12 Contoh Zat Aditif pada Makanan dan Dampaknya untuk Kesehatan

Artikel ini membahas seputar zat aditif pada makanan, mulai dari jenis dan contoh zat aditif alami dan buatan dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan
—
Kenapa nasi kuning warnanya bisa menjadi kuning?
Kenapa kue klepon warnanya hijau?
Kenapa kue tradisional bisa punya aroma wangi pandan?
Kok bisa ya, setiap makanan yang kita makan punya warna dan aroma yang berbeda, unik, dan menarik? Nah, ternyata ada peran besar bernama zat aditif!
Lalu, apa itu zat aditif dan bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh kita?
Artikel ini akan membahas lebih lengkap seputar zat aditif. Lebih lanjut, ternyata ada 12 contoh dari zat aditif yang masuk ke golongan alami dan buatan juga. Makin penasaran? Let’s go, simak penjelasannya berikut ini!
Apa Itu Zat Aditif?
Jangan bingung ya, zat aditif dan zat adiktif itu tidak sama. Zat aditif adalah sesuatu yang berkaitan dengan makanan dan minuman.
Jadi, pengertian dari zat aditif adalah bahan tambahan pangan yang ditambahkan secara sengaja ke dalam produk makanan atau minuman, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, pemrosesan, dan pengemasan.
Dari definisi tersebut dapat disimpulkan jika zat aditif bukan bahan utama dalam resep masakan. Zat aditif akan ditambahkan dalam jumlah kecil dengan tujuan berikut:
- Memperbaiki cita rasa, aroma, dan penampilan makanan atau minuman.
- Memperpanjang daya simpan dan memperlambat proses pembusukan dari bakteri dan jamur.
- Mempertahankan tekstur dan nilai gizi, seperti vitamin dan mineral.
- Mengurangi biaya produksi, misalnya penggunaan pemanis buatan secara harga lebih terjangkau dibandingkan menggunakan gula pasir asli.
Di Indonesia, makanan dan minuman yang mengandung zat aditif wajib mengantongi izin edar dan memenuhi ambang batas aman yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
3 Jenis Zat Aditif
Menurut World Health Organization (WHO), jenis zat aditif dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) karakteristik utama:
1. Zat Perasa Makanan
Pada umumnya, zat aditif digunakan untuk zat perisa makanan (Flavouring agents) untuk menambah atau mengubah aroma dan rasa pada makanan atau minuman. Perisa makanan dapat berasal dari sumber alami (Hewan atau tumbuhan), atau kimia/sintetis.
Beberapa contoh makanan atau minuman yang mengandung perisa makanan bisa ditemukan pada makanan atau minuman ringan, seperti kue, sereal, yogurt, hingga permen.
2. Preparat Enzim
Jenis zat aditif ini mengandung enzim yang berasal dari protein alami yang didapat dari ekstraksi tanaman, produk hewan, dan mikroorganisme seperti bakteri.
Fungsi preparat enzim sebagai zat aditif terlihat pada beberapa produk makanan dan minuman, seperti pada anggur dan alkohol untuk meningkatkan fermentasi. Selain itu ada pada keju untuk meningkatkan pembentukan dadih. Bukan hanya itu, kue saja menggunakan preparat enzim ini untuk memperbaiki adonan.
3. Zat Aditif Lainnya
Jenis zat aditif ini dimanfaatkan untuk pengawetan agar dapat memperlambat pembusukan dan menjaga kualitas makanan, pewarnaan, serta pemanisan.
Pada konteks tambahan pemanis buatan, WHO mengeluarkan larangan untuk menambah pemanis non-gula karena tidak memberi manfaat jangka panjang dalam pemeliharaan berat badan, dan tetap berisiko pada penyakit tidak menular seperti diabetes.
Macam-macam Zat Aditif pada Makanan
Nah, zat aditif pada makanan dan minuman yang sering kita konsumsi nggak jauh dari bahan-bahan alami dan juga buatan.
1. Zat Aditif Alami
Zat aditif alami adalah bahan tambahan makanan dan minuman yang berasal dari alam tanpa melibatkan proses sitesis atau kimia. Zat aditif alami digunakan untuk pengawet, pewarna, dan penyedap rasa.
2. Zat Aditif Buatan
Zat aditif buatan adalah bahan tambahan sintetis yang ditambahkan pada makanan dan minuman melalui proses kimiawi untuk menggantikan zat aditif alami. Zat aditif buatan boleh digunakan, asal sesuai batas yang dianjurkan oleh BPOM.
12 Contoh Zat Aditif pada Makanan
Berikut ini adalah contoh zat aditif pada makanan berdasarkan kategori contoh zat aditif alami dan buatan.
1. Kunyit
Kunyit adalah salah satu contoh zat aditif alami yang digunakan sebagai pewarna alami. Kalau kamu suka makan nasi kuning, warna kuning berasal dari si kunyit ini!
Kenapa kunyit bisa menghasilkan warna kuning? Karena berkat senyawa kurkumin! Senyawa kurkunin memberi warna kuning pada makanan atau minuman, seperti gulai hingga jamu.
Selain jadi pewarna makanan alami, kunyit berperan juga sebagai antioksidan alami supaya makanan atau minuman nggak tengik.
2. Daun Pandan dan Suji
Yup, daun pandan dan daun suji berperan memberi warna hijau alami pada makanan atau minuman. Daun suji biasanya digunakan untuk pembuatan es cendol.
Nah, daun pandan dan daun suji punya aroma yang khas juga, lho! Banyak banget makanan tradisional yang pakai daun ini sebagai zat aditif alami, seperti klepon, kue mangkok, kue talam, cenil, dan lainnya.
3. Gula Aren dan Madu
Kalau gula aren dan madu sih, pasti udah nggak asing lagi ya. Soalnya, gula aren dan madu sering digunakan sebagai pengganti gula pasir, tetapi mereka masuk ke dalam golongan zat aditif alami. Rasa manis yang diberikan juga cukup khas dari gula aren dan madu.
4. Garam Dapur
Selain memberi rasa asin alami, garam dapur juga bisa menjadi pengawet alami pada daging dan ikan. Prosesnya disebut juga sebagai penggaraman yang menyerap kadar air untuk mencegah pertumbuhan bakteri pembusuk.
Contoh makanan dengan zat aditif alami menggunakan garam dapur sebagai pengawet adalah ikan asin, telur asin, dendeng, sosis.
5. Kuning Telur
Siapa sangka kalau kuning telur bisa jadi zat aditif alami untuk makanan?
Nah, mayonnaise yang suka ada pada burger dan salad favorit kamu itu terbuat dari kuning telur sebagai emulsifier. Adonan kue menggunakan banyak kuning telur supaya adonan dapat mengembang.
Tahu kue nastar yang bulat dan mengkilap? Kilauan pada kue nastar juga berkat kuning telur!
6. Kayu Manis dan Cengkeh
Kita tahu kalau kayu manis dan cengkeh termasuk ke dalam rempah alami untuk penyedap rasa. Namun, kayu manis yang mengandung sinamaldehida dan cengkeh mengandung eugenol punya peran sebagai antiseptik untuk merusak sel kuman pada makanan.
7. MSG
Kenal sama istilah micin? Yup, dia adalah nama gaul-nya MSG atau Monosodium Glutamat. Sebagai zat aditif buatan, MSG yang mengandung garam dan asam glutamat membuat rasa makanan jadi lebih gurih atau umami.
8. Natrium Benzoat dan Azam Benzoat
Sebagai zat aditif buatan, Natrium Benzoat dan Asam Benzoat berfungsi sebagai pengawet untuk menghambat pertumbuhan jamur dan ragi pada makanan kemasan, seperti jus buah, saus, dan makanan ringan lainnya.
9. Aspartam dan Sakarin
Keduanya masuk ke dalam contoh zat aditif buatan yang berperan sebagai pemanis buatan. Banyak banget deh kandungan ini di minuman kemasan, dan salah satu ciri minuman kemasannya pasti berwarna.
Namun, aspartam dan sakarin ini juga banyak ditemukan di minuman diet yang rendah kalori, biasanya khusus untuk penderita diabetes.
10. Tartrazine dan Brilliant Blue FCF
Kedua zat ini adalah pewarna sintetis pada makanan dan minuman ringan. Kalau Tartrazine memberi warna kuning, Brillian Blue FCF memberi warna biru.
Selain kedua zat aditif ini, masih ada lagi pewarna sitetis lainnya, seperti Erythrosine, Carmoisine, Indigotin, Allura Red, Fast Green FCF, Chocolate Brown HT.
11. Natrium Nitrit
Makanan daging olahan seperti sosis, kornet, bacon, nugget umumnya mengandung Natrium Nitrit atau Natrium Nitrat. Tujuannya supaya daging tetap segar, mencegah kontaminasi bakteri Clostridium botulinum, sampai mempertahankan warna merah pada daging.
12. Amil Asetat
Amil Asetat termasuk ke dalam zat aditif buatan untuk memberikan aroma tambahan, misalnya pada pisang ambon. Selain itu, ada juga Metil Antranilat yang memberi aroma anggur pada minuman.
Efek Samping Zat Aditif Buatan
Zat aditif buatan yang melibatkan proses kimia ini punya efek samping terhadap kesehatan jika dikonsumsi melebihi batas.
- Siklamat punya efek samping pada penyakit kanker.
- Sakarin efek sampingnya pada infeksi dan kanker kantong kemih.
- Aspartam efek sampingnya pada gangguan saraf dan tumor otak.
- MSG yang dikonsumsi berlebihan menyebabkan hipertensi, gangguan hati, mual dan muntah, sampai penuaan dini.
Poin-poin di atas adalah efek samping zat aditif buatan yang masih aman untuk dikonsumsi. BPOM melarang penggunaan zat aditif berikut ini:
- Boraks
- Formalin
- Rhodamin B (Pewarna tekstil yang umumnya digunakan pada makanan)
- Methanil Yellow (Pewarna tekstil)
- Asam Asidat
- Amarant
- Dulsin
Namun, masih banyak pedagang yang curang menggunakan zat aditif di atas untuk makanan dan minuman. Efek samping pada kesehatan justru memicu kanker, kerusakan pada ginjal dan hati, hingga menyebabkan kematian.
—
Jadi, apa yang dimaksud dengan zat aditif adalah sesuatu yang ditambahkan pada makanan dan minuman untuk menambah rasa, membuat makanan lebih awet, dan menjadikan tampilan makanan dan minuman menjadi lebih menarik. Ada zat aditif alami dan buatan, dan pastikan ketahui batas konsumsinya supaya terhidndar dari potensi keracunan, penyakit kronis, hingga kematian.
Penjelasan zat aditif lainnya bisa kamu akses di Alta Global School by Ruangguru. Sistemnya blended learning secara offline dan online, buat kamu bisa belajar di mana saja! Dengan kurikulum internasional dan pengajar yang seru, proses belajar jadi makin mantap.
Coba kelas GRATIS sekarang di Alta Global School buat pengalaman belajar yang lebih seru.
Referensi:
Ismiati, Asyura, S., Kesumawati, & Novianti. (2024). Sosialisasi penggunaan zat aditif pada makanan dan minuman serta dampak bagi kesehatan siswa. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Kesehatan), 6(2), 148–152.
Kumparan. (2024). 12 Contoh zat aditif alami dan buatan pada makanan. Kumparan. https://kumparan.com/ragam-info/12-contoh-zat-aditif-alami-dan-buatan-pada-makanan-227XHWgHkUd
Puskesmas Sesela. (2021). Jenis zat aditif pada makanan, kegunaan, dan efek sampingnya. Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat. https://puskesmassesela-dikes.lombokbaratkab.go.id/artikel/jenis-zat-aditif-pada-makanan-kegunaan-dan-efek-sampingnya/
Ruangguru. (2022). Apa sih zat aditif itu? (Jenis, contoh, & dampaknya). Ruangguru. https://www.ruangguru.com/blog/apa-sih-zat-aditif-itu
World Health Organization. (2023). Food additives. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/food-additives
Yakes Telkom. (2022). Zat aditif. Yayasan Kesehatan Telkom. https://yakestelkom.or.id/serba-serbi-kesehatan/zat-aditif
Amir, H., Amida, N., & Nurhamidah. (2021). Sosialisasi pengenalan tentang bahan aditif tambahan pada makanan dan minuman. ANDROMEDA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Rafflesia, 1(1), 22–31.
Want the Best for Your Child?
We are Here to help!
Get free consultation and discover a hybrid international-standard learning experience for your child. Fill out the form now!


