposisi adalah prosa yang bertujuan memberi informasi atau pengetahuan kepada pembaca. Penulis memaparkan suatu topik secara jelas dan diikuti fakta atau data, tapi jenis prosa ini tidak bermaksud memengaruhi pendapat pembaca.

2. Prosa Deskripsi

Prosa deskripsi adalah prosa yang menggambarkan suatu objek, tempat, suasana, atau peristiwa dengan sangat detail, sehingga pembaca seolah-olah bisa melihat, mendengar, atau merasakannya secara langsung.

3. Prosa Argumentasi 

Prosa argumentasi adalah prosa yang berisi pendapat atau gagasan penulis serta didukung fakta dan data. Tujuannya adalah meyakinkan pembaca agar setuju dengan pendapat yang disampaikan.

4. Prosa Persuasi  

Sesuai namanya, prosa persuasi adalah prosa yang bertujuan mengajak atau memengaruhi pembaca untuk melakukan sesuatu sesuai harapan penulis.

5. Prosa Narasi 

Prosa narasi adalah prosa yang menceritakan suatu peristiwa atau rangkaian kehadiran dalam urutan waktu tertentu. Di dalamnya biasanya ada tokoh, alur cerita, dan konflik. Prosa narasi bisa berupa cerita fiksi (sugestif) maupu non-fiksi (ekspositoris).

Baca juga: Contoh Kalimat SPOK dan Strukturnya, Belajar Yuk!

 

Perbedaan Puisi dan Prosa 

Puisi dan prosa merupakan karya sastra, namun keduanya memiliki beberapa perbedaan, antara lain: 

Prosa Puisi
Merupakan karya sastra yang disusun dalam bentuk cerita dengan bahasa yang lebih bebas.  Merupakan karya sastra yang mengutamakan keindahan bahasa dan ungkapan perasaan. 
Terdiri atas kalimat dan paragraf.  Terdiri atas baris dan bait. 
Menggunakan bahasa yang lugas, jelas, dan mudah dipahami.  Menggunakan bahasa yang indah, padat, dan bersifat kiasan. 
Tidak terikat oleh aturan rima, irama, atau jumlah baris.  Memperhatikan rima, irama, dan pilihan kata. 
Makna disampaikan secara langsung.  Makna disampaikan secara tidak langsung. 
Tulisan lebih panjang dan rinci.  Tulisan lebih singkat dan padat. 

 

Contoh Prosa

Setelah mengetahui apa itu prosa, ciri-ciri, jenis, serta perbedaanya dengan puisi, yuk simak contoh-contoh prosa berikut ini!

1. Cerita Hikayat Jaka Tarub

Suatu malam, Jaka Tarub yang sedang menjaga ladang pamannya merasa kehausan. Kemudian dia pun berniat mencari sungai untuk mencari minum. Ketika hendak mengambil air di sebuah sungai, dia melihat tujuh bidadari yang sedang mandi dan melepaskan selendang mereka.

Jaka Tarub yang terpesona pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengambil selendang. Ternyata, selendang yang ia ambil milik bidadari bungsu bernama Nawangwulan.

Saat para bidadari hendak naik kembali ke kayangan, Nawangwulan masih belum bisa menemukan selendangnya. Kemudian Jaka Tarub melihat Nawangwulan menangis dan menawarkan sang bidadari tinggal di rumahnya.

Dikarenakan mereka tinggal satu rumah dan sering bertemu, maka mereka pun jatuh cinta lalu menikah. Sayangnya, Jaka Tarub yang gemar berjudi itu jarang pulang dan membuat Nawangwulan sedih bahkan suaminya itu juga enggan mendengarkan nasihat dari istrinya.

Satu hari Nawangwulan sedang mencari barang dan dia tidak sengaja menemukan selendang yang disembunyikan Jaka Tarub. Kemudian Nawangwulan menyuruh seseorang untuk meminta Jaka Tarub pulang jika ingin bertemu dengannya.

Setelah menunggu cukup lama, Jaka Tarub tidak kunjung datang. Akhirnya Nawangwulan memutuskan kembali ke kayangan tanpa memberitahu suaminya. Ketika Jaka Tarub mengetahui bahwa istrinya telah pergi ia pun menyesal dan bersedih.

 

2. Roman: Pria Misterius dan Pelayan Kedai

Malam ini, seperti biasanya sang wanita pelayan kedai itu tetap curi-curi pandang pada seorang pria yang duduk di pojok kedai.

Sang pelayan ingin berkenalan dengan pria itu, tetapi sangat malu untuk berbincang langsung.

“Menyanyilah. Kuputarkan mesin karaoke. Semua pengunjung di kedai kecil ini pasti akan memperhatikanmu, termasuk dia,” kata seorang rekannya.

Dia pun menyetujuinya dan segera mengambil mikrofon. Benar saja, semua pengunjung kedai memperhatikan sang wanita saat menyanyi.

Semua merasa terhibur, kecuali si pria misterius itu. Dia masih saja sibuk dengan laptop dan buku di atas mejanya.

Hari-hari berikutnya pun masih sama, sang pria tetap tidak memperhatikan si wanita bernyanyi secara merdu.

Hingga suatu hari, seorang teman pria itu datang. Si wanita memperhatikan keduanya. Ternyata, keduanya berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Sang wanita kini tahu kenapa si pria tidak memperhatikannya saat bernyanyi.

Merasa jatuh cinta, sang wanita pun mempelajari bahasa isyarat itu selama beberapa minggu. Dia membeli beberapa buku dan menonton video berisi pelajaran bahasa isyarat.

Akhirnya, suatu malam, dia kembali bernyanyi untuk pengunjung kedai. Namun, rekan si pelayan sengaja membuat lampu padam. Hanya ada dua lampu sorot yang menyorot pria misterius itu dan si wanita.

Sorot cahaya lampu membuat perhatian pria misterius itu teralihkan. Kini, pandangannya tidak hanya tertuju pada laptop yang berada di atas meja, tetapi juga pada sang wanita.

Sang wanita kini tidak hanya bernyanyi, tetapi juga menerjemahkan setiap liriknya ke dalam bahasa isyarat. Jari-jarinya mulai menari untuk memberi tahu si pria soal perasaannya.

“Dirimu buatku selalu penasaran. Terkadang menjauh, terkadang buatku tersipu malu manisnya ucapanmu, membuatku tak menentu, ku tak tahu harus bagaimana. Sungguh kau buatku bertanya-tanya dengan teka-teki teka-tekimu…”

Begitulah senandung yang dinyanyikan si wanita sambil menggerakkan jari jemarinya. Pria misterius itu lalu tersenyum, lalu mengundang si wanita ke mejanya.

 

3. Fabel: Kisah Gajah dan Semut

Gajah dikenal sebagai binatang yang besar. Suatu hari, kawanan gajah yang besar datang ke hutan untuk mencari makan.

Kehadiran gajah ini mengganggu kawanan semut yang tinggal di sana. Banyak rumah semut hancur karena diinjak gajah yang mencari makan.

“Pergilah dari sini, gajah! Ini daerah tempat kami tinggal,” kata salah satu semut.

Mendengar ucapan itu, gajah hanya tertawa. Ia tak peduli dan menganggap semut adalah binatang kecil yang tidak berbahaya.

Kawanan semut merasa kesal dan berencana untuk mengusir gajah-gajah itu dari hutan tempat mereka tinggal. Keesokan harinya, semut-semut mencoba bicara pada kawanan gajah dan meminta mereka meninggalkan hutan.

Gajah menolak untuk meninggalkan hutan dan hal ini membuat kawanan semut semakin marah. Semut-semut itu pun menyerang kawasan gajah dengan menggigit kulit dan masuk ke dalam telinga hingga gajah-gajah terjatuh.

Kawanan gajah akhirnya menyerah dan meninggalkan hutan. Mereka sadar bahwa semut-semut itu tidak bisa diremehkan hanya karena memiliki badan kecil.

 

4. Dongeng: Batu Menangis

Di sebuah desa terpencil, hiduplah seorang janda tua bersama putrinya yang cantik bernama Darmi. Mereka tinggal di sebuah gubuk di pinggir desa. Darmi memang memiliki kecantikan yang mempesona, tetapi sikapnya sangat buruk dan tidak menyenangkan. 

Setiap hari, Darmi menghabiskan waktu di kamarnya untuk berdandan dan tidak pernah membantu ibunya mengurus rumah. Kamarnya selalu berantakan, namun Darmi tidak peduli, yang penting baginya adalah penampilannya yang selalu sempurna.

Sementara itu, ibunya yang sudah tua terus bekerja keras untuk mendapatkan uang dengan melakukan berbagai pekerjaan halal demi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Semua usaha tersebut hanya untuk Darmi, anak satu-satunya.

Darmi sering memperlakukan ibunya seperti seorang pembantu. Ketika ditanya siapa yang selalu bersamanya, Darmi sering menyebut ibunya sebagai “budaknya.” Mendengar perlakuan tersebut, ibunya merasa sangat sakit hati dan berdoa. 

Perlahan, Darmi berubah menjadi batu, terus-menerus menangis dan meminta maaf kepada ibunya, namun semua itu sudah terlambat. Kini, tubuhnya telah menjadi batu yang terus mengeluarkan air mata.

 

5. Esai: Sampah, Ancaman di Balik Kemajuan Teknologi

Perkembangan teknologi membuat manusia semakin bergantung pada satelit untuk komunikasi, navigasi, transaksi keuangan, dan berbagai kebutuhan lainnya. Namun, peluncuran satelit dan roket ke luar angkasa juga menghasilkan sampah antariksa berupa bagian roket, satelit yang sudah tidak aktif, serta pecahan-pecahan material lainnya.

Jumlah sampah antariksa yang terus bertambah menimbulkan risiko tabrakan di orbit bumi. Tabrakan ini dapat menghasilkan lebih banyak serpihan yang memicu tabrakan berikutnya, sebuah kondisi yang dikenal sebagai Sindrom Kessler. Jika tidak ditangani, kepadatan sampah antariksa dapat mengganggu peluncuran satelit dan misi luar angkasa di masa depan.

Para ilmuwan dan lembaga antariksa saat ini sedang mencari cara untuk mengurangi sampah antariksa, termasuk mengembalikan satelit yang sudah tidak berfungsi ke bumi. Namun, hingga kini belum ditemukan solusi yang benar-benar efektif. Karena itu, sampah antariksa menjadi salah satu tantangan global yang perlu mendapat perhatian seiring semakin pesatnya perkembangan teknologi.

—

Nah, itulah pembahasan tentang prosa, mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, dan contohnya. Semoga membantumu memahami materi ini dengan baik, ya! Kalau mau belajar berbagai mata pelajaran dengan pendekatan dan metode belajar yang seru, yuk belajar di Alta Global School!

free trial

Sumber:

Deepublish. 2021. Apa Itu Prosa? Kenali Ciri-Ciri, Jenis, dan Contoh Lengkapnya [daring]. Tautan: https://penerbitdeepublish.com/dasar-menulis/apa-itu-prosa/#Jenis-jenis_Prosa 

Kumparan. 2023. Ketahui Ciri-Ciri Prosa, Jenis, beserta Contohnya [daring]. Tautan: https://m.kumparan.com/ragam-info/ketahui-ciri-ciri-prosa-jenis-beserta-contohnya-20w1MBLGAaU/full

Sitoningrum, Niken D. 2024. 5 Contoh Prosa Berbagai Jenis, Mulai dari Cerpen hingga Dongeng [daring]. Tautan: https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7230688/5-contoh-prosa-berbagai-jenis-mulai-dari-cerpen-hingga-dongeng

(Diakses 30 Mei 2026)

Want the Best for Your Child?
We are Here to help!

Get free consultation and discover a hybrid international-standard learning experience for your child. Fill out the form now!

Jotform Alta Global School Jotform Alta Global School
Devi Lianovanda